Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jiwa Muda - Agent from Above, Serial Netflix asal Taiwan yang Masuk Top 10 Bahasa Asing (di Luar Bahasa Inggris)

Poster "Agent from Above", Serial Netflix asal Taiwan yang Masuk Top 10 Bahasa Asing (foto: Netflix Taiwan)
Poster "Agent from Above", Serial Netflix asal Taiwan yang Masuk Top 10 Bahasa Asing (foto: Netflix Taiwan)
Universitas Nasional Taiwan, salah satu universitas terbaik di Taiwan dan dunia (foto: Times Higher Education)
Universitas Nasional Taiwan, salah satu universitas terbaik di Taiwan dan dunia (foto: Times Higher Education)
Anjing yang menjaga tuannya di Keelung (foto: Kepolisian Keelung & warga via MSN)
Anjing yang menjaga tuannya di Keelung (foto: Kepolisian Keelung & warga via MSN)

Internasionalisasi Pendidikan Membuat Lulusannya jadi Incaran Dunia, Taiwan Berusaha Mempertahankan Talenta

Fakultas Inovasi Internasional dari Universitas Nasional Cheng-chi (NCCU) menyelenggarakan forum tentang internasionalisasi pendidikan tinggi di Taiwan beberapa waktu lalu. Para ahli menyoroti adanya kesenjangan “pendidikan, pekerjaan, dan imigrasi” di Taiwan, menyampaikan keprihatinan, bahwa gelar-gelar Taiwan menjadi batu loncatan bagi talenta-talenta internasional. Kementerian Pendidikan Taiwan (MOE) menanggapi, pihaknya telah aktif untuk mempertahankan dan menarik talenta dalam beberapa tahun terakhir.

Forum dengan judul “Praktik Inovatif dalam Internasionalisasi Pendidikan Tinggi di Taiwan: Peluang dan Tantangan," tersebut mengeksplorasi bagaimana pendidikan tinggi Taiwan dapat membentuk kembali strategi persaingan talenta melalui inovasi internasional.

Chairperson dari Center for Asia-Pacific Resilience and Innovation (CAPRI), Shirley Lin (林夏如) menyampaikan, Taiwan telah terjebak dalam perangkap internasionalisasi, sejak lama mengadopsi pola pikir "membayar orang untuk menikmati kehidupan yang baik," tetapi kurang memiliki koneksi karier dan insentif kebijakan partisipasi. Talenta-talenta yang ada akhirnya akan diserap oleh pasar yang lebih besar, dan koneksi pribadi satu arah menawarkan bantuan yang sangat terbatas dalam persaingan realistis di arena internasional.

Lin juga percaya dengan adanya kesenjangan antara pendidikan, pekerjaan, dan imigrasi di Taiwan. Ia pernah mendengar tentang sekelompok mahasiswa internasional yang menerima beasiswa pemerintah, tetapi kurang dari 5 orang yang menetap di Taiwan setelah lulus. Di tahun 2025 lalu, jumlah mahasiswa internasional diperkirakan lebih dari 140.000 orang, tapi data dari Kementerian Pendidikan (MOE) dan Kementerian Tenaga Kerja (MOL) menunjukkan bahwa tingkat retensi hanya 30% hingga 40%. Hampir 60% dari mereka bekerja di industri tradisional dan bukan di posisi manajemen tingkat tinggi. Gelar dari Taiwan dapat menjadi batu loncatan karier bagi talenta-talenta terbaik.

Wakil Menteri Pendidikan, Chu Chun-chang (朱俊彰) menunjukkan bahwa meskipun universitas-universitas di masa lalu berfokus pada peningkatan jumlah mahasiswa internasional, hal ini telah menimbulkan beberapa masalah. Misalnya, mahasiswa asing internasional sering kesulitan memahami perkuliahan yang diajarkan dalam bahasa Mandarin atau Inggris, dan mereka dapat menjadi pekerja migran de facto. Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Pendidikan telah mulai menilai kualitas pengajaran dan akan mengadopsi strategi "keterbukaan yang berbeda". Departemen dan sekolah yang berkinerja baik akan diberikan lebih banyak fleksibilitas dan keterbukaan, sementara yang gagal mempertahankan kualitas akan menghadapi pembatasan atau penangguhan.

Menanggapi perubahan industri dan demografi di masa depan, Chu Chun-chang menyebutkan bahwa kebijakan internasionalisasi pendidikan tinggi juga perlu beberapa penyesuaian. Bagi mahasiswa asing yang belajar di Taiwan, Kementerian Pendidikan secara aktif mendorong mereka untuk tetap tinggal di Taiwan dan mengabdi setelah lulus; pada saat yang sama, kementerian juga melakukan perekrutan talenta dari luar negeri, dengan harapan mahasiswa Taiwan yang berprestasi akan kembali ke Taiwan untuk mengabdi setelah lulus.

