Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Yen Chia-kan

01/05/2026 Apa & Siapa
Yen Chia-kan (WIKIPEDIA)
Yen Chia-kan (WIKIPEDIA)

Dalam sejarah panjang Republik Tiongkok di Taiwan, sedikit tokoh yang meninggalkan jejak sekuat Yen Chia-kan (嚴家淦). Lahir pada 23 Oktober 1905 di Kabupaten Wu, Provinsi Jiangsu, dengan leluhur dari Kabupaten Yin, Zhejiang - kini dikenal sebagai Kota Ningbo - Yen bukan sekadar birokrat karier biasa. Ia adalah seorang pakar ekonomi dan keuangan yang kariernya membentang dari era perang hingga masa pembangunan ekonomi Taiwan, dari jabatan Kepala Departemen Keuangan Provinsi hingga kursi kepresidenan.

Ketika Chiang Kai-shek (蔣介石) wafat pada April 1975, Yen Chia-kan tampil sebagai presiden sipil pertama dalam sejarah Republik Tiongkok, ini merupakan sebuah pencapaian yang tidak banyak disorot, namun memiliki makna konstitusional yang signifikan.

 

Dari Bangku Kuliah hingga Medan Perang Ekonomi

Yen Chia-kan menempuh pendidikan dasar SD Mudu di Jiangsu, sebelum melanjutkan ke Universitas St. John di Shanghai dan lulus pada tahun 1926. Karier awalnya dimulai di sektor transportasi. Pada tahun 1931 ia menjabat sebagai Kepala Departemen Material di Biro Manajemen Kereta Api Nanjing-Shanghai-Hangzhou-Ningbo. Namun panggung sesungguhnya baru terbuka ketika Jepang melancarkan agresi militer ke Tiongkok.

Pada tahun 1938, Yen ditugaskan sebagai Kepala Departemen Pembangunan Pemerintah Provinsi Fujian, berjibaku memulihkan infrastruktur transportasi yang lumpuh akibat pendudukan Jepang atas pelabuhan-pelabuhan pangan strategis. Setahun kemudian ia beralih menjadi Kepala Departemen Keuangan Fujian, di mana ia menunjukkan kecakapan luar biasa, yakni menghapuskan lebih dari 70 jenis pajak rupa-rupa, menyeimbangkan anggaran provinsi tanpa defisit, dan memelopori sistem "Pemungutan Pajak Tanah dalam Bentuk Barang".

Di kala tersebut, ini sebuah terobosan yang menggantikan pembayaran pajak tunai dengan hasil pertanian nyata, guna melindungi petani dari fluktuasi harga dan praktik penimbunan.

Sistem ini kemudian didorong oleh Kementerian Keuangan untuk diterapkan secara nasional. Pada tahun 1945, menjelang akhir perang, ia menangani implementasi Undang-Undang Pinjam-Sewa Amerika Serikat serta pinjaman bilateral Tiongkok-Inggris dan Tiongkok-Kanada.

 undefined

Yen Chia-kan saat lulus dari Universitas St. John di Shanghai. Foto: WIKIPEDIA

Bapak NT$: Reformasi yang Menyelamatkan Ekonomi Pulau

Babak paling bersejarah dalam karier Yen Chia-kan dimulai pada 16 Oktober 1945, ketika Pemerintah Nasional menunjuknya sebagai Kepala Departemen Transportasi di Kantor Kepala Eksekutif Provinsi Taiwan. Bersama Chen Yi (陳儀), ia terbang dari Shanghai ke Taipei untuk mengemban jabatan baru, dan hadir dalam upacara penandatanganan penyerahan diri Jepang di Balai Kota Taipei pada 25 Oktober 1945.

Tahun berikutnya ia dipindahtugaskan menjadi Kepala Departemen Keuangan Provinsi Taiwan, sekaligus menjabat sebagai Ketua pertama Bank of Taiwan pasca-restrukturisasi.

Di tengah kekacauan hiperinflasi yang melanda, Yen Chia-kan merancang dan mengeksekusi reformasi moneter yang menjadi warisan terbesarnya. Pada 15 Juni 1949, New Taiwan Dollar (NT$) resmi diterbitkan dengan nilai tukar 40.000 Dolar Taiwan Lama untuk NT$1.

Langkah ini secara efektif memutus hubungan keuangan antara Taiwan dengan daratan Tiongkok yang tengah dilanda kekacauan, sekaligus memanfaatkan kebijakan suku bunga tinggi untuk menyerap modal likuid di pasar.

Hasilnya nyata, inflasi mereda dan kekacauan harga barang berhasil dikendalikan. Atas jasa inilah Yen Chia-kan dijuluki "Bapak NT$", sebuah gelar yang melekat hingga akhir hayatnya.

Namun perjalanan Yen Chia-kan di masa pascaperang tidak sepenuhnya mulus. Saat Insiden 28 Februari 1947 meletus, ia bersama tiga pejabat lain dituduh oleh kelompok masyarakat Taiwan sebagai "Empat Penjahat", pejabat yang dianggap bertanggung jawab atas kegelapan politik dan penderitaan rakyat.

Saat itu Yen Chia-kan sedang berada di Taichung untuk menghadiri rapat pemegang saham Chang Hwa Bank. Ia segera diselamatkan oleh tokoh terkemuka Lin Hsien-tang (林獻堂) dan bersembunyi di atap rumah keluarga Lin di Wufeng hingga situasi mereda.

undefined

Yen Chia-kan (kanan) bersanding dengan Chiang Kai-shek (kiri). Foto: WIKIPEDIA 

Tangga Karier: Dari Menteri hingga Perdana Menteri

Setelah badai politik berlalu, karier Yen Chia-kan kembali menanjak dengan pesat. Pada Januari 1950 ia menjabat sebagai Menteri Perekonomian, lalu beralih menjadi Menteri Keuangan pada Maret di tahun yang sama. 

