Mangzhong, posisi matahari kesembilan dalam sistem 24 jieqi (節氣), jatuh setiap tahun pada 5, 6, atau 7 Juni. Namanya secara harfiah merujuk pada dua hal sekaligus, mang (芒) berarti bulu halus pada bulir tanaman serealia, dan zhong (種) berarti biji atau benih. Pepatah pertanian kuno mencatatnya dengan tepat, inilah batas waktu terakhir bagi para petani untuk menanam tanaman berbulir seperti padi dan gandum, karena melewati masa ini, penanaman dianggap sia-sia.
Suhu udara pada periode ini meningkat signifikan, sering kali diiringi hujan deras di sore hari. Ada pepatah yang menggambarkan kelesuan khas musim ini, "Ada makanan enak pun malas pergi", ini adalah gambaran betapa panasnya cuaca hingga orang enggan bergerak meski dihadapkan pada hidangan lezat sekalipun. Sementara itu, pepatah lain menyebut bahwa jika Mangzhong diiringi petir dan hujan turun saat Festival Perahu Naga (端午節), itu pertanda tahun panen yang melimpah.
Festival Perahu Naga dan Adat Istiadat yang Menyertainya
Mangzhong beriringan erat dengan Festival Perahu Naga yang jatuh pada tanggal lima bulan lima kalender lunar. Pada hari itu, setiap rumah menancapkan daun apsintus, jerangau, ranting dedalu, atau ranting beringin di depan pintu sebagai penolak bala. Masyarakat menempelkan kuplet tengah hari berupa kertas kuning bertuliskan tinta merah, mengenakan kantong wangi, memakaikan benang panjang umur pada anak-anak, makan bakcang, meminum arak realgar, dan mandi dengan air rebusan rumput pahit.
Di pedesaan, tradisi mengusir nyamuk masih dijalankan, yakni pada sore hari Festival Perahu Naga, warga membakar seikat jerami, mengasapi setiap sudut rumah, lalu berlari keluar dan membuangnya di tepi jalan bersama uang kertas arwah. Kepercayaan setempat meyakini cara ini ampuh mengusir nyamuk dan serangga dari hunian. Pada tengah hari yang sama, masyarakat juga memainkan permainan mendirikan telur, konon hanya pada momen inilah dalam setahun telur ayam dapat berdiri tegak di atas tanah.
Di balik semua tradisi itu, Festival Perahu Naga juga memperingati Qu Yuan (屈原), penyair setia Negara Chu yang dijebak orang-orang jahat dan akhirnya menenggelamkan diri ke Sungai Miluo. Warga yang bergegas mendayung perahu untuk menyelamatkannya tidak berhasil, lalu melempar bakcang ke sungai agar ikan tidak memakan jasadnya, dari situlah lomba perahu naga dan tradisi makan bakcang menjadi ikon abadi Festival Perahu Naga.
Mangzhong juga menandai berakhirnya masa mekar berbagai bunga. Masyarakat kuno yang percaya bahwa segala sesuatu memiliki roh menjalankan ritual mengantar dewa bunga, tentunya ini menjadi ungkapan terima kasih atas perlindungan selama musim semi sekaligus pengingat untuk menghargai waktu yang terus berlalu.
Tradisi lainnya adalah merebus plum, yakni mengolah buah plum musiman yang telah matang untuk menghilangkan rasa asam dan sepatnya agar lebih nikmat disantap. Di sektor perikanan, periode Mangzhong masih memungkinkan penangkapan ikan terbang di perairan Xiaoliuqiu dan lepas pantai Su'ao, kawanan ikan cakalang dari Selat Bashi muncul di perairan Kaohsiung, sementara cumi-cumi dalam jumlah besar dapat ditangkap di Keelung, Penghu, dan Tainan.

Festival Perahu Naga (CNA)
Panduan Kesehatan dan Bahan Makanan Musiman Mangzhong
Memasuki Mangzhong, suhu tinggi dan kelembapan yang masih tersisa dari musim hujan plum dapat memicu tubuh terasa panas, hati gelisah, emosi mudah terpancing, hingga pusing dan sesak di dada. Pengobatan tradisional Tiongkok menyarankan untuk memelihara hati dan paru-paru dengan hidangan pendingin seperti sup oyong jali-jali atau sup kundur jali-jali, makan hingga tujuh puluh persen kenyang, dan memperbanyak asupan cairan.
Taiwan sebagai kerajaan buah-buahan menyajikan tiga bahan musiman unggulan di periode ini. Labu Kabocha dari Hokkaido, kaya serat pangan untuk mengontrol berat badan, paling lezat diolesi pasta miso lalu dipanggang, pilih yang berat, padat, simetris, dengan kulit hijau gelap mengilap.
Semangka, buah ikonik musim panas, mengandung glukosa dan mineral yang membangkitkan selera makan sekaligus meredakan hawa panas, pilih yang kulitnya hijau kehitaman dengan pola garis jelas dan pusar ekor yang sempit.

Makan bakcang juga menjadi salah satu tradisi di Festival Perahu Naga. (CNA)
Pertanian, dan Pesan Mangzhong
Di lading pertanian, wilayah utara mulai menanam bawang merah, daun bawang, dan mentimun, wilayah tengah fokus pada terong, buncis, dan ubi jalar, sementara wilayah selatan memasuki masa tanam kucai, melon oriental, dan kedelai.
Mangzhong adalah pengingat bahwa alam memiliki ritmenya sendiri, dan mereka yang mengikuti ritme itu, baik petani maupun masyarakat umum, akan menuai hasil terbaik dari setiap musim yang datang.