Sistem pensiunan dari Asuransi Tenaga Kerja (勞保) dan dana tunjangan hari tua (退休金) bagi pekerja migran menjadi perhatian publik. Namun baru-baru ini beredar sebuah video di internet yang menyebutkan, “Pekerja Taiwan harus bekerja keras hingga usia 65 tahun untuk bisa menerima Asuransi Tenaga Kerja, sebaliknya pekerja migran cukup bekerja 10 tahun sudah bisa menerima dana tunjangan hari tua”.
Terkait hal ini, Taiwan FactCheck Center (TFC) mengklarifikasi bahwa video tersebut ada kerancuan antara “pensiunan dari Asuransi Tenaga Kerja” dan “Tunjangan hari tua”. Apa yang disebut “bekerja 10 tahun bisa menerima pensiun” secara praktis sangat sulit dicapai. Jenis konten ini secara sepihak menggambarkan kondisi pensiun yang memiliki ambang batas tinggi untuk pekerja migran, juga terlalu melebih-lebihkannya ke seluruh kelompok pekerja migran, dengan sengaja menciptakan kesan ketimpangan sistem antara pekerja lokal dan pekerja migran asing, hal ini dianggap menyesatkan pemahaman publik, dan merupakan informasi salah yang mengacaukan opini publik.