Apakah Taipei masih Menjanjikan sebagai Tempat Merantau? Warganet Taiwan Menyampaikan Hal Khusus yang Hanya Dimiliki Taipei
Kenaikan harga rumah dan harga sewa membuat orang-orang yang merantau ke Taipei tidak hanya menghadapi tekanan biaya hidup tinggi, tapi juga tingginya harga sewa dan transportasi. Baru-baru ini, seorang warganet memposting di media sosial, jika Anda mendapatkan penghasilan kurang dari NT$40.000 di Taipei, maka akan sulit menabung setelah dikurangi dengan biaya sewa dan biaya hidup sehari-hari, lebih baik kembali ke selatan dan membangun karir, mengatakan secara blak-blakan, "uang yang Anda tabung adalah milik Anda, jangan bekerja keras hanya untuk menyerahkan semua penghasilan Anda kepada pemilik rumah di Taipei."
Seorang warganet baru-baru ini memposting di Dcard dengan judul “anak muda merantau ke Taipei dengan gaji rendah untuk apa?” IA menyampaikan, bahwa dia telah melihat banyak anak muda bekerja di Taipei tetapi harus membayar sewa yang tinggi, bahkan beberapa hanya mampu membayar sewa di Tamsui dan menghabiskan lebih dari satu jam setiap hari untuk perjalanan pulang pergi. Dia percaya bahwa jika gaji mereka kurang dari NT$40.000, setelah dikurangi sewa dan biaya hidup, mereka praktis hidup dari gaji ke gaji, "yang pada dasarnya bekerja tanpa imbalan."
Postingan asli menyatakan, banyak orang mengatakan Taipei menawarkan banyak peluang, tetapi sebenarnya, sangat sedikit orang yang benar-benar mengubah hidup mereka. Sebagian besar orang masih berpenghasilan rendah, dan pemberi kerja jarang memberikan kenaikan gaji kepada karyawan mereka. Dia berbagi pengalamannya sendiri, mengatakan bahwa dia dulu menyewa apartemen di Taipei dan Kota New Taipei, tetapi apartemen itu lembap dan bocor, dan kualitas hidupnya buruk. Kemudian, setelah pindah ke Zhunan untuk bekerja, dia menemukan bahwa dia bisa tinggal di apartemen yang lebih besar dengan pencahayaan yang lebih baik dengan harga sewa yang sama, jadi dia mulai mempertimbangkan untuk membeli rumah di Miaoli atau Zhunan.
Pemosting juga menyebutkan, pembayaran cicilan hipotek bulanannya saat ini kurang dari NT$13.000, dan biaya hidup ditambah pembayaran hipotek kurang dari NT$20.000. Ia dapat menggunakan sisa uang tersebut untuk investasi tetap reguler di 0050, dan ia merasa bahwa perasaan "pertumbuhan aset yang stabil" ini lebih menenangkan daripada berjuang di Taipei. Selain itu, ia juga memuji kemudahan berkendara di Taiwan tengah dan selatan, mengatakan bahwa ia tidak perlu berdesakan di MRT setiap hari, yang mengurangi tekanan hidup. Jika ia ingin berpartisipasi dalam kegiatan seni dan budaya yang hanya tersedia di Taipei, ia dapat pergi ke Taipei kapan pun ia membutuhkannya.
Unggahan tersebut memicu diskusi, banyak yang menunjukkan alasan di balik fenomena “merantau ke utara”. Mereka berpendapat bahwa meskipun biaya hidup di Taipei dan Kota Taipei Baru tinggi, sumber daya, pilihan pekerjaan, dan potensi pembangunan tetap menjadi faktor penting yang menarik kaum muda untuk pindah ke sana. Menurut para warganet, beberapa industri hanya memiliki perusahaan di Taipei, termasuk kantor pusat, posisi-posisi tertentu, dan unit-unit utamanya, sehingga lebih banyak kesempatan di wilayah utara.
