Banyak orang di masa sekarang yang mengenal Gerakan Bunga Matahari atau Sunflower Movement sebagai aksi protes mahasiswa yang menduduki gedung legislatif di Taiwan pada tahun 2014. Namun tahukah Anda, sebelumnya juga ada gerakan mahasiswa dengan nama Wild Lily?
Gerakan mahasiswa Wild Lily Taiwan (野百合學運; pinyin: Yě Bǎihé xué yùn) atau gerakan mahasiswa Maret adalah demonstrasi mahasiswa selama enam hari pada tahun 1990 untuk demokrasi. Aksi duduk di Lapangan Memorial di Taipei (yang kemudian diresmikan kembali sebagai Liberty Square untuk memperingati gerakan tersebut) diprakarsai oleh mahasiswa dari Universitas Nasional Taiwan. Partisipasi dengan cepat meningkat menjadi 22.000 demonstran. Para demonstran Wild Lily menginginkan pemilihan langsung presiden dan wakil presiden Taiwan serta pemilihan umum baru untuk semua perwakilan di Majelis Nasional.
Demonstrasi tersebut berlangsung dari tanggal 16 hingga 22 Maret 1990, bertepatan dengan pelantikan Lee Teng-hui pada tanggal 21 Maret 1990 untuk masa jabatan enam tahun sebagai presiden. Pemilihan yang dimenangkan Lee adalah pemilihan di mana hanya 671 anggota Majelis Nasional yang memberikan suara, hanya satu partai yang diakui, dan hanya satu kandidat yang maju. Proses ini merupakan ciri khas pemerintahan satu partai di bawah Kuomintang dan Chiang Kai-shek.
Para demonstran mengenakan bunga lili Formosa putih dan membuat replika raksasa bunga tersebut sebagai simbol demokrasi. Penggunaan bunga tersebut sebagai ikon kebebasan membangkitkan tradisi asli yang telah lama ada.
Pada hari pertama masa jabatannya yang baru, Lee Teng-hui menyambut lima puluh mahasiswa di Gedung Kepresidenan. Ia menyatakan dukungannya terhadap tujuan para mahasiswa dan menjanjikan demokrasi penuh di Taiwan yang dimulai dengan reformasi yang akan dimulai pada musim panas tahun itu.
Gerakan mahasiswa Wild Lily menandai titik balik penting dalam transisi Taiwan menuju demokrasi pluralistik. Enam tahun kemudian, Lee menjadi pemimpin Taiwan pertama yang terpilih secara populer, memperoleh 54% suara dalam pemilihan yang diikuti oleh lebih dari 95% pemilih yang memenuhi syarat.
Pendukung demokrasi terus berkumpul di Liberty Square setiap tanggal 21 Maret untuk memperingati peristiwa tersebut.