Kuan Ping-yin (關秉寅) Profesor Emeritus dari ICI NCCU menyatakan bahwa banyak negara menghadapi angka kelahiran rendah, dan universitas di seluruh dunia bersaing untuk mendapatkan mahasiswa. Taiwan berharap dapat menarik mahasiswa internasional melalui internasionalisasi untuk mendukung inovasi industri dan pengembangan penelitian. Dalam hal ekspor budaya, Taiwan berharap dapat memanfaatkan kehadiran mahasiswa internasional dan kegiatan studi di luar negeri dari mahasiswa Taiwan untuk membawa pengalaman Taiwan ke dunia, memungkinkan dunia melihat Taiwan.

Ia menyebutkan, saat ini ada dua pendekatan untuk mempromosikan internasionalisasi di universitas. Salah satunya adalah pendekatan isolasi, seperti menempatkan mahasiswa internasional dalam program yang sama dengan staf khusus untuk membantu hal-hal terkait. Namun, pendekatan yang lebih ideal adalah berbagi ruang kelas, ruang, dan manajemen, sehingga mencapai kebijakan, sistem pendukung, dan budaya kampus yang benar-benar terintegrasi.

 

Universitas Nasional Taiwan, salah satu universitas terbaik di Taiwan dan dunia (foto: Times Higher Education)

Anjing Setia! Seorang Lansia Keelung tiba-tiba Pingsan, Anjingnya Menggonggong Tak Henti Minta Bantuan

Seorang wanita lansia (65 tahun) yang tinggal di Keelung mendadak jatuh pingsan ketika hendak pulang ke rumah bersama dengan anjingnya pada 24 April lalu. Anjingnya dengan segera menggonggong tiada henti untuk meminta bantuan dan tetap berada di sisinya hingga paramedis tiba.

Beberapa hari lalu, Kantor Polisi Cabang Jalan Heyi menerima laporan warga, bahwa terdengar gonggongan anjing yang sangat keras dari sebuah tangga panjang di sekitar lingkungan tersebut, menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan adanya insiden atau kecelakaan. Polisi pun diminta untuk mengirimkan petugas dan menyelidiki hal tersebut. Wakil Kepala Kantor Cabang Lin Si-yuan (林思源) dan petugas Hsu Wen-ming (許文明) yang tiba di lokasi kejadian terkejut ketika menemukan seorang wanita lansia berwajah pucat dan tidak sadarkan diri tengah tergeletak di tangga batu. Di sisinya ada seekor anjing berukuran sedang yang terlihat sedang menjaganya. Kedua petugas polisi segera menghubungi 119 (layanan darurat) dan wanita tersebut segera dilarikan ke rumah sakit. Kini kondisinya dinyatakan telah aman.

Wanita tersebut diketahui sedang berjalan pulang bersama dengan anjingnya. Di tengah jalan, ketika sedang menapaki anak tangga, ia merasa tidak enak badan dan kemudian kehilangan kesadaran. Anjingnya segera menyadari hal tersebut dan menggonggong dengan keras, sehingga berhasil menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Warga pun segera menghubungi petugas polisi, sehingga berhasil mencegah kemungkinan terjadinya tragedi. Sebagai tanggapan, pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk menilai kondisi fisik mereka sebelum keluar rumah. Jika merasa tidak enak badan, sebaiknya segera berhenti, beristirahat, dan mencari pertolongan untuk memastikan keselamatan pribadi.

 

Anjing yang menjaga tuannya di Keelung (foto: Kepolisian Keelung & warga via MSN)

Agent from Above, Serial Netflix asal Taiwan yang Masuk Top 10 Bahasa Asing (di Luar Bahasa Inggris)

Serial “Agent from Above” (乩身) merupakan sebuah serial aksi fantasi yang diadaptasi dari novel laris di Taiwan dengan judul yang sama dan tayang secara global di Netflix pada 2 April lalu. 

Mengambil inspirasi mendalam dari budaya kuil tradisional Taiwan, serial ini berhasil membangun estetika "Cyberpunk Taiwan" yang unik. Serial ini dengan mulus memadukan efek visual mutakhir dengan warna-warna kuil yang cerah, lampu neon, kabel listrik, dan papan reklame yang lazim di jalanan Taiwan. Melalui lensa ini, mitos-mitos keagamaan kuno memancarkan nuansa futuristik yang kacau namun memikat, membentuk pandangan dunia yang tajam dan khas dari seorang "pengusir setan Timur."

Serial ini disutradarai oleh Noi Kuan dan Lai Chun-yu, serta diproduseri oleh Hung Wei-tsai dan Rita Chuang. Serial ini menampilkan deretan pemain bintang termasuk Kai Ko sebagai Han Chieh, seorang kriminal yang berubah menjadi medium (perantara) dari Dewa Legendaris Tionghoa San Tai-zi. Aktor Wang Po-chieh merupakan Dewa San Tai-zi yang hidup di dunia modern, Hsueh Shih-ling sebagai Wu Tien-chi, seorang pewaris kekayaan yang berupaya menggulingkan alam fana, Buffy Chen sebagai Yeh Tzu, seorang mahasiswi yang menderita kanker darah, Jphnny Yang sebagai Chang Min, seorang polisi yang dapat melihat hantu, dan Kuo Tzu-chien sebagai Pangeran Naga, seorang penipu yang menyamar sebagai guru taoisme. Mereka saling terhubung, memulai pertempuran yang melintasi dunia manusia dan dunia roh.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解