Tema Jurnal Maria
Judul: 當正職不再等於「穩定」:為何Z世代認為斜槓人生更安心?
“Ketika Generasi Muda Tidak Lagi Percaya pada Satu Pekerjaan”
Beberapa waktu terakhir, ada satu topik yang cukup sering dibicarakan di Taiwan dan juga banyak negara lain. Tentang bagaimana generasi muda hari ini mulai memandang pekerjaan dengan cara yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Dulu, banyak orang percaya bahwa hidup yang baik dimulai dari satu hal yang sederhana: mendapatkan pekerjaan tetap. Kalimat seperti “pegawai tetap” bahkan lebih dini lagi banyak yang bercita-cita menjadi pegawai negeri, bekerja di “kantor besar”, atau “bisa kerja sampai pensiun”, dulu semua ini terdengar sangat menenangkan. Bahkan bagi banyak keluarga Asia, pekerjaan tetap bukan hanya soal uang, tetapi juga simbol kedewasaan, rasa aman, dan masa depan yang dianggap jelas.
Tetapi sekarang, perlahan-lahan cara pandang itu mulai berubah.
Banyak anak muda generasi sekarang justru merasa bahwa menggantungkan seluruh hidup pada satu pekerjaan terasa semakin berisiko. Bukan karena mereka malas bekerja, dan bukan juga karena mereka tidak ingin stabil. Justru sebaliknya. Mereka tetap mencari rasa aman, tetapi definisi tentang “aman” sudah berubah.
Karena generasi sekarang tumbuh di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat.
Mereka melihat pandemi menghentikan ekonomi global hanya dalam hitungan bulan. Mereka melihat perusahaan besar melakukan PHK mendadak.
Mereka melihat teknologi dan AI berkembang sangat cepat, bahkan mulai menggantikan sebagian pekerjaan manusia.
Dalam situasi seperti itu, muncul pertanyaan yang diam-diam hidup di kepala banyak orang muda:
Kalau suatu hari pekerjaan utama hilang, apakah hidup saya juga langsung runtuh?
Dan dari situlah mulai muncul fenomena yang sekarang sering disebut sebagai “slash generation”, atau kehidupan dengan banyak peran dan banyak sumber penghasilan sekaligus. Ada orang yang siang bekerja di kantor, malam membuat podcast. Ada yang bekerja freelance sambil menjual karya seni online.
Ada yang menjadi pegawai tetap tetapi juga membuka kelas kecil di internet, membuat video, menjual makanan rumahan, atau membangun personal brand mereka sendiri.