(Taiwan, ROC) Dalam rangka peduli pekerja migran asing di Taitung, mengobati rasa rindu mereka akan keluarga dan kampung halamannya, serta meringankan beban kerja mereka, mendorong hubungan pekerja- pemberi kerja agar terjalin dengan selaras dan harmonis, maka pemerintah kabupaten Taitung dan serikat pekerja jasa tata boga bekerja sama menggelar “lomba memasak” pada tanggal 20 Oktober 2024. Perlombaan ini menarik 8 tim, yang terdiri lebih dari 40 peserta yang datang dari berbagai negara. Di tempat kegiatan berlangsung dengan riuh meriah, tersebar aroma masakan yang menggugah selera, melalui kuliner memahami keberagaman budaya dan mempromosikan diversifikasi dalam hidup bersama. Direktur Departemen Sosial Chen Shu-lan (陳淑蘭) menyebut, saat ini di Taitung terdapat lebih dari 2.500 warga asing, hampir 70% diantaranya adalah pekerja sektor rumah tangga, dan pekerja migran menjadi bagian yang tidak boleh terabaikan dan telah menjadi mitra kerja.

Departemen sosial Pemkab Taitung menjelaskan, lomba memasak ini tidak hanya sekedar pesta kuliner, namun juga merupakan wadah pertukaran lintas budaya. Peserta dari Indonesia, Filipina dan lainnya menunjukkan kreasi mereka dalam menggunakan bahan-bahan lokal dan teknik memasak tradisional untuk menciptakan hidangan lezat yang penuh warna, rasa lezat yang menggugah selera. Para peserta berupaya keras untuk menghidangkan menu makanan mereka yang luar biasa dan membuat para hadirin berpesta. Acara ini juga mengundang juri profesional untuk menilai cita rasa, kreativitas dan penyajian hidangan untuk meningkatkan ketrampilan yang profesioanl dan minat ikut perlombaan. Pada akhirnya, "Tim Indonesia” berhasil memenangkan loma ini dan mendapat voucher belanja senilai NT$ 6.000 dolar dan sertifikat penghargaan.