Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Morris Chang (張忠謀)

17/04/2026 Apa & Siapa
Morris Chang (張忠謀) (WIKIPEDIA)
Morris Chang (張忠謀) (WIKIPEDIA)

Di dalam panteon para raksasa teknologi global, nama Morris Chang (張忠謀) menempati posisi yang unik dan tak tergantikan. Dijuluki sebagai Bapak Semikonduktor Taiwan, ia bukanlah seorang penemu gawai yang populer atau pencipta perangkat lunak yang digunakan miliaran orang. Kontribusinya jauh lebih fundamental dan bersifat arsitektural. Ia adalah seorang visioner bisnis yang merancang ulang seluruh fondasi industri semikonduktor global.

Melalui gagasannya yang radikal dalam mendirikan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) pada tahun 1987, Morris Chang tidak hanya meletakkan dasar bagi dominasi Taiwan dalam rantai pasok cip dunia, tetapi juga secara efektif mendemokratisasi inovasi dan mempercepat laju kemajuan teknologi modern itu sendiri.

Untuk memahami betapa revolusionernya gagasan Morris Chang, kita harus kembali ke lanskap industri semikonduktor pada era sebelum TSMC. Pada masa itu, dunia cip didominasi oleh model bisnis yang dikenal sebagai Pabrikan Perangkat Terintegrasi atau Integrated Device Manufacturer (IDM). Raksasa seperti Intel, Texas Instruments, dan Samsung menguasai seluruh proses dari hulu ke hilir, mereka merancang cip mereka sendiri, memproduksinya di pabrik (foundry) mereka sendiri, dan menjualnya dengan merek mereka sendiri.

Model ini menciptakan sebuah benteng yang nyaris tak tertembus. Biaya untuk membangun sebuah pabrik semikonduktor sangatlah mahal, mencapai miliaran dolar, sehingga hanya perusahaan-perusahaan raksasa dengan modal tak terbatas yang mampu bermain di industri ini.

Akibatnya, para perancang cip yang brilian namun tidak memiliki pabrik sendiri tidak punya pilihan selain menjual desain mereka kepada para raksasa IDM atau impian mereka mati di atas kertas. Inovasi pun tersentralisasi dan berjalan dalam ritme yang ditentukan oleh segelintir pemain besar.

工研院院長張忠謀談:工研院要為工業闢財路|天下雜誌

 Dijuluki sebagai Bapak Semikonduktor Taiwan, Morris Chang bukanlah seorang penemu gawai yang populer atau pencipta perangkat lunak yang digunakan miliaran orang. Foto: YAHOO

Di tengah status quo inilah Morris Chang, yang saat itu telah malang melintang selama puluhan tahun di Texas Instruments, datang dengan sebuah ide yang pada awalnya dianggap gila, yaitu sebuah perusahaan yang hanya fokus pada satu hal, yakni memproduksi cip untuk perusahaan lain.

Ia membayangkan sebuah pengecoran wafer murni (pure-play wafer foundry), sebuah pabrik yang tidak memiliki produknya sendiri dan tidak bersaing dengan pelanggannya. TSMC akan menjadi mitra manufaktur yang netral dan terpercaya, sebuah dapur canggih yang bisa disewa oleh para koki atau perancang cip dari seluruh dunia untuk memasak resep-resep silikon mereka.

Model bisnis ini secara drastis menurunkan ambang batas untuk masuk ke industri semikonduktor. Kini, perusahaan rintisan yang inovatif bisa fokus pada keunggulan mereka, yaitu merancang cip yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih canggih, tanpa harus memikirkan beban investasi pabrik yang mustahil.

Dampak dari model pengecoran murni ini sungguh luar biasa dan terasa hingga hari ini. Ia melahirkan gelombang baru perusahaan fabless (tanpa pabrik) yang kini menjadi nama-nama besar di dunia teknologi, seperti NVIDIA di bidang grafis dan kecerdasan buatan, Qualcomm di bidang komunikasi seluler, dan bahkan Apple yang kini merancang prosesor seri-M mereka sendiri yang canggih.

Semua perusahaan ini dapat berkembang pesat karena mereka bisa mengandalkan keahlian manufaktur TSMC. Pembagian kerja antara desain dan manufaktur ini mendorong efisiensi dan spesialisasi ke tingkat yang baru, mempercepat siklus inovasi di seluruh sektor teknologi, mulai dari ponsel pintar, pusat data, hingga kendaraan otonom.

Visi Morris Chang telah mengubah Taiwan dari sekadar pusat perakitan menjadi jantung dari ekosistem teknologi global, sebuah Perisai Silikon yang kepentingannya diakui di seluruh dunia.

Kisah pendirian TSMC juga merupakan kisah tentang visi pemerintah Taiwan pada era 1970-an dan 1980-an. Menghadapi krisis diplomatik dan ekonomi, pemerintah memutuskan untuk bertaruh pada industri teknologi tinggi.

Mereka mengundang Morris Chang, yang saat itu sudah menjadi eksekutif senior di Amerika, untuk kembali ke Taiwan dan memimpin Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI). Dari sinilah, dengan dukungan dana pembangunan pemerintah dan investasi dari perusahaan seperti Philips, TSMC lahir.  

Keputusan Morris Chang untuk menolak tawaran investasi dari Intel, yang bersikeras pada model IDM, menjadi salah satu keputusan bisnis paling krusial dalam sejarah. Ia teguh pada visinya tentang sebuah pengecoran murni, sebuah keyakinan yang pada akhirnya tidak hanya membangun sebuah perusahaan bernilai ratusan miliar dolar, tetapi juga merombak tatanan industri semikonduktor dunia untuk selamanya.

