Selamat datang di acara Jurnal Maria
歡迎收聽瑪麗亞週記Semoga semua hidup bahagia, sehat jiwa dan raga. Hari ini saya ingin berbagi cerita tentang bagaimana Taiwan menyelamatkan kenangan. Terinspirasi oleh berita sebuah kantor pos tua di Surabaya direnovasi menjadi sebuah restoran yang penuh sejarah.
Di Taiwan, banyak rumah tua bukan sekadar direnovasi menjadi kafe atau restoran — melainkan diberi kehidupan kedua.
Ada rumah era Jepang yang berubah menjadi kedai kopi, merangkap tempat untuk mengadakan seminar seni, pertemuan skala kecil.
Ada klinik tua yang menjadi restoran.
Ada asrama pegawai lama yang berubah menjadi ruang seni dan teh.
Dan yang menarik…
banyak tempat itu tetap mempertahankan:
Seolah mereka tidak ingin menghapus masa lalu.
Di daerah Bopiliao Historical Block misalnya, kita bisa melihat bagaimana bangunan tua masih menyimpan suasana Taipei lama.
Atau kawasan Hayashi Department Store di Tainan, yang menunjukkan bagaimana bangunan era kolonial Jepang bisa hidup kembali bersama budaya modern.
Di banyak kota Taiwan, orang tidak hanya datang untuk makan atau minum kopi.
Mereka datang untuk:
Tempat tempat ini tidak hanya memberikan ruang untuk menikmati kuliner, tetapi kita bisa menikmati jejak
Ada banyak negara di dunia yang terus bergerak ke depan.
Gedung baru dibangun.
Jalan diperlebar.
Bangunan lama menghilang satu per satu.
Dan perlahan,
masa lalu menjadi sesuatu yang hanya tinggal di foto.
Tetapi ketika tinggal di Taiwan,
saya sering merasa ada sesuatu yang berbeda.
Karena di tempat ini,
masa lalu tidak selalu dibuang.
Kadang… dirawat.