Tekanan Perawatan, Seorang Anak Rela Membayar Perawat Asing NT$30 Ribu, Ungkap Pengalaman Menyentuh
Perawatan jangka panjang bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga ujian bagi kesehatan fisik dan mental orang yang menjadi pengasuh. Baru-baru ini, seorang warganet perempuan berbagi bahwa ibunya merasa gaji bulanan pengasuh migran asing sebesar NT$ 30.000 terlalu mahal dan terus meminta perawatnya diberhentikan agar bisa menghemat uang, sehingga sang anak dapat merawatnya secara pribadi. Namun, ternyata kesehatan sang anak sendiri buruk, sehingga sulit baginya untuk mengurus sang ibu. Ia pun berbagi dalam sebuah postingan di media sosial terkait dengan hal ini.
Seorang warganet perempuan berbagi di media sosial komunitas Dcard, bahwa ia telah mempekerjakan seorang pengasuh migran asing untuk merawat ibunya yang perlu melakukan dialysis, tapi sang ibu sering meminta anak tersebut untuk memberhentikan pengasuh terkait agar ia bisa merawat sendiri ibunya. Sang ibu mengklaim hal itu adalah untuk menghemat uang, tapi perempuan yang mengunggah postingan tersebut juga memiliki kondisi kesehatan yang buruk. Setelah menderita penyakit serius di tahun lalu, ia disarankan agar tidak terlalu lelah, membuatnya merasa tidak mampu.
Warganet perempuan tersebut menyampaikan, logika ibunya sangat sederhana, “gaji bulanan pengasuh migran yang mencapai NT$30 ribu lebih terlalu mahal.” Ia merasa, jika anak perempuannya yang merawat, tentu uang tersebut bisa ditabung. Sekilas hal tersebut terdengar masuk akal, tapi sebenarnya itu hanyalah sebuah perbedaan cara “membayar.” Pengasuh migran asing dibayar dengan uang atau gaji, tapi jika dia sendiri yang merawat sang ibu, maka ia akan membayar dengan kesehatannya.
Warganet tersebut kemudian menunjukkan, banyak orang yang menganggap “pengorbanan” sebagai suatu kebajikan dan berpikir, berbuat lebih banyak merupakan bentuk bakti kepada orang tua. Namun, pengorbanan tanpa batas hanya akan membuat orang lain meremehkan Anda. Ia kemudian memberi tahu ibunya, “kamu tidak boleh hanya karena menghemat uang, membuat saya sakit dan mati.” Perkataan ini sangat tegas, ia bukan tidak mau merawat ibunya, tapi ia menolak untuk menggunakan metode “menguras tenaga sendiri hingga rusak” demi menciptakan citra diri anak berbakti, karena hal itu bukanlah kasih sayang.
Postingan tersebut memicu diskusi hangat dan secara tak terduga mendapat sambutan positif dari banyak warganet Taiwan tentang perawatan jangka panjang. "Saya baru-baru ini mengalami masalah serupa, dan saya merasa orang tua seharusnya tidak menguras energi anak-anak mereka," "Jika mereka yang dirawat tidak menyadari tekanan yang akan ditimbulkan situasi mereka pada orang yang mereka cintai, maka yang tersisa hanyalah penderitaan bersama," "Perawatan jangka panjang benar-benar melelahkan. Ayah saya terbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama setelah stroke, dan setelah merawatnya sendiri di rumah sakit selama seminggu, saya tahu itu tidak akan berhasil, jadi saya mengirimnya ke panti jompo."
Banyak orang yang mengingatkan pengunggah postingan asli, sembari merawat orang tua, maka ia juga harus menjaga diri sendiri dengan baik. Jika memiliki saudara kandung, sebaiknya mereka mendiskusikan masalah perawatan bersama daripada memikul beban sendirian. Jika tidak memperhatikan hal tersebut, maka ketika yang merawat juga jatuh sakit, maka dapat terjadi bencana besar.
Perpanjangan MRT Jalur Merah, Diharapkan Segera Buka Akhir Juni Mendatang
Perpanjangan lajur timur dari jalur merah MRT Taipei (Taipei Metro) kini memasuki hitungan mundur akhir untuk pembukaannya. Tanggal pembukaan paling cepat adalah akhir Juni dengan masa uji coba gratis selama 1 bulan.
Perpanjangan jalur merah (Xinyi) dari Taipei Metro ke arah timur adalah sepanjang seksi 6 dari Jalan ZXinyi ke Taman Guangci Boai, dengan stasiun baru bernama Stasiun Guangci / Kuil Fengtian. Panjang jalurnya adalah sekitar 1,4 km, dengan konstruksi awal pada Oktober 2016. Awalnya, pemerintah kota berencana untuk membuka jalur tersebut pada kuartal pertama tahun ini.
