Pada hari keberangkatan Ketua Kuomintang (KMT) Cheng Li-wun ke Tiongkok, Kepala Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok Song Tao tidak hanya menjemputnya di bandara, tetapi juga menggelar jamuan makan malam di Nanjing, bahkan secara khusus memilih Aula Perdamaian.
Dalam jamuan tersebut, pidato sambutan Song Tao menyebutkan bahwa hanya dengan berpegang teguh pada Konsensus 1992 dan menentang kemerdekaan Taiwan, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dapat terwujud. Sementara itu, dalam pidato bersulangnya, Cheng Li-wun menyatakan bahwa landasan politik Konsensus 1992 masih tetap relevan dan tak lekang oleh waktu.
Namun, mantan legislator KMT Hsu Yu-jen (許毓仁) memberikan peringatan bahwa Pertemuan Cheng-Xi adalah pertemuan dengan prasyarat, yang berpotensi membentuk strategi jalur ganda yakni dialog di satu sisi dan tekanan di sisi lain. Ke depannya, persaingan antara kubu pro-Tiongkok dan pro-Amerika Serikat di internal KMT mungkin akan lebih cepat mengemuka.
Ketua KMT Cheng Li-wun dan Kepala TAO Tiongkok Song Tao berjalan berdampingan. Papan reklame merah bertuliskan dua karakter besar "Jamuan Makan Malam". Jamuan yang digelar di Nanjing pada kemarin (7) ini sengaja memilih "Aula Perdamaian". Sebelum bersantap, pidato sambutan Song Tao maupun pidato bersulang Cheng Li-wun tak lepas dari Konsensus 1992.
Kepala TAO Tiongkok Song Tao mengatakan, “Hanya dengan berpegang teguh pada Konsensus 1992 dan menentang kemerdekaan Taiwan, perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dapat terwujud. Sebaliknya, Selat Taiwan akan tegang dan bergejolak.”
Ketua KMT Cheng Li-wun mengatakan, “Konsensus 1992 menentang kemerdekaan Taiwan, landasan politik ini masih tetap relevan dan tak lekang oleh waktu, serta menjadi jangkar penstabil hubungan lintas selat saat ini.”
Terlihat Cheng Li-wun merujuk pada teks pidatonya sepanjang waktu saat berbicara. Song Tao menyebut Konsensus 1992 sebanyak empat kali, sementara Cheng Li-wun menyebutnya dua kali. Terlebih lagi, dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini, di antara anggota rombongan Cheng Li-wun juga terlihat Ketua Presidium Komite Penasihat Pusat, Su Chi (蘇起).
Ketua Presidium Komite Penasihat Pusat Su Chi mengatakan, “Saya sudah datang berkali-kali.”
Ketua Komite Komunikasi Budaya KMT Yin Naijing (尹乃菁) mengatakan, “(Saat menjabat) Ketua Dewan Urusan Daratan (MAC), dialah pencetus Konsensus 1992.”
Kalimat ini merujuk pada fakta bahwa pada tahun 2000, saat Su Chi masih menjabat sebagai Ketua MAC, ia menciptakan istilah Konsensus 1992. Dalam kunjungannya ke Tiongkok kali ini, Su Chi menyatakan ingin mengusung prinsip "Damai", yang juga ditafsirkan sebagai bentuk dukungan terhadap garis kebijakan lintas selat Cheng Li-wun.
Namun, garis kebijakan ini mungkin akan memunculkan perbedaan pendapat. Mantan legislator KMT Hsu Yu-jen melalui laman Facebook-nya menyoroti bahwa Pertemuan Cheng-Xi ini akan memengaruhi arah politik KMT di masa depan dan berdampak pada arah strategis Taiwan secara keseluruhan.
Ia secara gamblang menyebut ini sebagai pertemuan dengan prasyarat, yang berpotensi membentuk strategi jalur ganda yakni dialog di satu sisi dan tekanan di sisi lain.
Hsu Yu-jen menyatakan bahwa Pertemuan Cheng-Xi telah memperoleh ruang untuk memengaruhi kebijakan Taiwan, sekaligus memberikan celah bagi kekuatan eksternal untuk mengintervensi proses pembentukan politik internal Taiwan. KMT kembali menjadi target utama yang diperebutkan oleh Tiongkok dan AS, dan persaingan antara kubu pro-AS dan pro-Tiongkok di internal KMT kemungkinan akan lebih cepat mengemuka.
Tepat setelah Lu Shiow-yen (盧秀燕) bertolak ke AS, Cheng Li-wun membawa Su Chi berkunjung ke Tiongkok. Bagaimana Cheng Li-wun menyuarakan dan mengimplementasikan Konsensus 1992 dalam kunjungan ke Tiongkok ini, semuanya akan disorot tajam.