Jelajah Kuliner
Bubur Ayam Abalon鮑魚滑雞粥: Dari Guangdong ke Meja Asia
Pernahkah Anda memperhatikan satu hal sederhana:
di hampir semua budaya Asia, ada satu makanan yang selalu hadir saat tubuh ingin sesuatu yang hangat… sesuatu yang menenangkan.
Makanan itu adalah bubur.
Di Indonesia kita menyebutnya bubur.
Di Tiongkok dikenal sebagai zhou.
Dan di Jepang kita mengenalnya sebagai okayu.
Meskipun berbeda nama, ide dasarnya sama:
beras dimasak lama dengan air, hingga butirnya pecah dan berubah menjadi hidangan lembut yang mudah dicerna.
Namun hari ini, di Jelajah Kuliner, kita tidak membahas bubur biasa.
Kita akan berjalan sedikit lebih jauh… menuju sebuah bubur yang membawa aroma laut dan kemewahan: bubur abalon.
Taiwan: Bubur yang hangat dan praktis
Di Taiwan, bubur seafood seperti ini cukup populer, terutama sebagai makanan sarapan atau makanan malam yang ringan.
Namun pendekatannya sering kali lebih praktis.
Banyak rumah tangga menggunakan abalon kalengan, yang sudah dimasak sebelumnya.
Cukup diiris tipis, lalu dimasukkan ke dalam bubur yang hampir matang bersama sedikit kuah dari kalengnya.
Kaldu itu memberikan rasa laut yang kuat tanpa perlu proses memasak yang rumit.
Taiwan juga sering menambahkan pelengkap seperti:
daun ketumbar, bawang goreng, atau bahkan potongan cakwe.
Teksturnya hangat, ringan, dan sangat cocok dimakan saat cuaca dingin.