Dalam laporan "Analisis Opini Publik tentang Nilai dan Kecenderungan Generasi Muda", terkait topik pengeluaran dan biaya hidup generasi muda menunjukkan kata-kata seperti "kualitas hidup", "hiburan", "digital", "mode", "kenikmatan", "miskin elegan" (exquisite poverty).
Laporan tersebut mengatakan, "Generasi ini secara umum merasa cemas dengan biaya hidup, terutama tingginya biaya makan dan sewa di Taipei. Di sisi lain, mereka juga sangat memperhatikan kualitas hidup, antusias dalam mengeluarkan uang untuk hiburan, olahraga, belajar, dan traveling, mengejar kepuasan ganda baik materi maupun spiritual”.
Mengapa meskipun biaya hidup tinggi, generasi muda tetap menganggap konsumsi sebagai cara penting untuk meningkatkan kebahagiaan? Analisis lebih lanjut menemukan bahwa generasi muda menyadari bahwa di tengah kenaikan berbagai biaya, betapapun kerasnya mereka berusaha menambah pendapatan dan menghemat pengeluaran, pada akhirnya mereka tetap tidak akan mampu membeli mobil dan rumah. Oleh karena itu, mereka lebih memilih mengalihkan tujuan dari hal-hal eksternal menuju kekayaan batin diri sendiri. Hal inilah yang kemudian memunculkan kebiasaan hidup 'miskin elegan' pada sebagian generasi muda, yaitu memuaskan hati melalui konsumsi."