Di Taiwan, Festival Perahu Naga atau yang dikenal secara lokal sebagai Duanwu Jie (端午節) merupakan salah satu perayaan tradisional paling dinamis dan dinanti setiap tahunnya. Jatuh pada hari kelima bulan kelima dalam kalender Lunar, yang pada tahun 2026 ini dirayakan pada pertengahan bulan Juni, festival ini memadukan penghormatan terhadap sejarah, kompetisi olahraga yang memacu adrenalin, serta berbagai tradisi unik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Daya tarik utama dari festival ini tentu saja adalah balapan perahu naga yang spektakuler. Di berbagai kota besar di Taiwan, seperti Taipei, Lukang, hingga Kaohsiung, sungai-sungai utama dipenuhi oleh perahu-perahu panjang berhiaskan kepala dan ekor naga yang megah. Diiringi tabuhan drum yang bertalu-talu untuk membakar semangat, tim pendayung menyatukan kekuatan mereka demi menjadi yang tercepat mencapai garis finis dan merebut bendera kemenangan. Menariknya, antusiasme olahraga dayung ini semakin membubung tinggi di Taiwan seiring dengan terpilihnya Danau Liyu di Hualien sebagai tuan rumah kejuaraan dunia dayung perahu naga bergengsi Club Crew World Championships (CCWC) 2026.
Selain keseruan di atas air, Festival Perahu Naga di Taiwan juga sangat lekat dengan tradisi kuliner dan ritual mistis yang unik. Salah satu hidangan wajib yang tidak boleh dilewatkan adalah bakcang, yaitu bungkusan ketan berisi daging, jamur, dan kuning telur asin yang dibungkus daun bambu lalu dikukus. Selain memanjakan lidah, masyarakat juga melakukan tradisi mendirikan telur tepat pada tengah hari, mitosnya, siapa saja yang berhasil membuat telur berdiri tegak pada jam 12 siang akan mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun. Untuk mengusir nasib buruk dan penyakit, warga Taiwan juga terbiasa menggantung tanaman herbal seperti daun jeringau (calamus) dan mugwort di depan pintu rumah mereka, serta mengenakan kantong wewangian tradisional.
Lagu: 龍的傳人 - 王力宏