Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Air Sungai Mataian Meluap, Kepala Proyek Terseret Arus! Drone Pencitraan Termal Temukan Korban  

11/06/2026 Kedai RTISI
Air Sungai Mataian Meluap, Kepala Proyek Terseret Arus! Drone Pencitraan Termal Temukan Korban (RtiSI)
Air Sungai Mataian Meluap, Kepala Proyek Terseret Arus! Drone Pencitraan Termal Temukan Korban (RtiSI)

Sungai Mataian di Guangfu, Kabupaten Hualien, Senin kemarin (8/6) sempat meluap akibat hujan deras. Seorang kepala proyek yang menangani proyek penahan pasir, terseret arus bandang bersama kendaraannya saat mengevakuasi alat berat dan dinyatakan hilang! Beruntung, ada yang mendengar suara rintihan minta tolong yang lemah. Tim SAR gabungan dari polisi dan relawan pemadam kebakaran tidak menyerah dalam pencarian.

Pada larut malam, dengan menggunakan drone yang dilengkapi kamera pencitraan termal, mereka menemukan sebuah titik cahaya oranye kekuningan di tengah aliran sungai. Saat diterbangkan lebih dekat, dipastikan bahwa itu adalah siluet manusia berwarna oranye kemerahan dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Hal ini membuat seluruh tim penyelamat segera menuju lokasi untuk melancarkan operasi penyelamatan. Daya hisap lumpur yang sangat kuat membuat perahu karet sempat tidak bisa bergerak. Untungnya, pihak kontraktor mengerahkan alat berat untuk menarik dan menyeret, hingga akhirnya korban berhasil diselamatkan!

Pemimpin Tim Penyelamat, Lin Chih-chun (林志軍) mengatakan, “Dia sebenarnya sudah terjebak di dalam rawa lumpur, dia benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Tanah di sana memberikan sensasi bahwa bernapas saja bisa membuat kita ikut tenggelam.”

Air berlumpur berwarna kuning kehijauan mengalir perlahan, sementara siluet manusia berwarna oranye kemerahan di tengahnya tampak sangat kontras. Kepalanya sedikit bergerak, dan bahkan naik turunnya napas terlihat jelas, memastikan adanya tanda-tanda kehidupan.

Meskipun suhu keempat anggota tubuhnya relatif lebih rendah, tetapi kemampuannya bertahan hidup lebih dari sehari semalam dan ditemukan dalam keadaan selamat, sepenuhnya berkat batang pohon hitam ramping yang menopang bagian belakang kepalanya.

Pemimpin Tim Penyelamat, Lin Chih-chun, mengatakan, “Posisi dia berbaring kebetulan ada sebuah kayu besar, kalau tidak dia tidak mungkin bisa bertahan di sana terlalu lama. (Kalau tidak ada kayu itu, ada kemungkinan seluruh tubuhnya akan tenggelam), kemungkinan besar akan tenggelam, ya benar, pasti, pasti.”

Mendengar suara minta tolong, meskipun sejauh mata memandang hanya ada kegelapan pekat, tim penyelamat tetap tidak menyerah. Polisi dan pemadam kebakaran mengerahkan drone untuk melakukan pencarian dari udara. Fitur pencitraan termal yang terpasang pada drone tersebut berhasil menampilkan siluet manusia berwarna oranye kekuningan di tengah malam, dan sangat berjasa dalam penyelamatan korban.

Anggota Tim Penyelamat mengatakan, “Tepat di bawah drone, terlihat orangnya, tim penyelamat melihat orangnya, itu bayangan orang.”

Setelah melalui proses penyelamatan yang sulit selama hampir tiga jam, tim penyelamat berhasil menjangkau korban dan menempatkannya di atas perahu karet. Namun, karena daya hisap rawa lumpur yang sangat kuat, lambung perahu sempat terjebak dan tidak bisa bergerak.

Pemimpin Tim Penyelamat, Lin Chih-chun, mengatakan, “Bisa dibilang sebanding dengan 'Jalan Surga' (penggemblengan pasukan katak), menurut saya. Seperti pasukan katak amfibi itu, mereka menghadapi batu, sedangkan kami menghadapi lumpur. Benar-benar sulit untuk melangkah, karena untuk satu langkah saja, kami mungkin butuh waktu sekitar satu menit. Awalnya masih bergerak, tapi lama-kelamaan gerakannya semakin kecil. Kami juga khawatir, kalau ditunda terus sampai hari terang, jangan-jangan orangnya sudah tidak ada atau bagaimana. Akhirnya kami sendiri juga ikut panik.”

Biro Pemadam Kebakaran mengirimkan tambahan 16 personel untuk bantuan. Total ada hampir 50 polisi dan relawan pemadam kebakaran di lokasi kejadian. Mereka mengerahkan lampu penerangan, tali, dan dua perahu karet. Di saat yang sama, pihak kontraktor juga mengerahkan alat berat yang paling bertenaga.

Ekskavator menggunakan kabel baja untuk menarik, dan akhirnya berhasil menyelamatkan korban pada pukul empat dini hari. Meskipun suhu tubuhnya agak rendah, kesadarannya tetap jernih. Otaknya diduga mengalami benturan yang menyebabkan pendarahan ringan, namun untungnya setelah konsultasi dengan dokter bedah saraf, kondisinya dinyatakan stabil. Segala jerih payah tim penyelamat terasa sepadan pada saat ini.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解