Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Tiongkok Tekan 3 Negara Transit, Kunjungan Lai Ching-te ke Eswatini Dibatalkan Mendadak

23/04/2026 Kedai RTISI
Tiongkok Tekan 3 Negara Transit, Kunjungan Lai Ching-te ke Eswatini Dibatalkan Mendadak (RtiSI)
Tiongkok Tekan 3 Negara Transit, Kunjungan Lai Ching-te ke Eswatini Dibatalkan Mendadak (RtiSI)

Presiden Lai Ching-te (賴清德) awalnya dijadwalkan akan mengunjungi negara diplomatik di Afrika, Eswatini. Namun, Istana Kepresidenan menggelar konferensi pers darurat. Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan, Pan Men-an (潘孟安), menyatakan bahwa akibat tekanan Tiongkok, tiga negara yang meliputi Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar, dalam kondisi tanpa peringatan, membatalkan izin terbang pesawat khusus tanpa alasan yang jelas.

Menanggapi hal ini, Pan Men-an juga menyatakan bahwa Taiwan berhak melangkah ke dunia internasional.

Saat Presiden Lai Ching-te dilantik pada tahun 2024, Raja Eswatini Mswati III juga hadir, menyimbolkan persahabatan diplomatik yang erat antara Taiwan dan Eswatini. Kali ini, untuk merayakan perayaan Raja Eswatini, Lai Ching-te awalnya dijadwalkan mengunjungi Eswatini pada tanggal 22 April 2026, tetapi tiba-tiba dibatalkan.

Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan Pan Men-an, mengatakan, “Tiga negara, yakni Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar, dalam kondisi tanpa peringatan, membatalkan izin terbang pesawat khusus tanpa alasan yang jelas. Alasan sebenarnya adalah tekanan kuat dari otoritas Tiongkok, termasuk paksaan ekonomi.”

Pihak Istana awalnya merencanakan kunjungan selama 6 hari, tanpa transit di Amerika Serikat di tengah perjalanan, dan akan terbang langsung menuju Eswatini, tetapi langsung dibatalkan 14 jam sebelum keberangkatan.

Alasan utamanya adalah karena adanya masalah transit penerbangan. Jika melihat lebih jauh letak Eswatini, karena merupakan negara terkurung daratan, bagaimanapun pesawat presiden terbang, pasti akan melewati negara-negara sekitarnya, termasuk Madagaskar, Mauritius, dan Seychelles.

Negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok ini tiba-tiba membatalkan izin terbang pesawat Taiwan, tiada lain karena mendapat tekanan dari Tiongkok.

Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan Pan Men-an, mengatakan, “Hal ini justru membuktikan bahwa apa yang disebut sebagai "niat baik Tiongkok" adalah palsu, sementara ancamannya adalah nyata.”

 “Rakyat Taiwan berhak melangkah ke dunia internasional, tidak ada negara mana pun yang berhak menghalangi, dan juga tidak akan mampu menghalanginya,” lanjutnya.

Sebelumnya, saat Presiden Lai dipastikan akan melakukan kunjungan, Kantor Urusan Taiwan (TAO) Tiongkok telah menyampaikan protes keras. Awalnya dijadwalkan berangkat pada pagi hari tanggal 22 April 2026, dan tak disangka kunjungan tersebut dibatalkan hanya 14 jam sebelum keberangkatan.

Sekretaris Jenderal Istana Kepresidenan Pan Men-an, mengatakan, “Presiden akan menunjuk utusan khusus lainnya untuk menghadiri acara perayaan nasional ganda Eswatini.”

Presiden Lai mengunggah tulisan di Facebook, mengecam tindakan penindasan Tiongkok yang selain merusak status quo keamanan kawasan, juga melukai perasaan rakyat Taiwan, serta sekali lagi menunjukkan dampak bahaya negara otoriter terhadap tatanan internasional serta perdamaian dan stabilitas.

Pada bulan Desember 2024, Presiden Lai pernah sukses mengunjungi negara sekutu di Oseania, Kepulauan Marshall. Siapa sangka kunjungan kedua yang telah direncanakan kali ini justru menemui gangguan dari pihak Tiongkok, yang dikhawatirkan akan membuat hubungan lintas selat menjadi semakin tegang.

 

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解