Perekonomian Daratan Tiongkok sedang mengalami perlambatan yang berkepanjangan, persaingan di dunia kerja sangat sengit, dan generasi muda semakin kehilangan motivasi untuk berjuang. Mulai dari fenomena "kelompok rebahan" hingga tren terkini yang disebut "generasi 10 pantangan" (atau sepuluh 'tidak'), hal ini memicu perbincangan hangat di kalangan netizen lintas selat. Yang dimaksud dengan "10 pantangan " adalah: tidak mendonor darah, tidak bersedekah, tidak menikah, tidak mudah tersentuh secara emosional, tidak membeli rumah, tidak memiliki anak, tidak membeli lotre, tidak bermain saham, tidak membeli reksa dana, dan tidak menolong orang tua yang jatuh. Secara keseluruhan, generasi muda diliputi pesimisme yang pekat dan tidak memiliki aspirasi untuk masa depan.
Lalu, bagaimana dengan Generasi Z di Taiwan? Sebuah survei yang dilakukan oleh 1111 Job Bank kepada para lulusan baru menanyakan, "Apakah Anda pernah merasa tidak ingin bekerja keras lagi?" Hasilnya menunjukkan bahwa 67% merasa bahwa kerja keras tidak sebanding dengan imbalan yang didapat; 45,2% merasa tidak akan bisa membeli rumah meskipun bekerja sekeras mungkin; 32,5% merasa tidak ada peluang promosi atau perpindahan kerja; 25,3% merasa kecewa dengan budaya kerja; dan 23,7% sering meragukan nilai dan kemampuan diri sendiri.
Survei lebih lanjut menunjukkan bahwa kesulitan terbesar yang dikhawatirkan oleh para lulusan baru di tempat kerja adalah: gaji awal terlalu rendah (45,1%), gaji tidak cukup untuk membiayai biaya hidup (41,1%), kenaikan gaji lambat (34,6%), jam kerja terlalu panjang (32,2%), dan bertemu atasan yang semena-mena (27,4%).