Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Bisa Manis, Bisa Asin! Kembang Tahu Taiwan Taklukan Selera Turis Asing

15/05/2026 Kedai RTISI
Bisa Manis, Bisa Asin! Kembang Tahu Taiwan Taklukan Selera Turis Asing (RtiSI)
Bisa Manis, Bisa Asin! Kembang Tahu Taiwan Taklukan Selera Turis Asing (RtiSI)

Seorang turis Jepang yang berlibur ke Taiwan selama empat hari tiga malam berbagi ceritanya di dunia maya perihal hidangan yang paling banyak ia santap adalah menu kembang tahu. Saking sukanya, ia mengaku bias melahap tiga mangkuk dalam sehari. Kembang tahu merupakan kudapan tradisional Taiwan yang hadir dalam berbagai varian rasa. Ada yang memadukan mangga maupun semangka dengan kembang tahu, yang kemudian menghasilkan tekstur lembut dan menyegarkan yang sangat cocok untuk melepas dahaga di musim panas.

Ada pula kembang tahu dengan kacang hitam yang berwarna keabu-abuan, di mana kuah gula diganti dengan susu kedelai sehingga cita rasanya akan lebih pekat.

Selain itu, kembang tahu juga dipadukan dengan sayuran fat choy untuk memperkaya cita rasa. Kembang tahu asin dengan sensasi asam pedas ini pun menjelma menjadi pilihan baru bagi para pencinta kembang tahu.

Ada pepatah jenaka yang berbunyi, bahwa setiap kali ke Taiwan, berat badan pasti naik sekitar 1,5 kg. Namun, turis Jepang ini mengatakan bahwa setiap kali ke Taiwan, ia harus menyantap tiga mangkuk, dan itu wajib berupa kembang tahu.

Kembang tahu yang lembut dan kenyal menjadi dasarnya, disajikan dengan es serut mangga, lalu dihiasi dengan potongan mangga kuning keemasan layaknya bongkahan emas. Kedai kembang tahu di Yanji Street, Kota Taipei, memang piawai dalam meracik buah-buahan ke dalam hidangan mereka. Sahabat mangga dalam mengarungi musim panas di Taiwan tak lain adalah semangka, yang dengan warna merah meronanya turut menjadi pendamping kembang tahu, bahkan sukses membuat pelanggan asal Jerman berdecak kagum.

Salah seorang warga asal Jerman mengatakan, “Kembang tahu adalah cita rasa khas Taiwan yang tidak bisa saya temukan di Jerman. Kalau ke Taiwan, saya wajib menyantapnya. Kembang tahu ini sangat lezat, saya bisa membayangkan mengapa ada orang yang sanggup menghabiskan tiga mangkuk.”

Kembang tahu ini tampak berwarna abu-abu muda. Ya, selain berwarna putih bersih, kembang tahu juga bisa tampil dalam rupa kembang tahu kacang hitam yang keabu-abuan. Teksturnya terasa sangat lembut dan padat. Kuah gulanya diganti dengan sari kedelai sebagai bahan dasar, menggenangi aneka topping seperti fen guo semacam kue tapioka kenyal dan kacang merah yang berenang di dalamnya. Setiap suapan menghadirkan rasa manis yang pekat dan legit.

Jika Anda bukan pencinta makanan manis, varian asin ini bisa menjadi pilihan. Kembang tahu sup asam pedas ala Taiwan ini mengambil inspirasi dari sup asam pedas dan sapo tahu asam pedas khas Taiwan.

Hidangan ini menggunakan bahan-bahan nabati sepenuhnya, seperti jamur enoki dan sawi putih Shandong, serta ditambahkan lumut merah dan sayuran fat choy yang berharga untuk menyempurnakan cita rasa dan teksturnya.

Kembang tahu tidak hanya bisa disajikan dalam mangkuk, tetapi juga dalam gelas. Dipadukan dengan kembang tahu, mutiara boba dan sirup bunga osmanthus, racikan nikmat pun pun tercipta. Dalam satu sedotan, Anda akan merasakan sensasi lembut dan kenyal, berpadu dengan aroma madu dan semerbak bunga, seolah ratusan rasa dunia dan ratusan bunga tengah mekar bersamaan.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解