Dalam acara "Jiwa Muda" kali ini, 2 berita pilihan yang akan disampaikan berjudul "Makan Sisa Makanan bisa Menyebabkan Kematian, Pakar Mengingatkan Risiko Penyimpanan di Kulkas" dan "Musim Lapor Pajak di Taiwan, Perhatikan Pengembalian Pajak dengan Alasan Ini". Sementara itu, topik utamanya adalah segmen wawancara bersama dengan Aaron Sutanto Putra, seorang arsitek asal Indonesia yang berkarya di Taiwan.
Makan Sisa Makanan bisa Menyebabkan Kematian, Pakar Mengingatkan Risiko Penyimpanan di Kulkas
Makanan sisa ternyata tetap bisa berbahaya meski telah dimasukkan ke dalam kulkas. Baru-baru ini, seorang wanita berusia 35 tahun yang tinggal di Henan, Tiongkok dan tengah hamil harus dirawat di rumah sakit selama 3 bulan setelah mengalami sakit setelah makan makanan sisa sehari sebelumnya. Namun, ia kemudian meninggal dunia. Ahli makanan dan pertanian, Wayne (韋恩) menyampaikan, bahwa wanita tersebut terinfeksi Listeria monocytogenes, “pembunuh dari kulkas”. Bakteri ini dapat berkembang biak di bawah pendinginan, dari saus yang sudah dibuka, buah yang sudah dipotong, dan barang-barang serupa lainnya dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri tersebut.
Dalam sebuah postingan di laman Facebook 韋恩的食農生活, ia menyampaikan, bahwa bahaya Listeria terletak pada kenyataan bahwa bakteri ini bertentangan dengan intuisi banyak orang yang menganggap "suhu rendah sama dengan aman," sehingga mendapat julukan "pembunuh dari kulkas." Ia menyatakan bahwa sebagian besar bakteri berhenti tumbuh pada suhu kulkas, tetapi Listeria dapat terus berkembang biak di bawah pendinginan, dan kulkas hampir tidak memiliki efek penghambat terhadapnya.
Wayne memperingatkan bahwa Listeria dapat berkembang biak tidak hanya pada daging mentah dan makanan laut, tetapi juga pada saus yang sudah dibuka, makanan matang yang tidak tertutup rapat, dan buah yang sudah dipotong dan disimpan di lemari es. Ia menyatakan bahwa orang dewasa yang sehat biasanya hanya mengalami diare ringan setelah terinfeksi, sehingga kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikannya.
Wayne menunjukkan bahwa masalahnya terletak pada wanita hamil dan lansia. Listeria dapat menembus plasenta dan langsung menginfeksi janin, menyebabkan keguguran, lahir mati, atau kelahiran prematur. Tingkat kematian neonatal mendekati 30%. Masa inkubasinya bisa mencapai dua bulan, dan gejala awalnya menyerupai flu biasa, sehingga mudah salah didiagnosis. Pada saat diagnosis ditegakkan, jendela pengobatan optimal seringkali telah terlewati.
Terakhir, Wayne memperingatkan bahwa "menyimpan makanan di lemari es selama beberapa hari" adalah kebiasaan umum di rumah tangga Taiwan, tetapi hal ini harus ditanggapi dengan sangat serius untuk mencegah keracunan makanan. Ia membagikan beberapa prinsip untuk mencegah infeksi Listeria: Pertama, wanita hamil dan lansia harus memanaskan makanan dari lemari es secara menyeluruh sebelum memakannya, dan tidak boleh memakannya saat hanya suam-suam kuku; kedua, makanan yang sudah dimasak tidak boleh disimpan di lemari es lebih dari 3 hari, dan buah yang sudah dipotong harus dimakan dalam waktu 24 jam; ketiga, daging mentah dan makanan laut harus disegel dan disimpan dalam wadah kedap udara untuk mencegahnya bersentuhan dengan bahan lain, dan lemari es harus dibersihkan dan didesinfeksi setidaknya sebulan sekali.
Musim Lapor Pajak di Taiwan, Perhatikan Pengembalian Pajak dengan Alasan Ini
Musim pajak telah tiba dan masyarakat kini dapat memeriksa kewajiban pajak mereka di situs web Kementerian Keuangan Taiwan. Seorang warganet yang telah mengajukan permohonan perawatan untuk ayahnya di tahun lalu terkejut dengan "pengurangan khusus perawatan jangka panjang" pada pengembalian pajaknya tahun ini. Setelah menghitung, ia terkejut menemukan bahwa ia bisa mendapatkan pengembalian pajak, dan ia berterima kasih kepada orang yang mengingatkannya.
Seorang warganet Taiwan berbagi di Threads baru-baru ini. Ia menyampaikan, bahwa karena ayahnya membutuhkan perawatan, ia mengajukan permohonan jangka panjang di tahun lalu dengan bantuan seseorang yang baik hati. Saat itu, ia hanya berharap keluarganya bisa mendapatkan lebih banyak sumber daya perawatan. Tanpa diduga, ketika ia menerima tagihan pajaknya tahun ini, ia menemukan bahwa ada potongan tambahan untuk perawatan jangka panjang.
Ketika pengunggah postingan tersebut menghitung hasil dari sistem, apa yang awalnya ia kira hanya proses pengajuan pajak biasa ternyata adalah pengembalian pajak. Ia sangat terharu dan berseru, "terima kasih kepada orang yang mengingatkan saya tahun lalu bahwa saya bisa mengajukan permohonan perawatan jangka panjang untuk ayah saya!"
Postingan ini ramai dibahas oleh warganet Taiwan. Ada yang menyampaikan, dirinya juga mengalami hal yang sama, di mana pembebasan pajak untuk dirinya di tahun ini mencapai NT$180.000 setelah 5 tahun melakukan pelaporan pajak dengan perawatan jangka panjang. Ada warganet yang menyampaikan, bahwa pemerintah Taiwan juga telah menjalankan tugasnya, membantu keluarga yang membutuhkan. Namun, ada juga yang bertanya, bantuan apa yang didapatkan jika memberikan laporan perawatan jangka panjang?
Pengunggah asli menyarakan, agar mereka yang ingin mengetahuinya secara lebih lanjut dapat memeriksa situs web Perawatan Jangka Panjang 2.0 (長照2.0網站) dimana mereka dapat memesan pekerja perawatan di rumah yang membantu kegiatan mandi, terapis untuk terapi rehabilitasi di rumah, subsidi untuk membeli alat bantu, dan pemesanan mobil yang terjangkau untuk janji temu kembali ke rumah sakit.
Wawancara Aaron Sutanto Putra: Seorang Arsitek Muda Indonesia yang Berkarya di Taiwan
Aaron Sutanto Putra merupakan seorang arsitek muda asal Indonesia yang meraih banyak prestasi dan kini berkarya di Taiwan. Ia memiliki ketertarikan dengan budaya dan arsitektur Taiwan, serta merasa bersyukur karena terlibat dalam beberapa proyek besar yang menjadi impiannya saat kuliah dulu. Baru-baru ini, ia juga mengikuti kompetisi arsitektur internasional yang menarik terkait dengan Maunsell Fort, sebuah komplek bangunan khusus yang terbengkalai di perairan Inggris. Seperti apa kisahnya? Yuk cek di acara ini.