Kehilangan bagi Kebun Binatang Shoushan, Singa Afrika di Taiwan, “Er Ge” yang Terkenal dengan Kekhasan Fisiknya Kini telah Pergi
Setelah kepergian gajah Afrika yang bernama Ali dan seekor harimau putih, “Zhaohai”, Kebun Binatang Shoushan di Kaohsiung kini kembali bersedih dengan kematian seekor binatang lainnya. Biro Pariwisata Pemerintah Kota Kaohsiung menyampaikan pada 14 April, bahwa “Er Ge”, seekor singa Afrika yang sangat disukai oleh para pengunjung. “Er Ge”mati dengan damai di pagi hari tanggal 13 April, ditemani oleh penjaga kebun binatang dan tim medisnya. Usia “Er Ge” adalah 23 tahun yang berarti setara dengan umur manusia yang berusia 100 tahun.
Pihak Kebun Binatang Shoushan menjelaskan, “Er Ge” yang berarti saudara kedua dibawa ke Kaohsiung dari Leofoo Village pada tahun 2010 dan telah hidup bersama dengan masyarakat Kaohsiung selama 16 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kesehatannya memburuk, dan ia menderita banyak tantangan fisiologis yang umum terjadi pada hewan tua, seperti glaukoma, fungsi hati yang abnormal, anemia, degenerasi tulang belakang, dan infeksi pulpa.
Meskipun telah menjalani berbagai perawatan dan operasi dari tim medis, memberikan makanan lunak, serta memperbaiki habitat untuk meningkatkan kualitas hidup hewan tersebut, "Er Ge" tidak dapat mengatasi efek penuaan dan meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 13 April. Kebun Binatang Shoushan menyatakan bahwa mereka akan terus meningkatkan kualitas perawatan hewan dan mengubah pengalaman berharga ini menjadi materi pendidikan kehidupan, memastikan bahwa kehidupan "Er Ge" tetap berharga.
Penjaganya, Li You-yi (李宥逸) menyampaikan, ketika pertama kali bertemu "Er Ge," singa itu berada di puncak kejayaannya, menampilkan keagungan dan kehadiran yang mengesankan yang unik. Bahkan setelah menjalani berbagai perawatan medis dalam beberapa tahun terakhir, singa itu tetap kuat, menunjukkan ketahanan luar biasa dari hewan liar. Dia sangat sedih atas kematiannya, tetapi juga tahu bahwa hidup memiliki akhirnya sendiri, dan waktu yang mereka habiskan bersama akan selalu dikenang di hati mereka.
Kepala Biro Pariwisata, Kao Min-lin (高閔琳) mengutarakan, kehidupan "Er Ge" menjadi saksi upaya dan pencapaian Kebun Binatang Shoushan dalam konservasi spesies dan pendidikan kehidupan. Merawat hewan yang sudah tua membutuhkan keahlian dan upaya profesional yang besar. Mekanisme perawatan dan pengobatan komprehensif kebun binatang, yang menemani "Er Ge" melalui tahap akhir hidupnya, adalah perwujudan terbaik dari penghormatan terhadap kehidupan.
Sebelum Tahun Baru Imlek tahun ini, "Ali" dan "Kakek Zhaohai" satu per satu mati karena usia mereka. "Ali" berusia 52 tahun, dan "Kakek Zhaohai" menemani warga Kaohsiung selama 14 tahun. Usia Zhaohai adalah 19 tahun, yang setara dengan lebih dari 90 tahun usia manusia.
Kaya Raya dan Berprestasi, Putri Terry Gou Memenangkan Kompetisi Pelajar Bergengsi di AS
Pendiri Foxconn, Terry Gou (郭台銘), dan istrinya, Tseng Hsin-ying (曾馨瑩), memiliki dua putri dan satu putra. Putri sulung mereka, "Niu Niu," baru-baru ini melakukan perjalanan ke Las Vegas, AS, untuk berpartisipasi dalam sebuah kompetisi bagi para pelajar, FIRST Robotics Competition (FRC), dan akhirnya memenangkan "Impact Award," penghargaan tertinggi, yang membuat ibunya sangat bangga.
Beberapa waktu lalu, Tseng Hsin-ying memposting foto di story Instagram, yang menunjukkan putrinya, Niu Niu, mengenakan bendera biru yang melambangkan penghargaan tertinggi di FRC, memegang piala dan sertifikat, serta mengenakan medali di lehernya, merayakan kemenangan bersama timnya. Niu Niu memiliki rambut panjang dan telah tumbuh menjadi wanita muda yang anggun, mirip dengan ibunya. Ternyata dia bukan hanya putri seorang miliarder tetapi juga seorang siswa berprestasi di bidang sains dan teknik. Ia bahkan menuliskan “Raid Zero id your Las Vegas Impact Award Winner, heart so full” yang berarti kemampuan putrinya sangat luar biasa dan ia sangat bangga akan hal itu.
FIRST Robotics Competition (FRC) yang diselenggarakan oleh organisasi nirlaba AS FIRST, disebut-sebut sebagai "Olimpiade Pelajar" di bidang teknik. Para siswa yang berpartisipasi harus membangun robot kelas industri dengan berat lebih dari 50 kilogram, mengintegrasikan kemampuan mekanik, pemrograman, dan kontrol elektronik, dari awal hanya dalam waktu delapan minggu. Kompetisi ini menggunakan mode "pertempuran aliansi" yang dibentuk secara acak, menguji tidak hanya keterampilan teknis tetapi juga menekankan penerapan strategis "kompetisi kooperatif" dan keterampilan diplomasi.
Niu Niu dan timnya memenangkan "Impact Award," penghargaan tingkat tertinggi dalam kompetisi ini, bahkan melampaui juara kompetisi robotika dalam hal prestise. Kriteria seleksi untuk penghargaan ini tidak hanya mempertimbangkan kinerja robot, tetapi lebih menekankan pada kontribusi tim dalam mempromosikan pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika), kontribusi sosial, dan kemampuan pembangunan berkelanjutan. Tim pemenang tidak hanya menjadi panutan bagi peserta di seluruh dunia, tetapi juga langsung mendapatkan tiket ke final dunia.
Topik Utama: Tantangan Karir Kaum Muda Saat Ini