Seorang warganet lain menceritakan pengalamannya, bahwa 10 tahun sebelumnya ia adalah seorang pekerja perantau di Taipei dengan gaji rendah dan harus menyewa tempat tinggal, tapi setelah beberapa waktu, ia akhirnya dapat membeli rumah dan membangun keluarga, sehingga sebaiknya jangan terlalu pesimis, sebab tentu ada lebih banyak kesempatan. Ada pula yang menyampaikan, merantau ke Taipei merupakan keputusan terbaik yang dibuatnya, terlebih hubungan dengan kerabat di selatan pun masih sangat baik. Selain itu, ada pula yang menyampaikan, bahwa ada beberapa pekerjaan yang hanya tersedia di wilayah utara dan meskipun gaji awalnya rendah, tapi itu adalah pekerjaan yang disukai.
MOL: Strategi Dukungan untuk Keluarga Pekerja tidak untuk Seluruh Pekerja Asing
Kementerian Tenaga Kerja (MOL) menyampaikan pada hari Rabu (27/5), bahwa usulan langkah-langkah dukungan keluarga yang diumumkan sebagai bagian dari strategi baru pemerintah untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di Taiwan juga akan berlaku bagi para pekerja asing, tapi pekerja migran domestik dan pengasuh yang tinggal bersama dengan majikan tidak termasuk di dalamnya.
Langkah-langkah tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari Rabu, mencakup perpanjangan cuti pernikahan, dari 8 menjadi 14 hari, kemudian cuti melahirkan dari 8 menjadi 12 pekan, dan cuti ayah dari 7 menjadi 14 hari.
Dalam konferensi pers di Taipei, Menteri Tenaga Kerja Hung Sun-han (洪申翰) menyampaikan, bahwa langkah-langkah tersebug juga akan berlaku bagi para pekerja asing di Taiwan, termasuk rumah tangga yang kedua orang tuanya adalah warga negara asing.
Namun, ia mengutarakan, meski pekerja migran yang tercakup dalam Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, seperti pekerja sektor konstruksi dan manufaktur, akan mendapat manfaat dari langkah-langkah tersebut, tapi pekerja rumah tangga migran dan pengasuh yang tinggal bersama dengan majikan tidak akan tercakup sepenuhnya.
Hal tersebut karena kedua jenis pekerja ini tidak tercakup dalam Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan, yang berarti hak-hak berdasarkan undang-undang tersebut, seperti cuti menikah, tidak berlaku bagi mereka, dan menurutnya perluasan manfaat yang diusulkan juga tidak akan berlaku.
Karena usulan tersebut memerlukan persetujuan dari Yuan Legislatif sebelum dapat diberlakukan, Hung menyampaikan, bahwa kementerian berharap langkah-langkah tersebut dapat diimplementasikan pada 1 Januari 2027.
Hung menjelaskan, “banyak sistem tempat kerja yang dihitung berdasarkan tahunan, dan pihak usaha membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sistem mereka.”
Untuk cuti tambahan bagi pasangan pengantin baru dan calon orang tua, langkah-langkah yang diusulkan juga mencakup subsidi bagi pengusaha, dengan pemerintah sepenuhnya menanggung upah yang dibayarkan selama hari-hari cuti yang baru ditambahkan.
Langkah-langkah tersebut juga akan memperluas kelayakan cuti orang tua dari orang tua dengan anak hingga 3 menjadi mereka yang memiliki anak hingga 6, sekaligus memperluas tunjangan cuti orang tua.
Langkah-langkah tersebut juga mencakup subsidi bagi usaha kecil dan menengah untuk mempekerjakan pekerja pengganti atau memberikan tunjangan penggantian tugas ketika karyawan mengambil cuti terkait pengasuhan anak.
Untuk membiayai langkah-langkah terkait ketenagakerjaan di bawah strategi pemerintah baru, Hung mengatakan pendanaan akan berasal dari anggaran pemerintah dan Dana Asuransi Ketenagakerjaan, dengan total melebihi NT$20 miliar.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, angka kelahiran di Taiwan turun untuk tahun ke-10 berturut-turut pada tahun 2025 ke angka terendah sepanjang masa yaitu 107.812, sementara angka kesuburan total berada di angka 0,69, salah satu yang terendah di dunia.
Topik Utama: Pameran Khusus Taipower Creative