Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Zhang Cong-yuan

22/05/2026 Apa & Siapa
Zhang Cong-yuan (Foto: CNA)
Zhang Cong-yuan (Foto: CNA)

Di balik setiap pasang sepatu Nike, Converse, atau Vans yang dikenakan jutaan orang di seluruh dunia, ada nama yang hampir tidak pernah disebut di media, yaitu Zhang Cong-yuan (張聰淵). Lahir pada 1948 di kawasan yang kini dikenal sebagai Distrik Houbi, Kota Tainan, pria lulusan diploma ini membangun Hongfu Industrial Group, pabrik sepatu terbesar kedua di dunia, dari sebuah kandang babi yang diubah menjadi bengkel produksi di pedesaan Douliu, Yunlin.

Selama tiga tahun berturut-turut mulai 2021, namanya bertengger di puncak daftar orang terkaya Taiwan, mengalahkan para konglomerat teknologi dan keuangan yang jauh lebih dikenal publik.

Namun Zhang Cong-yuan tetap memilih kerendahan hati sebagai gaya hidupnya, seperti makan di kantin karyawan, berpakaian sederhana, dan nyaris tidak pernah tampil di hadapan media.

 神祕鞋王張聰淵蟬聯台灣首富

 Zhang Cong-yuan. Foto: YAHOO

Dari Kandang Babi ke Pabrik Sepatu Global

Titik awal Zhang Cong-yuan tidak berbeda jauh dari banyak pengusaha akar rumput Taiwan generasinya. Setelah menyelesaikan pendidikan diploma, ia terjun ke industri pembuatan sepatu dan mengumpulkan pengalaman di pabrik-pabrik lokal di Douliu. Ketika akhirnya memutuskan merintis usaha sendiri, modal yang dimilikinya sangat terbatas. Ia tidak mampu menyewa fasilitas produksi yang layak, sehingga kandang babi dan rumah pertanian tua di kampung halamannya diubah menjadi pabrik sepatu sederhana.

Dalam kondisi yang jauh dari ideal itu, Zhang Cong-yuan memilih untuk fokus pada segmen yang justru dihindari pabrik-pabrik besar, yaitu sepatu vulkanisir atau sepatu kanvas bermargin rendah.

Strategi margin kecil, volume besar yang ia terapkan bukan sekadar pilihan terpaksa, melainkan kalkulasi bisnis yang cermat. Dengan menerima pesanan yang ditolak kompetitor, ia membangun skala produksi secara bertahap, memanajemen biaya, dan mengakumulasi modal. Setiap sen dikelola dengan presisi, bahkan sebelum berekspansi ke Tiongkok, ia sudah dikenal sebagai salah satu pelanggan utama Lianju Trade, pabrik kotak sepatu terkemuka internasional, bukti nyata komitmennya terhadap kualitas sejak awal.

 

Ekspansi Global dan Struktur Bisnis yang Terintegrasi

Memasuki era 1990-an, Zhang Cong-yuan memindahkan pusat produksi ke Tiongkok, mendirikan kantor pusat grup di Kota Zhongshan, Provinsi Guangdong. Ekspansi tidak berhenti di sana, bisnisnya merambah Vietnam, Myanmar, dan bahkan Republik Dominika, di mana ia berinvestasi sebesar US$35 juta dan diterima langsung oleh Presiden Leonel Fernández.

Saat ini, Hongfu Industrial mengoperasikan lebih dari 21 pabrik di berbagai negara dengan lebih dari 130.000 karyawan, memproduksi lebih dari 180 juta pasang sepatu per tahun, hampir 80% adalah sepatu olahraga dan kasual.

Struktur bisnis Hongfu dirancang dengan pembagian kerja yang terintegrasi secara vertikal. Basis di Taiwan menangani pengadaan bahan baku sepatu, kantor pusat Zhongshan bertanggung jawab atas pusat pengembangan, desain, dan penyelesaian perdagangan, sementara fasilitas di Vietnam, Myanmar, dan Amerika Tengah-Selatan menjadi tulang punggung manufaktur.

Untuk mendukung IPO anak perusahaannya, Huali Industrial, di bursa saham A-share Shenzhen pada akhir 2020, Hongfu melakukan konsolidasi besar-besaran, mengakuisisi 15 pabrik di Vietnam dan Republik Dominika serta 24 perusahaan perdagangan melalui entitas di Hong Kong.

Pada 2019, pendapatan grup melampaui RMB15 miliar atau setara sekitar NT$65 miliar, dengan laba bersih setelah pajak mencapai RMB1,821 miliar.