台積電CEO原本可能是他!張忠謀自傳爆料曾問過黃仁勳- 財經- 中時新聞網

Morris Chang (kiri) dan pendiri Nvidia Jensen Huang (黃仁勳). Foto: YAHOO

Perjalanan Seorang Titan: Dari Pengungsian Perang Hingga Membangun Imperium Silikon

Kisah hidup Morris Chang adalah sebuah epik modern yang membentang melintasi benua, perang, dan revolusi teknologi. Jauh sebelum ia dikenal sebagai pendiri TSMC dan arsitek industri semikonduktor modern, hidupnya ditempa oleh serangkaian perpindahan, ketidakpastian, dan sebuah momen kegagalan akademis yang secara ironis ia sebut sebagai keberuntungan terbesar dalam hidupnya.

Perjalanan hidupnya dari seorang anak pengungsi yang terpaksa berpindah-pindah akibat gejolak perang di Tiongkok hingga menjadi seorang titan industri di Amerika dan Taiwan, adalah sebuah bukti nyata dari ketahanan, kecerdasan, dan kemampuan luar biasa untuk mengubah tantangan menjadi peluang.

Lahir pada tahun 1931 di Ningbo, Zhejiang, masa kecil Morris Chang jauh dari kata stabil. Ayahnya, seorang pejabat keuangan, harus memindahkan keluarganya berkali-kali untuk menghindari dampak brutal dari Perang Tiongkok-Jepang Kedua dan Perang Saudara yang menyusul.

Dari Ningbo ke Nanjing, lalu ke Guangzhou yang dibombardir oleh pesawat Jepang, hingga mengungsi ke Hong Kong yang kemudian juga jatuh ke tangan Jepang, dan akhirnya ke ibu kota masa perang, Chongqing.

Setiap perpindahan adalah sebuah perjuangan untuk bertahan hidup, sebuah pelajaran dini tentang adaptasi di tengah kekacauan. Setelah perang usai, keluarganya sempat kembali ke Shanghai, namun gejolak perang saudara kembali memaksa mereka mengungsi ke Hong Kong pada tahun 1948. Rangkaian peristiwa traumatis ini membentuk karakter Chang menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah.

Pada tahun 1949, babak baru dalam hidupnya dimulai ketika ia dikirim ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia awalnya diterima di Universitas Harvard, namun setahun kemudian memutuskan untuk pindah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang lebih bergengsi di bidang teknik.

Di sinilah ia meraih gelar sarjana dan magister di bidang teknik mesin. Namun, di sini pula ia menghadapi sebuah rintangan besar. Setelah dua kali gagal dalam ujian kualifikasi untuk program doktoralnya, ia dihadapkan pada pilihan sulit, mencoba lagi atau menyerah pada impian akademisnya dan memasuki dunia kerja.

書摘/護國神山台積電崛起秘密曝光民族英雄張忠謀18歲時超帥

Morris Chang muda. Foto: YAHOO

Ia memilih yang kedua, sebuah keputusan yang kelak ia syukuri. Kegagalan ini memaksanya keluar dari menara gading akademis dan mendorongnya ke sebuah industri yang saat itu masih dalam masa pertumbuhan, yakni semikonduktor.

Titik masuknya ke dunia silikon terjadi secara kebetulan. Ia dihadapkan pada dua tawaran kerja, satu dari Ford Motor, dan satu lagi dari Sylvania Electric Products di divisi semikonduktor mereka.

Tawaran dari Ford sebenarnya lebih menarik, namun gajinya US$1 lebih rendah per bulan dibandingkan Sylvania. Dengan pertimbangan pragmatis seorang pemuda, ia memilih Sylvania, dan sejak saat itu, takdirnya terpatri di industri semikonduktor.

Kariernya benar-benar meroket setelah ia pindah ke Texas Instruments (TI) pada tahun 1958. Selama 25 tahun mengabdi di TI, ia meniti karier dari seorang manajer teknik hingga menjadi salah satu eksekutif puncak yang bertanggung jawab atas bisnis semikonduktor global perusahaan.

Di TI lah ia mengasah pemahamannya yang mendalam tentang seluk-beluk manufaktur cip dan mulai melihat celah dan inefisiensi dalam model IDM yang dominan. Selama periode ini pula, ia menyelesaikan program doktoralnya di Universitas Stanford, menebus kegagalannya di MIT.

退休3年仍勤閱讀、打橋牌!張忠謀今迎91大壽,聊起最愛雜誌:這本看70年沒停過- 幸福熟齡

Morris Chang di masa senjanya. Foto: YAHOO

Pada tahun 1985, sebuah panggilan dari tanah air leluhurnya mengubah arah hidupnya sekali lagi. Diundang oleh para teknokrat visioner Taiwan seperti Sun Yun-suan (孫運璿), ia diminta untuk kembali dan memimpin Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI).

Dengan pengalaman puluhan tahun di jantung industri semikonduktor AS dan sebuah model bisnis revolusioner yang telah lama ia pendam, Morris Chang menerima tantangan tersebut.

Dua tahun kemudian, pada tahun 1987, ia mendirikan TSMC. Sisa dari kisah ini adalah sejarah. Ia tidak hanya membangun sebuah perusahaan, tetapi sebuah imperium. Bahkan setelah pensiun secara resmi pada tahun 2018, pengaruhnya tetap terasa.

Ia terus menjabat sebagai perwakilan Taiwan dalam forum ekonomi APEC, sebuah peran yang menunjukkan statusnya sebagai seorang negarawan industri. Kehidupannya setelah pensiun diisi dengan kegiatan yang ia cintai, seperti bermain bridge dan menulis autobiografinya, sebuah cerminan dari seorang pria yang, setelah mengubah dunia, kini menikmati ketenangan dari warisan yang telah ia bangun.

Ikuti Program & Podcast
(foto: Canva)
Apa & Siapa
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Jumat
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解