Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Belajar dari APSIS 2024: Bagaimana Bersimbiosis untuk Ketahanan Hidup di Masa Depan

05/05/2024 11:10
Penulis & Editor: 李珮菁
Sesi siang APSIS 2024 menghadirkan 4 pembicara internasional
Sesi siang APSIS 2024 menghadirkan 4 pembicara internasional

(Taiwan, ROC) -- Asia Pacific Social Innovation Summit 2024 telah diselenggarakan pada tanggal 4 dan 5 Mei 2024, berlokasi di National Chi Nan University, Nantou, Taiwan. Dalam acara tersebut, salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah “keberlanjutan” (suistainability) dalam kehidupan sosial masyarakat dengan pendekatan ramah lingkungan.

Salah satu sesi acara yang berlangsung pada Sabtu, 4 Mei 2024 siang dengan tema “Simbiosis Lingkungan untuk Ketahanan Lingkungan” menghadirkan 4 pembicara, antara lain Shawn Kaihekulani Yamauchi Lum dari Singapura, Sam Yoonsuk Lee dari Korea Selatan, Chen Ren-ping (陳人平), dan Kelly Kok (郭雪貞) yang berasal dari Taiwan.

Sesi ini menarik banyak peminat, sebab Anda dapat mengetahui informasi bagaimana Singapura melakukan pendekatan simbiosis mutualisme antara manusia dan satwa liar, mempertahankan alam liar di tengah hiruk pikuk negara kota dan reklamasinya.

Ada pula Sam Yoonsuk Lee yang membahas bahan bangunan efisien nan ramah lingkungan. The Good Brick System nyatanya membantu masyarakat Nepal, khususnya mereka yang terdampak oleh gempa besar pada tahun 2015, sehingga mereka dapat kembali membangun kehidupan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendatangkan kesempatan usaha berkelanjutan.

Pembicara Chen Ren-ping membahas pulau kecil Xiao Liu Qiu yang diminati oleh para wisatawan, baik domestik maupun internasional. Terkait dengan hal tersebut, ia pun membentuk gerakan khusus. Selain melakukan pembersihan sampah pantai, Chen bersama keluarga dan teman-temannya bekerja sama dengan seniman lokal membuat “batu uang” yang dapat ditukar dan dijadikan kenang-kenangan, menarik para wisatawan untuk turut bersumbangsih dalam pembersihan lingkungan di Xiao Liu Qiu.

Pembicara terakhir, Kelly Kok merupakan direktur eksekutif organisasi Jane Goodall Institute Taiwan. Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung gerakan ramah lingkungan dan membantu satwa liar agar keseimbangan kehidupan antara manusia dan satwa liar tetap terjaga.

Keempat pembicara tersebut dalam sesi akhir memiliki kesimpulan bahwa manusia sebaiknya menjaga keseimbangan hidup dengan satwa dan alam di sekitar mereka demi keberlangsungan masa depan yang lebih baik.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解