Dalam jabatan ini ia bernegosiasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional untuk memangkas pemborosan anggaran militer, termasuk memberantas praktik pemalsuan jumlah personel. Ia juga menetapkan sistem anggaran modern, menerapkan peraturan pemungutan pajak terpadu, dan membantu Perdana Menteri Chen Cheng (陳誠) mendorong reformasi pertanahan bersejarah berupa pelepasan tanah publik dan program tanah untuk penggarap"

Pada Juni 1954, Yen Chia-kan diangkat sebagai Gubernur Provinsi Taiwan, merangkap Komandan Keamanan. Ia memimpin pemindahan pemerintah provinsi ke Kabupaten Nantou dan menginspirasi pembangunan Desa Baru Zhongxing dengan mengadaptasi model kota baru London.

Pada Maret 1958, ia kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan untuk periode kedua, sehingga total masa jabatannya di posisi tersebut mencapai hampir 10 tahun. Pada periode kedua ini ia mendorong reformasi lebih ambisius melalui "Sembilan Belas Poin Langkah Reformasi Ekonomi dan Keuangan" serta Peraturan Insentif Investasi yang berdampak luas bagi iklim investasi Taiwan.

Pada Desember 1963, ia dilantik sebagai Perdana Menteri, ini adalah jabatan yang kelak ia emban selama total 3.090 hari atau sekitar 8 tahun 5 bulan, menjadikannya Perdana Menteri dengan masa jabatan tunggal terlama dalam sejarah Yuan Eksekutif.

 undefined

Foto: WIKIPEDIA

Wakil Presiden dan Presiden: Tiga Tahun yang Tenang Namun Bersejarah

Pada 22 Maret 1966, melalui pemilihan Majelis Nasional, Yen Chia-kan terpilih sebagai Wakil Presiden dengan 782 suara dari 1.416 perwakilan yang hadir, menjadi Wakil Presiden dari kalangan sipil pertama dalam sejarah Republik Tiongkok. Ia terpilih kembali pada 21 Maret 1972 untuk periode kedua, sekaligus melepaskan jabatan Perdana Menteri yang diserahkan kepada Chiang Ching-kuo (蔣經國).

Sebagai Wakil Presiden, Yen Chia-kan aktif menjalankan diplomasi internasional. Pada Mei 1967, ia mengunjungi Amerika Serikat dan bertemu Presiden Lyndon B. Johnson, berhasil mengamankan komitmen kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi pasca penghentian bantuan AS, termasuk pendirian Atase Sains dan Teknologi di Kedutaan Besar Republik Tiongkok.

Pada Juli di tahun yang sama, ia mewakili Presiden Chiang menghadiri pertemuan informal para pemimpin Republik Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan di Seoul.

Pada 5 April 1975, Chiang Kai-shek wafat. Sesuai ketentuan Konstitusi, Yen Chia-kan dilantik sebagai Presiden pada 6 April pukul 11 pagi, ia pun menjadi presiden sipil pertama Republik Tiongkok.

Masa jabatannya berlangsung tiga tahun hingga 20 Mei 1978, bertepatan dengan periode pembangunan Sepuluh Proyek Konstruksi Utama yang meletakkan fondasi infrastruktur modern Taiwan.

Pada 18 Juni 1975, ia mendorong "Proyek Chang'an" untuk pengembangan rudal pertahanan pertama Taiwan.

Pada 9 Juli 1977, ia menjadi Presiden pertama yang mengunjungi negara sekutu  Arab Saudi sejak Pemerintah Republik Tiongkok pindah ke Taiwan. Karena Chiang Ching-kuo memegang kekuasaan nyata sebagai Ketua KMT dan Perdana Menteri, dunia luar umumnya memasukkan masa jabatan Yen ke dalam era pemerintahan Chiang Ching-kuo.

 undefined

Tahun 1956, Gubernur Provinsi Taiwan Yen Chia-kan (kiri) menyampaikan perintah sensus penduduk melalui Stasiun Radio Polisi Provinsi Taiwan. Foto: WIKIPEDIA

Warisan dan Kepergian

Pada September 1986, Yen Chia-kan mengalami pendarahan otak saat memimpin rapat. Tujuh tahun kemudian, pada malam 24 Desember 1993, ia wafat di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei akibat stroke berkepanjangan yang menyebabkan gagal jantung, dalam usia 88 tahun.

Upacara pemakaman kenegaraan digelar di Aula Zhongzheng Universitas Angkatan Bersenjata di Dazhi, dihadiri Presiden Lee Teng-hui (李登輝) dan Perdana Menteri Lien Chan (連戰). Dua puluh satu tembakan meriam penghormatan mengantar kepergiannya. Ia dimakamkan di Pemakaman Percontohan Militer Nasional Wuzhishan di Distrik Xizhi, Kota New Taipei.

Mereka yang mengenal Yen Chia-kan menggambarkannya sebagai sosok yang anggun, teliti, dan mudah didekati , seseorang yang memegang prinsip "mundur selangkah untuk berpikir" dan "menempatkan diri pada posisi orang lain" sebagai kompas hidupnya.

Chiang Kai-shek sendiri pernah menggambarkannya sebagai "luwes di luar namun teguh di dalam, adil dan tidak egois."

Pada tahun 2025, Taman Peringatan Yen Chia-kan diresmikan di Taipei untuk memperingati 120 tahun kelahirannya, mengabadikan warisan seorang negarawan yang dengan tenang dan konsisten membangun fondasi ekonomi Taiwan modern.

Ikuti Program & Podcast
(foto: Canva)
Apa & Siapa
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Jumat
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解