(Taiwan, ROC) --- Pada Kamis hari ini (19/10), Kementerian Luar Negeri (MOFA) mengumumkan bahwa Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Saint Lucia mengadakan kamp pelatihan internasional bertemakan "Tanggapan Bencana Maritim" semenjak tanggal 18 Oktober hingga 19 Oktober 2023.
Kamp pelatihan internasional ini juga telah sesuai dengan "Kerangka Kerjasama dan Pelatihan Global" (GCTF). Dalam kamp tersebut, akan dibahas tantangan dan strategi serta respons yang dihadapi oleh berbagai negara terkait dengan tsunami dan pencemaran air laut.
MOFA menyampaikan bahwa pihaknya dengan Ocean Affairs Council (OAC), Pusat Teknologi Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Nasional bekerja sama dengan kantor perwakilan AS, Jepang, Australia di Taiwan, serta Kedutaan Besar Saint Lucia, menghelat kamp pelatihan internasional.
Kegiatan tersebut mengundang hampir 30 pejabat, akademisi, serta pakar lingkungan maritim dan penanggulangan bencana dari 13 negara di kawasan Indo-Pasifik dan Karibia.
MOFA menuturkan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari topik "Maritim Berkelanjutan GCTF" yang diadakan di Tokyo, Jepang pada tahun 2022 lalu.
Diskusi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bencana maritim yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia, serta memperlihatkan komitmen dan upaya Taiwan bersama negara mitra GCTF dalam meningkatkan keberlangsungan dan keamanan lingkungan maritim.
Upacara pembukaan hari ini dihadiri oleh perwakilan Asosiasi Pertukaran Jepang-Taiwan, Izumi Yutai, serta Duta Besar Saint Lucia untuk Taiwan, Robert Kennedy Lewis.
Petinggi dari Kantor Perwakilan Australia di Taiwan, Lachlan Crews, memberikan kesimpulan di upacara penutupan.
Sekitar 80 peserta, termasuk pembicara asing, pelajar, duta besar yang bertugas di Taiwan, serta pejabat dan ahli urusan kemaritiman Taiwan, menghadiri acara tersebut dan berdiskusi dengan antusias.
MOFA melanjutkan, pihak penyelenggara pada Kamis hari ini (19/10) mengatur jadwal kunjungan ke Keelung, guna melihat kapal penjaga pantai Jiayi dan menyambangi Museum Teknologi Kelautan Nasional.
Agenda di hari ini memiliki tujuan meningkatkan pemahaman dan interaksi antar peserta perihal kemaritiman di Taiwan.
MOFA menambahkan, GCTF didirikan melalui kerja sama antara Taiwan dengan Amerika Serikat pada Juni 2015.
GCTF juga menjadi platform penting untuk kerja sama empat pihak antara Taiwan, AS, Jepang, dan Australia. GCTF senantiasa mendiskusikan isu-isu global yang menjadi perhatian bersama di kawasan regional.
Hingga saat ini, telah diadakan 64 kegiatan pelatihan, baik di Taiwan maupun di luar negeri, dengan total lebih dari 7.000 partisipan dari 127 negara atau wilayah, baik yang hadir secara langsung maupun secara daring.