Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Visi Misi Kandidat Presiden, Survei: Pekerja Mengharapkan Naik Gaji, Peningkatan Tunjangan dan Pengurangan Jam Kerja

04/01/2024 15:22
Penulis & Editor: 鄭蕙玲
Visi Misi Kandidat Presiden, Survei: Pekerja Mengharapkan Naik Gaji, Peningkatan Tunjangan dan Pengurangan Jam Kerja (foto:Rti)
Visi Misi Kandidat Presiden, Survei: Pekerja Mengharapkan Naik Gaji, Peningkatan Tunjangan dan Pengurangan Jam Kerja (foto:Rti)

(Taiwan, ROC) --- Mendekati pelaksanaan pemilu Taiwan 2024, sebuah survei diterbitkan oleh sebuah bank tenaga kerja pada Kamis hari ini (4/1) menunjukkan bahwa sebanyak 68% perusahaan di Taiwan bersedia memberlakukan &39;, dan 74% pekerja dipastikan akan memberikan suara mereka.

Adapun kebijakan pemerintah yang paling diharapkan oleh pekerja adalah kenaikan gaji, peningkatan kesejahteraan, dan pengurangan jam kerja.

Survei di atas diterbitkan oleh situs bank tenaga kerja, yes123, dengan mengumpulkan 1.400 kuesioner dari anggota, dan 1.034 kuesioner dari perusahaan.

Survei tersebut menemukan bahwa 74,3% pekerja dipastikan akan memberikan suara mereka, dan 68,1% perusahaan menyatakan bersedia menerapkan cuti untuk membiarkan karyawan mereka pulang kampung lebih awal, guna memberikan suara.

Seiring dengan pemilihan yang semakin memanas, 32,7% pekerja mengungkapkan bahwa mereka pernah berargumen dengan rekan kerja atau atasan mereka karena perbedaan pandangan politik. Di samping itu, ada 20,7% perusahaan yang melarang karyawan mereka membahas politik sama sekali ketika jam kerja.

Kebijakan tenaga kerja apa yang paling mengena yang pernah diutarakan oleh para kandidat? Survei tersebut menunjukkan, menurut prioritas yang ada, urutannya adalah tingkat gaji, manfaat karyawan, durasi jam kerja, sistem pensiun, dan mekanisme cuti.

Juru bicara situs yes123, Yang Tsung-pin (楊宗斌), juga mengamati bahwa kali ini banyak pekerja kantoran yang ingin terlibat dalam pekerjaan paruh waktu yang berkaitan dengan pemilu, guna meningkatkan peluang kerja sebagai admin media sosial, desainer materi promosi, dan pembawa acara siaran langsung. 

Yang Tsung-pin mengatakan, "Berbeda dengan pemilihan sebelumnya, di mana para kandidat lebih fokus pada kampanye di darat, dengan mendatangi pemilih secara langsung. Sekarang dengan semakin umumnya penggunaan internet dan pemilih yang semakin muda, mereka mulai mengadopsi model kampanye di udara, yaitu meningkatkan kehadiran online dan eksposur audio-visual. Ditambah lagi dengan fenomena politikus menjadi seperti selebriti internet, tentunya dibutuhkan lebih banyak admin media sosial, desainer materi promosi, dan pembawa acara siaran langsung."

Yang Tsung-pin juga mengingatkan bahwa pekerja kantoran memiliki hal untuk memantau situasi pemilu dan mengevaluasi kebijakan kandidat dengan tepat, tetapi juga harus menghormati pendapat orang lain, guna meningkatkan pemahaman tentang demokrasi. 

Dalam hal hak untuk memilih, pekerja yang memiliki hak suara bisa mengambil cuti satu hari, yang mana telah diatur dalam hukum di Taiwan. Jika pekerja bersangkutan harus lembur pada hari pemilihan, maka mereka dapat memilih antara mendapatkan bayaran lembur atau hari cuti pengganti.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解