Komikus Taiwan Cetak Prestasi Gemilang dalam “KADOKAWA WORLD MANGA CONTEST”, Raih 3 Penghargaan
Sebuah kompetisi manga internasional Jepang “KADOKAWA WORLD MANGA CONTEST”, yang diselenggarakan oleh grup penerbitan Jepang ternama, KADOKAWA baru-baru ini diumumkan nama pemenangnya. 3 komikus Taiwan mencetak prestasi gemilang dan berhasil meraih penghargaan, penyeleksian dari 1.959 karya dari 118 negara dan kawasan berhasil meraih penghargaan emas, penghargaan perunggu, dan penghargaan kehormatan.
Untuk kompetisi kali ini penghargaan emas dimenangkan oleh komikus Taiwan Eli Lin dengan karyanya 「Cells Within the Body.」, Karya Hitokuji dari komikus MurJi mendapat penghargaan perunggu, sedangkan JASONZ dengan karya “JOHNNY B. GOOD IS GONNA BE GOOD” meraih penghargaan kehormatan, ini menunjukkan kreativitas dan bakat para kreator manga Taiwan.
Dewan Juri memuji karya 「Cells Within the Body.」sebagai contoh yang sempurna “komik tanpa dialog” menunjukkan bakat luar biasa, yang paling mengesankan adalah struktur naratifnya yang spektakuler, secara mendalam menyampaikan bahwa aspek terpenting dari manga bukanlah dialog, tetapi “kekuatan menyampaikan cerita melalui visual”.
Menteri Kebudayaan Li Yuan sangat senang mengetahui prestasi luar biasa para kreator Taiwan dalam kompetisi tahun ini dan menyampaikan ucapan selamat yang tulus kepada semua pemenang. Beliau menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, manga Taiwan terus menunjukkan energi yang melimpah dalam kreasi, publikasi, dan pertukaran internasional. Para kreator telah menggunakan karya mereka untuk menampilkan budaya dan karakteristik kreatif Taiwan yang beragam, secara bertahap mendapatkan pengakuan dari pasar dan pembaca internasional.
Kepala Kantor Perwakilan Taiwan di Jepang, Lee I-yang (李逸洋) juga memberikan ucapan selamat kepada 3 komikus yang meraih penghargaan. Ia mengatakan, melalui karya-karya yang luar biasa, semakin banyak orang Jepang akan memahami dan menghargai Taiwan. Kantor Perwakilan di Jepang akan terus mendukung pengembangan seniman Taiwan dan industri budaya di Jepang, serta mempromosikan pertukaran budaya antara Taiwan-Jepang.
Tujuan dari pagelaran KADOKAWA WORLD MANGA CONTEST adalah menemukan bakat komik global dan memberikan kesempatan untuk memasuki pasar komik Jepang. Pemenang hadiah emas menerima hadiah sebesar US$10.000, hadiah perak US$5.000, dan hadiah perunggu US$3.000. Pemenang hadiah emas, perak, dan perunggu juga akan mendapat bimbingan kreatif dan dukungan editorial dari divisi editorial komik KADOKAWA, membantu mereka dalam mengembangkan karya serial dan publikasi komersial, dan akan diundang untuk menghadiri acara penghargaan di Jepang.
Selain itu, karya-karya pemenang akan dipublikasikan di platform manga KADOKAWA, KADOCOMI, untuk dipamerkan kepada pembaca di seluruh dunia.
Pusat Kebudayaan Taiwan di Jepang yang bernaung di bawah Kementerian Kebudayaan mengatakan, manga Taiwan terus menjadi sorotan internasional dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya memenangkan banyak penghargaan dalam kompetisi komik Jepang dan internasional tetapi juga secara bertahap memperluas peluang kerja sama penerbitan dan hak cipta di luar negeri. Ke depannya, mereka akan terus memperdalam pertukaran dan kerja sama komik Taiwan-Jepang, membantu komik Taiwan meningkatkan visibilitas di pasar Jepang dan memungkinkan lebih banyak kreator dan karya luar biasa untuk dilihat oleh dunia.
