Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Saat Bertemu Siapa pun, Haruskah Kita Tersenyum??

tipikal badut "berbagi kegembiraan dengan orang lain, namun tangisan diberikan untuk diri sendiri", gambar pelawak Hsu Pu-liao (foto: Institut Film dan Audiovisual Taiwan)
tipikal badut "berbagi kegembiraan dengan orang lain, namun tangisan diberikan untuk diri sendiri", gambar pelawak Hsu Pu-liao (foto: Institut Film dan Audiovisual Taiwan)

Dalam kehidupan sosial, apakah Anda termasuk orang yang selalu tersenyum, atau sebaliknya sebagai orang yang dingin dan acuh tak acuh? Sebenarnya, setiap saat kita memilih untuk tersenyum atau tidak, ada pilihan dan keputusan sadar atau bawah sadar yang berperan.

Secara umum, wanita lebih sering dan lebih mudah tersenyum daripada pria.

Di masa lalu, perbedaan gender ini dikaitkan dengan pendidikan emosional—pria tidak diharapkan untuk mengekspresikan emosi, sementara wanita dipandang lebih ingin berekspresi, atau lebih feminim, sehingga senyuman wanita yang selalu mencerminkan sisi lembut dan mudah didekati; atau dengan faktor-faktor sosial, di mana wanita selalu diharapkan untuk memproyeksikan citra yang mudah didekati dan ramah.

Apakah ada alasan lain? Apa yang memengaruhi pilihan kita untuk tersenyum atau tidak?

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解