Setiap awal April, Taiwan selalu memiliki libur yang dianggap cukup menyenangkan, biasanya berkisar antara 2-5 hari, tergantung apakah berdekatan dengan akhir pekan atau tidak. Libur ini terkait dengan Hari Anak dan Qing Ming Festival atau Ceng Beng di Taiwan.
Dalam acara hari ini kita akan bahas dulu Qing Ming Festival, sebab kegiatan doa atau sembahyang dan pembersihan makam sudah dimulai sejak dari sekarang.
Ceng Beng atau Qing Ming Festival merupakan ritual tahunan etnis Tionghoa, yaitu kegiatan sembahyang, ziarah kubur, dan membersihkan makam keluarga atau leluhur.
Hari Menyapu Kuburan (Hari Pembersihan Pusara) dan Festival Bersih Terang adalah terjemahan yang paling umum dalam mengartikan 'Qīngmíng 清明' (清qīng: bersih,明míng: terang)
Bagi orang Tionghoa, perayaan ini dilakukan untuk mengenang dan menghormati nenek moyang. Setiap orang berdoa di depan nenek nenek moyang, menyapu pusara dan bersembahyang dengan makanan, teh, arak, dupa, kertas sembahyang dan berbagai asesoris, sebagai persembahan kepada nenek nenek moyang. Upacara ini sangat penting bagi kebanyakan orang Tionghoa, terutama petani, dan biasanya dapat dilaksanakan 10 hari sebelum atau pada hari Qīngmíng 清明. Juga pada waktu Qīngmíng 清明, orang melakukan tamasya keluarga, petani mulai membajak sawah pada musim semi. Hal populer lain yang melakukan adalah memainkan layang-layang (dalam berbagai bentuk binatang, atau karakter dari Opera Cina). Praktik umum lainnya adalah membawa bunga daripada membakar kertas, dupa, atau petasan.
Tradisi peringatan Cengbeng sendiri sebenarnya dicetuskan oleh kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang pada tahun 732. Kaisar saat itu menilai kebiasaan masyarakatnya terlalu sering melaksanakan upacara bagi leluhur dan berbiaya mahal sehingga sering kali menyusahkan mereka sendiri. Kaisar menitahkan sejak saat itu upacara bagi para leluhur cukup dilakukan pada pertengahan musim semi atau Cengbeng saja.
Namun, tentu ada mitos atau legenda cerita rakyat yang mewarnai tradisi ini, di mana Anda dapat mendengarkannya di Acara Fengshui.
Terkait dengan tradisi dan perayaannya di Taiwan, ada hal yang juga sangat menarik.
Masyarakat Taiwan awal (terutama yang berasal dari Zhangzhou) biasanya membersihkan makam pada hari ketiga bulan ketiga kalender lunar (Festival Shangsi), menyebutnya "Qingming Kecil" atau "Festival Tiga Hari." Mereka menganggap "Qing" dalam Festival Qingming, dengan "Qing" mendahului "Ming," sebagai tabu yang bertentangan dengan legenda penggulingan dinasti Qing dan pemulihan dinasti Ming.
Pada tahun 1935, Pemerintah Nasionalis Republik Tiongkok, dalam upaya memodernisasi festival tradisional, secara resmi menetapkan tanggal 5 April sebagai "Hari Pembersihan Makam Nasional," menjadikannya hari libur nasional.
Peringatan Pemerintah menggabungkan peringatan Kematian Chiang Kai-shek: Chiang Kai-shek meninggal pada tanggal 5 April 1975 dengan Festival Qingming, yang menyebabkan kesalahpahaman umum bahwa Festival Qingming ditetapkan pada tanggal 5 April selama bertahun-tahun.
Pada tahun 2007, undang-undang diubah untuk menghapus peringatan kematian Chiang Kai-shek, mengembalikan Festival Qingming ke tanggal aslinya berdasarkan kalender surya (4 atau 5 April).