Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Jiwa Muda - Generasi Muda Ingin Cepat Kaya Raya, Investasi jadi Pilihan Utama

Ilustrasi kaya raya (foto: Canva)
Ilustrasi kaya raya (foto: Canva)

Kekurangan Tenaga Kerja Konstruksi, Industri Ini hanya Mengandalkan Pekerja Migran Tua untuk Bertahan

Industri konstruksi Taiwan terus menghadapi kekurangan tenaga kerja yang semakin memburuk. Meskipun upah lebih tinggi daripada di industri lain, tetap sulit untuk merekrut pekerja. Alasan utamanya adalah kaum muda enggan mengambil pekerjaan konstruksi yang bertekanan tinggi dan membutuhkan banyak tenaga kerja. Para ahli telah menunjukkan tiga krisis utama dalam kekurangan tenaga kerja di industri konstruksi: penundaan proyek, kenaikan biaya dan harga perumahan, dan maraknya pasar tenaga kerja ilegal, yang semuanya akan berdampak pada industri ini.

Chen Chi-wei, Wakil Kepala Konstruksi Teknik di sebuah perusahaan konstruksi yang mengerjakan sebuah proyek pembangunan gedung di Distrik Beitou mengakui, bahwa perekrutan sangat sulit saat ini, dengan kekurangan di semua bidang keahlian. Kebutuhan yang paling mendesak adalah untuk pekerja bekisting, besi beton, dan tukang ledeng/listrik pada tahap struktural.

Chen Chi-wei lebih lanjut menunjukkan bahwa usia rata-rata pekerja di atas 50 tahun, dan mereka memprioritaskan proyek dengan harga satuan yang lebih tinggi. Ia menyatakan bahwa meskipun gaji telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir karena peningkatan volume proyek secara keseluruhan, gaji tersebut masih kurang menarik bagi kaum muda.

Sejak Agustus tahun lalu, enam kota besar di Taiwan telah mengumumkan perpanjangan izin pembangunan selama dua tahun, yang menyoroti kekurangan tenaga kerja yang parah di industri konstruksi. Sebuah proyek konstruksi biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat tahun untuk diselesaikan. Lebih lanjut, industri AI yang berkembang pesat dan kebutuhan akan banyak tenaga teknis khusus dalam pembangunan pabrik teknologi telah memperburuk kekurangan tenaga kerja.

Kekurangan tenaga kerja memaksa perusahaan konstruksi untuk menaikkan upah guna mengamankan pekerja, yang menyebabkan kesenjangan teknis dan penundaan proyek pada beberapa proyek. Chang Szu-yao, ketua Asosiasi Bisnis Layanan Ketenagakerjaan Taipei, menyatakan bahwa konstruksi pada dasarnya adalah proyek dengan banyak subkontraktor. Ia mengungkapkan bahwa banyak perusahaan konstruksi sekarang mengenakan harga yang sangat tinggi untuk pekerja bekisting dan tukang batu, dengan tarif naik dari NT$3.000 per hari menjadi NT$5.000 per hari. Chang menekankan bahwa kenaikan biaya bahan baku telah semakin meningkatkan biaya konstruksi, yang kemudian dibebankan kepada konsumen, sehingga meningkatkan pengeluaran mereka secara keseluruhan.

Hsiao Chieh-kai, CEO sebuah perusahaan konstruksi, menunjukkan bahwa dampak paling serius dari kekurangan tenaga kerja adalah perpanjangan masa konstruksi. Masa konstruksi proyek bangunan awalnya mungkin 3 hingga 4 tahun, tetapi karena kekurangan tenaga kerja, masa konstruksi akan diperpanjang, dan dalam kasus yang parah, bahkan dapat menyebabkan keterlambatan penyerahan, dengan perpanjangan sekitar 30% dari masa konstruksi. Ia mengatakan bahwa karena perpanjangan masa konstruksi, pengembang pasti akan mencari beberapa solusi alternatif, seperti metode konstruksi pracetak atau peralatan kamar mandi terintegrasi, untuk mengurangi jumlah teknisi profesional yang dibutuhkan.