Pura-Pura menjadi Turis, Beberapa WNA ternyata menjadi Pekerja Prostitusi
Biro Kepolisian Kota New Taipei mengumumkan pada 3 Juni lalu, bahwa melalui analisis big data terhadap aliran keuangan dalam beberapa kasus jaringan prostitusi, mereka menemukan sebuah kelompok yang terkait dengan jaringan tersebut. Setelah penyelidikan, mereka menangkap tersangka utama, bermarga Huang (黃), dan tiga kaki tangannya. Kasus ini telah dialihkan ke kantor kejaksaan dengan tuduhan kejahatan terorganisir, pelanggaran narkoba, perbuatan tidak senonoh di tempat umum, dan pencucian uang.
Divisi Investigasi Kriminal dari Biro Kepolisian Kota New Taipei mengeluarkan siaran pers pada hari Rabu lalu, menyatakan, bahwa setelah penyelidikan mendalam terhadap beberapa kasus jaringan prostitusi yang diungkap oleh kantor polisi setempat, dan setelah memperoleh bukti yang menghubungkan seorang pria bernama Huang, Tim Kelima dari Divisi Investigasi baru-baru ini melakukan pencarian dan penangkapan multi-arah.
Kapten tim, Chen Kuo-yu (陳國裕) seperti dikutip dari CNA menyampaikan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari beberapa jaringan prostitusi yang telah mereka bongkar dan melalui investigasi serta analisis aliran keuangan yang lebih luas, mereka menemukan bahwa uang yang mengalir dari jaringan prostitusi yang berlokasi di Kota New Taipei dan Kota Taipei semuanya masuk ke geng yang sama, dimana geng tersebut telah lama mengendalikan operasi prostitusi.
Chen menyatakan, jaringan prostitusi ini beriklan melalui platform media sosial. Seorang tersangka bernama Lin bertanggung jawab untuk mengedit dan mempercantik foto-foto wanita serta menulis iklan promosi, kemudian mengiklankannya secara online untuk menarik klien. Kelompok tersebut menggunakan kode "peziarah" sebagai kode pemesanan dan menamai kelompoknya "Grup Peziarah" dalam upaya menghindari deteksi polisi.
Polisi menunjukkan bahwa tersangka utama, seorang pria bermarga Huang, juga merekrut wanita Thailand dengan kedok turis wisata jangka pendek ke Taiwan. Jika seorang wanita tidak mampu membayar tiket pesawat atau biaya perjalanan, Huang akan menanggung biaya dan menyediakan akomodasi untuk menarik lebih banyak wanita asing. Kelompok tersebut kemudian mengambil komisi dari transaksi seks tersebut.
Polisi menyatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jaringan prostitusi telah menggunakan perangkat lunak komunikasi terenkripsi dan rekening atas nama orang lain untuk menyembunyikan aktivitas mereka, sehingga meningkatkan kesulitan penyelidikan. Namun, kejahatan teknologi masih tidak dapat lolos dari hukum. Melalui analisis big data dan patroli online, analisis aliran keuangan terkait mengungkapkan bahwa jaringan prostitusi yang dikendalikan oleh geng ini telah mengumpulkan keuntungan beberapa juta NTD.
Setelah sekitar enam bulan penyelidikan, polisi memperoleh bukti keterlibatan Huang dalam kasus tersebut. Tim kepolisian berhasil menggeledah dan menangkapnya, serta menyita telepon seluler, peralatan komputer, ganja, dan barang bukti lainnya. Kasus tersebut dialihkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Kota New Taipei untuk penyelidikan atas tuduhan kejahatan terorganisir, pelanggaran narkoba, perbuatan tidak senonoh di tempat umum, dan pencucian uang. Huang, tersangka utama, dan tiga kaki tangannya yang bermarga Lin, Chen, dan Qiu dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Kota New Taipei. Setelah diinterogasi, mereka semua dibebaskan dengan jaminan.
Topik Utama: Konser dari Artis Taiwan dan Internasional, Berbayar atau Gratis? Mana Pilihanmu?
Indonesia dihebohkan dengan kehadiran F3 dan Ashin Mayday dalam konser bertajuk "F*Forever" yang berlangsung selama 3 hari di Jakarta, Indonesia. Namun, bagaimana perbedaannya dengan konser-konser yang ada di Taiwan? Yuk dengarkan langsung di acara hari ini.