Agensi Ilegal di Miaoli Perbudak Pekerja Migran, Paksa Bekerja 16 Jam Sehari
Dengan modus operandi yang licik, sebuah sindikat agen ilegal berhasil memperdaya puluhan warga negara Thailand untuk bekerja di bawah kondisi yang tidak manusiawi di Miaoli. Menggunakan umpan foto wanita cantik di perkebunan serta iming-iming pekerjaan santai dengan gaji tinggi, sindikat yang digawangi seorang pria bermarga Lin (林姓) ini merekrut korban dari daerah-daerah terpencil di Thailand.
Kenyataan pahit segera terungkap setibanya di Taiwan. Para korban, yang datang dengan visa turis, diperlakukan layaknya barang dagangan yang fotonya diunggah untuk dipilih oleh para majikan ilegal. Mereka dipaksa bekerja lebih dari 16 jam sehari, dari sebelum fajar hingga larut malam, dengan upah yang sangat rendah, yakni hanya NT$100 per jam, yang bahkan masih dipotong secara sewenang-wenang oleh sindikat.
Kondisi hidup para korban pun sangat mengenaskan. Mereka ditempatkan di dalam kamar-kamar sempit yang dimodifikasi dari bak mobil boks bekas, jauh dari kata layak. Kasus ini mulai terkuak setelah dua korban yang berhasil melarikan diri menyerahkan diri ke kantor imigrasi di Kaohsiung. Penelusuran lebih lanjut oleh tim gabungan kepolisian dan imigrasi akhirnya berhasil membongkar praktik perdagangan manusia ini.
Dalam serangkaian operasi penangkapan yang dilakukan sejak November tahun lalu, pihak berwenang berhasil menahan 14 anggota sindikat, termasuk sang dalang utama. Tujuh orang korban berhasil diselamatkan dari sebuah kebun stroberi di kawasan Dahu, Miaoli. Saat ini, pihak berwenang masih terus melacak keberadaan korban-korban lain yang diduga masih terjebak dalam cengkeraman sindikat tersebut.
Pria Tak Dikenal Terobos Rumah Warga dan Lecehkan PMI, Pemilik Rumah Rilis Rekaman CCTV
Ketenaran kawasan Baishatun sebagai pusat ziarah keagamaan ternoda oleh ulah seorang pria tidak dikenal yang nekat menerobos masuk ke sebuah rumah dan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang pekerja migran perempuan. Insiden ini mendorong pemilik rumah untuk merilis rekaman kamera CCTV sebagai peringatan, sekaligus mengimbau para wisatawan untuk menghormati privasi penduduk setempat.
Kejadian bermula ketika seorang pekerja migran asal Indonesia bernama Ati (nama samara) sedang merapikan taman di halaman rumah majikannya. Seorang pria asing yang tampak seperti wisatawan mendekatinya, mengajaknya mengobrol, lalu tanpa izin masuk ke dalam rumah. Tidak hanya itu, pria tersebut bahkan mengambil beberapa kaleng minuman sebelum akhirnya secara mengejutkan menyentuh pipi Ati saat hendak pergi.
Ati, yang terkejut dengan perlakuan tersebut, menyatakan bahwa tindakan pria itu sangat tidak sopan. Pemilik rumah, Lo Tiao-pin (駱調彬), yang juga merupakan tokoh komunitas lokal, menegaskan bahwa rumahnya adalah ruang kehidupan pribadi dan bukan objek wisata. Ia mengecam keras tindakan penyusupan dan pelecehan tersebut sebagai sesuatu yang "tidak bisa dimaafkan."
Insiden ini menjadi pengingat keras menjelang puncak acara ziarah Baishatun Mazu yang akan dihadiri oleh ratusan ribu orang. Lo Tiao-pin mengingatkan bahwa di tengah keramaian, potensi terjadinya tindak kejahatan seperti pencopetan atau insiden serupa bisa meningkat. Ia mengimbau seluruh umat dan warga lokal untuk saling menjaga, meningkatkan kewaspadaan, dan yang terpenting, menjunjung tinggi etika serta menghormati ruang pribadi warga Baishatun.
Menyerahkan diri secara mandiri, denda dikurangi setengah
Beri satu kesempatan untuk diri sendiri - Segera pulang ke rumah
📍Harus tahu Peraturan terbaru yang direvisi
Mulai 1 Oktober 2025, mengenai penetapan alasan khusus dan standar pengurangan denda pada Undang-Undang Keluar Masuk Negara dan Imigrasi Pasal 74-1, ditambahkan revisi bahwa jumlah nominal denda untuk warga negara asing atau warga negara tanpa registrasi rumah tangga yang sudah tidak memiliki izin dapat dikurangi (overstay) ½ uang denda bagi yang menyerahkan diri sebelum ditangkap oleh instansi keamanan
📍Harus bekerja sama Perhatian tentang penyerahan diri secara mandiri
Jika Anda adalah warga negara asing atau warga negara tanpa registrasi rumah tangga yang tinggal melebihi batas waktu, kalua anda sudah menyerahkan diri kepade instansi keamanan.Anda tetap harus bekerja sama untuk melakukan tindakan di bawah ini
Membayar denda
Mengurus dokumen perjalanan
Keluar dari negara Taiwan sesuai batas waktu
Bagi yang tidak mematuhi peraturan, harus membayar denda dalam jumlah penuh!
Mengenal kekerasan seksual.
a. Apa itu kekerasan seksual ?
◎Kekerasan seksual bukan seks melainkan kekerasan, tindakan kasar, hubungan seks yang tanpa ijin. ◎Secara ringkas dijelaskan, segala hal yang tidak melalui persetujuan Anda, hubungan seks yang terjadi tidak melalui persetujuan Anda dan dilakukan dengan perkosaan, paksaan, ancaman, hipnotis atau cara lain yang bertentangan dengan kemauan Anda, semuanya tergolong dalam kekerasan seksual.
◎Selain itu, asalkan bukan kemauan anda disentuh oleh orang lain atau diraba di bagian tubuh manapun, selain itu sentuhannya mencapai tahap kecabulan, juga termasuk dalam kekerasan seksual.
Pada saat mengalami kekerasan seksual, apa yang harus dilakukan?
◎Jangan panik : jangan membuat pelaku gusar, juga jangan memukul balik , usahakan agar orang itu menjadi tenang, demi menghindari keadaan bertambah runyam.
◎Lindungi diri sendiri : khususnya bagian penting tubuh seperti kepala, wajah, leher, dada, perut dan lain-lain.
◎Berteriak keras meminta pertolongan : berteriak keras “ se huo le”, untuk menarik perhatian orang lain.
◎Cepat menyingkir : tinggalkan tempat kejadian menuju tempat yang aman, minta bantuan tetangga atau minta bantuan pada Pusat Pencegahan Kekerasan Seksual berbagai tempat.
◎Lapor polisi : melaporkan kejadian ke kantor polisi, minta bantuan berobat atau tinggal di pusat penampungan.
◎Ingat ciri-ciri pelaku.
◎Pertahankan tempat kejadian, jangan memindahkan atau menyentuh barang apapun.
◎Kenakan dulu pakaian luar atau jaket, jangan ganti pakaian.
◎Jangan mandi terlebih dulu untuk memudahkan pengambilan bulu rambut ataupun sperma pelaku.
◎Segera ke rumah sakit atau klinik untuk minta bukti diagnosa