 

Zhang Cong-yuan memilih untuk fokus pada segmen yang justru dihindari pabrik-pabrik besar, yaitu sepatu vulkanisir atau sepatu kanvas bermargin rendah. Foto: PIXABAY

Nike hingga Puma: Lima Merek Besar Sumbang 80%Pendapatan

Daftar pelanggan Hongfu mencerminkan posisinya sebagai pemain kelas dunia. Lima pelanggan terbesar, Nike, VF Corporation, Deckers, Puma, dan Columbia, secara kolektif menyumbang lebih dari 80% pendapatan perusahaan. Selain itu, Hongfu juga memproduksi untuk merek-merek seperti Vans, Converse, Keds, Sperry, UGG, Timberland, Hoka One One, TOMS, dan puluhan merek ternama lainnya. Perusahaan ini menjadi salah satu dari sedikit produsen yang mengadopsi teknologi pencetakan 3D dan desain berbasis VR dalam proses pengembangan produk, serta menggunakan perangkat lunak komputer untuk teknik menenun bagian atas sepatu, inovasi yang membedakan Hongfu dari kompetitor di industri yang umumnya masih padat karya konvensional.

 

Kepemilikan Keluarga dan Kekayaan yang Terungkap

Selama puluhan tahun, Zhang Cong-yuan beroperasi jauh dari sorotan publik hingga mendapat julukan Raja Sepatu Misterius. Kekayaannya baru terungkap secara luas setelah Huali Industrial melantai di bursa Shenzhen pada akhir 2020. Berdasarkan data prospektus IPO, Zhang Cong-yuan memegang 38,89% saham Huali sebelum melantai, sementara istrinya Chou Mei-yueh (周美月) menguasai 9,72%. Putra sulung Zhang Zhi-bang (張志邦) yang menjabat sebagai wakil ketua memegang 19,45%, sementara dua wakil manajer umum, putri sulung Zhang Wen-xin (張文馨) dan putra kedua Zhang Yu-wei (張育維), masing-masing memegang 14,58%.

Total kepemilikan keluarga mencapai 97,23% sebelum IPO, turun menjadi sekitar 87% setelah penawaran publik. Berdasarkan harga penutupan pasar, nilai aset keluarga Zhang diperkirakan melampaui NT$446,6 miliar.

Pada 2021, Zhang Cong-yuan untuk pertama kalinya menggeser empat bersaudara Ting Hsin Group dan menduduki posisi orang terkaya di Taiwan dengan kekayaan bersih US$13,8 miliar, ini menjadi pencapaian yang mengejutkan banyak pihak karena datang dari industri manufaktur tradisional, bukan teknologi atau keuangan.

Ia mempertahankan posisi tersebut selama tiga tahun berturut-turut sebelum turun ke peringkat keempat dalam daftar Forbes 2024 dengan kekayaan US$10,1 miliar, setelah Barry Lam dari Quanta Computer, keluarga Tsai dari Fubon, dan Terry Gou dari Foxconn.

 

Sederhana di Puncak, Dermawan di Lapangan

Meski kekayaannya mencapai ratusan miliar, Zhang Cong-yuan dikenal menjalani kehidupan yang jauh dari kemewahan yang biasanya diasosiasikan dengan status miliarder. Karyawan yang bekerja dengannya menuturkan bahwa ia kerap makan bersama staf tingkat bawah di kantin karyawan tanpa jarak protokoler. Prinsip manajemen biaya yang ketat di level perusahaan tampaknya juga ia terapkan dalam kehidupan pribadinya, meski ia memang tercatat pernah membeli dua unit apartemen mewah The Palace di Taiwan.

Di luar negeri, khususnya di Vietnam tempat basis produksi terbesarnya berada, Zhang Cong-yuan dikenal aktif berkontribusi kepada komunitas lokal. Pada 2016, Hongfu Industrial menyumbangkan biaya medis sebesar NT$2,5 juta untuk memungkinkan seorang anak Vietnam, Nguyen Thi Luan, datang ke Taiwan menjalani tiga tahap perawatan untuk hemangioma limfatik bawaan.

Pada 2018, perusahaan kembali membiayai perawatan medis seorang anak laki-laki Vietnam berusia 5 tahun. Bagi Zhang Cong-yuan, membangun kerajaan bisnis global dan membalas budi kepada masyarakat bukan dua hal yang bertentangan, keduanya adalah bagian dari satu filosofi yang sama, bekerja keras, berhemat, dan tidak melupakan dari mana semua ini dimulai.

Ikuti Program & Podcast
(foto: Canva)
Apa & Siapa
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Jumat
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解