完成自己Menjadi diri sendiri yang Utuh sebuah frasa yang indah tapi sulit dicapai padahal mudah dan tanpa banyak modal untuk mrealisasikannya.
完成自己diterjemahkan sebagai : Menyelesaikan Diri Sendiri , secara tata bahasa memang benar, tetapi secara rasa justru terasa aneh dalam bahasa Indonesia.
Karena dalam bahasa Mandarin, 完成自己 bukan berarti seseorang adalah proyek yang harus diselesaikan seperti menyelesaikan tugas sekolah. Ada lapisan makna yang jauh lebih luas:
Selamat datang di acara Jurnal Maria
歡迎收聽瑪麗亞週記Semoga semua hidup bahagia, sehat jiwa dan raga.
Teman-teman Jmers,
“Jika Kita Tidak menjadi diri sendiri secara utuh, Kesuksesan Sebesar Apa Pun Tidak Akan Bermakna”
Pidato Wisuda NTU 2026 oleh Tseng Pao-Yi, podcaster, aktris, penulis, artis mengatakan: Hancurkan Cetakan yang Seragam, Hiduplah Sebagai Unicorn Versimu Sendiri
Saat berdiri di podium upacara wisuda Universitas Nasional Taiwan (NTU) 2026, Tseng Pao-Yi mengaku bahwa dirinya masih bisa menangis, masih merasa cemas, dan masih bertanya pada diri sendiri:
“Siapa sebenarnya saya?”
Padahal ia telah berkarya lebih dari 30 tahun, memenangkan Golden Bell Awards, menjadi pembawa acara, produser, penulis, dan terlibat dalam berbagai proyek besar.
Namun menurutnya, pencapaian terbesar dalam hidupnya hanya satu:
“Menjadi diri sendiri.”
Dan itulah hadiah yang ingin ia berikan kepada para lulusan tahun ini.
Tiga Hadiah Kehidupan untuk Para Lulusan
1. Pekerjaan dan gelar bukanlah identitasmu
Menurut Tseng Pao-Yi, tahun-tahun kuliah bukan sekadar proses mendapatkan ijazah.
Orang-orang yang kita temui, kelas yang kita ikuti, pengalaman yang kita jalani, semuanya akan menjadi nutrisi bagi kehidupan.
Hal yang sama berlaku dalam pekerjaan.
Jangan menganggap kartu nama atau jabatan sebagai identitas diri.
Pekerjaan hanyalah salah satu cara untuk mengalami dunia dan mengenal diri sendiri lebih dalam.
2. Tidak ada jalan hidup yang sia-sia
Setiap pembelajaran, usaha, kegagalan, dan pengalaman yang pernah kita lalui akan memiliki makna di masa depan.
Kita tidak perlu terlalu cepat khawatir apakah jurusan kuliah kita berguna atau tidak.
Kita juga tidak perlu takut ketika meninggalkan kampus dan kehilangan tempat bergantung.
Karena setiap orang yang pernah hadir dalam hidup kita, dan setiap pengalaman yang pernah kita alami, suatu hari akan menjadi bekal yang membantu perjalanan kita.
3. Bersikaplah lebih lembut kepada diri sendiri
Dunia berubah sangat cepat.
Informasi datang tanpa henti dan mudah membuat orang merasa cemas.
Karena itu, Tseng Pao-Yi berpesan:
“Bersikaplah lebih lembut.”
Bukan hanya terhadap orang lain dan dunia, tetapi juga terhadap diri sendiri.
Menurutnya, banyak lulusan NTU terbiasa menuntut diri dengan sangat keras.
Namun ketika menoleh ke belakang, sebenarnya kita sudah melakukan banyak hal dengan baik.
Karena itu:
“Bersikaplah lebih lembut kepada dirimu sendiri, dan juga kepada dunia ini.”