Sebagian besar perusahaan konstruksi telah mempekerjakan pekerja migran secara legal untuk melengkapi tenaga kerja mereka, tetapi bahkan dengan kebijakan pemerintah yang terbuka terhadap pekerja migran, desain sistemnya sangat tidak sinkron, menyebabkan perluasan pasar ilegal. Menurut statistik dari Ditjen Imigrasi Nasional Kementerian Dalam Negeri (MOI), pada Januari tahun ini, 3.740 pekerja migran yang hilang terlibat dalam pekerjaan konstruksi di Taiwan, peningkatan 98,1% selama enam tahun terakhir dibandingkan dengan 381 pada tahun 2020. "Pasar tenaga kerja bawah tanah" telah menjadi rahasia umum di industri ini.

 

Penipuan atas Nama Cinta dan Saksi Ilahi, Pria Taiwan Hampir Kehilangan NT$300 Ribu

Kantor Kepolisian Cabang Youchang, Distrik Nanzi, Kota Kaohsiung berhasil menggagalkan penipuan terkait dengan percintaan daring, menyelamatkan tabungan seorang pria bermarga Wu yang hampir tertipu.

Berdasarkan laporan, Pak Wu bertemu dengan seorang perempuan bernama “Xinxin” di sebuah aplikasi kencan. Perempuan itu menggunakan kata-kata manis, seperti “saya ingin menjalani hidup yang lebih baik bersamamu”, “ini adalah kesempatan kita untuk mengubah nasib”, dan “masa depan bersama yang cerah” untuk mendapatkan kepercayaan Wu. Perempuan itu kemudian membujuknya untuk berinvestasi dalam mata uang kripto dan menuntut pembayaran tunai secara langsung. Untuk lebih meyakinkan Wu, dia bahkan mengatur pertemuan di alun-alun sebuah kuil di Jalan Youchang 1 di Distrik Nanzi untuk melakukan pembayaran, dengan mengklaim bahwa ada "saksi ilahi" untuk membuatnya merasa lebih tenang.

Polisi hadir setelah mendapatkan informasi dari petugas bank dan kemudian proaktif meminta korban untuk ikut bersandiwara. Sesuai kesepakatan, korban datang untuk mengambil uang tersebut. Ketika wanita bermarga Ke yang berusia 35 tahun, muncul untuk menerima pembayaran, petugas langsung menangkapnya di tempat. Setelah diinterogasi, ia dibawa ke kantor kejaksaan dengan tuduhan penipuan dan pencucian uang berdasarkan KUHP Taiwan. Meskipun hubungan singkat Bapak Wu yang baru berusia 1 minggu berakhir dengan kegagalan, ia berterima kasih kepada polisi atas kewaspadaan mereka dan atas perlindungan tabungan hasil jerih payahnya.

Kantor Polisi Cabang Nanzi menyampaikan kepada masyarakat bahwa kencan online yang melibatkan investasi, pengiriman uang, atau pertukaran uang tatap muka seringkali merupakan penipuan. Jangan mudah percaya pada kata-kata manis. Jika ragu, silakan hubungi hotline anti-penipuan 165 untuk memverifikasi informasi dan melindungi aset Anda.

*Laporan hotline anti-penipuan 165, laporan polisi 110

 

Topik Utama: Generasi Muda Ingin Cepat Kaya Raya, Investasi jadi Pilihan Utama

Meski dibilang boros dan sulit menabung, generasi muda ternyata suka berinvestasi di bursa saham yang high risk high return. Berdasarkan laporan Kementerian Keuangan Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), generasi muda usia di bawah 40 tahun saat ini memang mendominasi, dengan jumlah lebih 79% dari investor ritel (lebih dari 55% di pasar modal). Berdasarkan catatan idx.co.id, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan adalah lebih dari 19,1 juta per Oktober 2025 dan terus bertumbuh di tahun 2026.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解