Biro Konstruksi MRT Taipei beberapa waktu lalu menyampaikan status terkini dari perpanjangan Jalur Xinyi yang telah mencapai penyelesaian pembangunan hingga 90,6% dan proyek tersebut diharapkan dapat diserahkan kepada Kementerian Perhubungan untuk inspeksi di bulan Juni mendatang.
Kepala Biro MRT Taipei, Cheng De-fa (鄭德發) menjelaskan bahwa setelah mengajukan permohonan inspeksi ke Kementerian Perhubungan, menyelesaikan proyek perbaikan, memastikan kepatuhan, dan memperoleh izin operasi, tanggal pembukaan dapat ditentukan, dengan tanggal pembukaan paling awal adalah akhir Juni.
Selama pertemuan, Anggota Dewan Kota Taipei Lee Ming-hsien (李明賢) dari fraksi Kuomintang (KMT) menanyakan tentang rencana operasi uji coba. Huang Ching-hsin (黃清信), Manajer Umum Taipei Metro Corporation, mengatakan bahwa diskusi awal mungkin mencakup program perjalanan gratis selama satu bulan, tetapi detailnya masih dalam pembahasan. Taipei Metro akan bekerja sama dengan kebijakan pemerintah kota.
Topik utama: Festival Kembang Api Penghu Tahun 2026
Pemerintah Kabupaten Penghu telah mengumumkan jadwal acara untuk Festival Kembang Api Internasional Penghu 2026 dan mengungkapkan kolaborasi besar dengan IP anime klasik Jepang Dragon Ball Z, bersama-sama menghadirkan tema baru berjudul “Dragon Ball Z: Festival Kembang Api Musim Panas Penghu.”
Festival ini sebelumnya telah dimulai dengan pertunjukan pratinjau pada tanggal 20 April, telah resmi dibuka pada tanggal 4 Mei, dan berakhir pada tanggal 25 Agustus, berlangsung lebih dari empat bulan.
Pemerintah Kabupaten menekankan bahwa Festival Kembang Api Internasional Penghu adalah salah satu acara merek pariwisata terpenting Penghu. Festival ini tidak hanya berfungsi sebagai pilar utama kalender pariwisata tahunan tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang stabil dan substansial bagi industri pariwisata lokal. Selain mempertahankan pertunjukan berkualitas tinggi, festival 2026 akan selaras dengan tren perjalanan yang berkembang dengan mengadopsi strategi promosi “bertahap dan tersegmentasi pasar”.
Dari Mei hingga Juni, festival ini akan terus berperan sebagai acara promosi utama untuk musim pariwisata, dengan pertunjukan yang diadakan setiap Senin dan Kamis. Dari Juli hingga Agustus, festival ini akan mempertahankan momentum kembang api untuk merangsang perjalanan di hari-hari non-puncak, mendorong pariwisata hari kerja selama musim panas dan memperluas manfaat pariwisata secara keseluruhan.
Pemerintah Daerah lebih lanjut menjelaskan bahwa dua pertunjukan pendahuluan telah diadakan pada tanggal 20 April dan 27 April, masing-masing menampilkan pertunjukan kembang api selama 10 menit. Periode festival resmi berlangsung dari 4 Mei hingga 25 Agustus. Dari 4 Mei hingga 25 Juni, acara akan diadakan setiap Senin dan Kamis, sedangkan dari 30 Juni hingga 25 Agustus, acara akan berlangsung setiap Selasa. Tempat utama akan berada di Area Rekreasi Guanyinting di Kota Magong, Penghu.
Pertunjukan kembang api dan cahaya drone dijadwalkan dimulai pukul 21.00 setiap malam. Upacara pembukaan pada 4 Mei telah selesai, sementara upacara penutupan pada 25 Agustus akan menampilkan pertunjukan kembang api selama 12 menit yang disertai dengan pertunjukan cahaya drone selama 10 menit. Semua tanggal lainnya akan menampilkan pertunjukan kembang api selama 10 menit dan pertunjukan drone selama 10 menit.
Selain itu, tiga pertunjukan di pulau terpencil (Jibei, Wang’an, dan Qimei) dan tiga pertunjukan eksklusif di daerah setempat (Huxi, Baisha, dan Xiyu) direncanakan. Jadwal terperinci untuk sesi khusus ini akan diumumkan secara terpisah. Festival ini akan terdiri dari total 33 tanggal acara.