Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Benarkah pekerja migran formal lebih mudah mendapatkan "tunjangan hari tua"?

Aksi demo buruh tahun ini, serikat buruh menyerukan reformasi untuk dana tunjangan hari tua. (foto: CNA)
Aksi demo buruh tahun ini, serikat buruh menyerukan reformasi untuk dana tunjangan hari tua. (foto: CNA)

Sistem pensiunan dari Asuransi Tenaga Kerja (勞保) dan dana tunjangan hari tua (退休金) bagi pekerja migran menjadi perhatian publik. Namun baru-baru ini beredar sebuah video di internet yang menyebutkan, “Pekerja Taiwan harus bekerja keras hingga usia 65 tahun untuk bisa menerima Asuransi Tenaga Kerja, sebaliknya pekerja migran cukup bekerja 10 tahun sudah bisa menerima dana tunjangan hari tua”.

Terkait hal ini, Taiwan FactCheck Center (TFC) mengklarifikasi bahwa video tersebut ada kerancuan antara “pensiunan dari Asuransi Tenaga Kerja” dan “Tunjangan hari tua”. Apa yang disebut “bekerja 10 tahun bisa menerima pensiun” secara praktis sangat sulit dicapai. Jenis konten ini secara sepihak menggambarkan kondisi pensiun yang memiliki ambang batas tinggi untuk pekerja migran, juga terlalu melebih-lebihkannya ke seluruh kelompok pekerja migran, dengan sengaja menciptakan kesan ketimpangan sistem antara pekerja lokal dan pekerja migran asing, hal ini dianggap menyesatkan pemahaman publik, dan merupakan informasi salah yang mengacaukan opini publik.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解