Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

IPO SpaceX Serap Dana Jumbo, Saham AI Taiwan Masih Kokoh?

15/06/2026 Perspektif
IPO SpaceX Serap Dana Jumbo, Saham AI Taiwan Masih Kokoh? (Reuters)
IPO SpaceX Serap Dana Jumbo, Saham AI Taiwan Masih Kokoh? (Reuters)

Rencana IPO Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) milik Elon Musk di bursa Nasdaq pada 12 Juni waktu Timur AS menjadi salah satu peristiwa pasar paling dinantikan tahun ini. Dengan target valuasi antara US$1,75 triliun hingga US$2 triliun dan perolehan dana yang diproyeksikan mencapai US$75 miliar hingga US$86 miliar, IPO ini disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal. Pertanyaan yang kini mengemuka di kalangan investor: apakah gelombang dana besar yang tersedot ke SpaceX akan menggerus momentum saham-saham AI di bursa Taiwan yang sepanjang tahun ini sudah melesat hingga 60%?

SpaceX yang berdiri sejak 2002 membagi bisnisnya ke dalam tiga segmen utama, luar angkasa, komunikasi satelit melalui Starlink, dan kecerdasan buatan (AI). Namun berdasarkan data prospektus, hanya segmen komunikasi satelit yang mencatatkan laba, terutama dari pendapatan langganan berkala Starlink. Segmen luar angkasa dan AI masih merugi. Ke depan, SpaceX berambisi merambah koneksi langsung ponsel ke satelit, komputasi AI berbasis luar angkasa, hingga energi luar angkasa, yang mana ini adalah skenario yang selama ini hanya ada dalam film fiksi ilmiah.

Wakil Presiden Franklin Templeton Securities Investment Consulting, Lo Yu-mei (羅尤美), mengingatkan bahwa berdasarkan pengalaman historis, perusahaan teknologi raksasa AS seperti Apple, Meta, Tesla, hingga Nvidia selalu berhasil menyedot perhatian besar saat IPO. Namun dalam beberapa hari atau sepekan setelah melantai, harga saham mereka cenderung terkoreksi. 

Lo Yu-mei juga menyoroti bahwa SpaceX sebelumnya telah melakukan penempatan swasta, sehingga investor institusional memiliki pemahaman valuasi yang jauh lebih matang dibandingkan investor ritel. Jika setelah IPO terjadi aksi jual masif dari institusi, kepanikan di kalangan investor ritel hampir pasti akan menyusul. "Setelah melantai, perusahaan harus benar-benar membuktikan diri melalui arus kas dan pendapatan yang bisa dibandingkan secara terbuka dengan perusahaan lain. Di situlah valuasi akan diuji ulang," ujar Lo Yu-mei.

Situasi semakin kompleks karena sepekan setelah IPO SpaceX, pasar juga menghadapi variabel besar berupa rapat FOMC yang untuk pertama kalinya akan dipimpin Ketua The Fed baru, Kevin Warsh. Dua katalis besar ini hadir hampir bersamaan, membuat pasar global berada dalam kondisi siaga penuh. SpaceX bahkan secara belum pernah terjadi sebelumnya mengalokasikan hingga 30% kuota pemesanan untuk investor ritel, yang berarti daya serapnya terhadap dana publik jauh lebih besar dari IPO-IPO besar sebelumnya.

Di sisi lain, Wakil Presiden Senior Nomura Asset Management Taiwan, Chang Chi-wen (張繼文), memiliki pandangan yang lebih optimistis. Ia menilai bahwa efek penyingkiran dana dari IPO SpaceX lebih mungkin berdampak pada saham-saham dari kelompok tujuh raksasa teknologi AS (Magnificent Seven), bukan pada rantai pasok Taiwan. Sebaliknya, jika kinerja operasional SpaceX pasca-IPO terbukti solid, hal itu justru akan menguntungkan perusahaan-perusahaan rantai pasok di Taiwan.

"SpaceX utamanya berkaitan dengan kebutuhan satelit orbit rendah. Taiwan memiliki banyak perusahaan di segmen ini. Jika penggalangan dana SpaceX berjalan lancar, tentu akan membawa pertumbuhan bagi rantai pasok terkait di Taiwan," kata Chang Chi-wen.

Faktor geopolitik turut memperkuat posisi Taiwan. Reuters mengonfirmasi bahwa prospektus SpaceX tidak dapat dipasarkan di Hong Kong dan Tiongkok, sementara Bloomberg melaporkan bahwa bank penjamin emisi telah melarang penuh partisipasi investor dari kedua wilayah tersebut. Akibatnya, para investor besar di Asia beralih membidik saham-saham rantai pasok Starlink di seluruh kawasan, dan Taiwan.

Lo Yu-mei juga mencatat bahwa bursa Taiwan sepanjang tahun ini menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan bursa Korea Selatan, bahkan di tengah sejumlah ketegangan geopolitik di Selat Hormuz. Salah satu faktor penopangnya adalah basis investor ritel Taiwan yang cukup besar dengan pola investasi melalui ETF dan tabungan saham berkala, yang secara konsisten memberikan dukungan aksi beli saat harga turun. Bobot Taiwan dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI pun kini telah melampaui Tiongkok, menempatkannya di posisi pertama di antara pasar berkembang global.

Pertanyaan sesungguhnya kini bukan sekadar apakah IPO SpaceX akan menyingkirkan dana dari saham AI Taiwan, melainkan apakah momentum ini justru akan menciptakan kemakmuran ganda, di mana rantai pasokan AI dan rantai pasokan Starlink di bursa Taiwan tumbuh beriringan. Jawabannya akan mulai terlihat segera setelah SpaceX resmi melantai dan pasar memberikan putusannya.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解