Selamat datang kembali di dapur cerita kita.
Hari ini, saya akan memperkenalkan salah satu menu masakan kesukaan Jensen Huang. Pendiri NVIDIA.
Pria yang oleh banyak media dijuluki sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam revolusi kecerdasan buatan atau AI.
Setiap kali ia datang ke Taiwan, berita tentang dirinya muncul di mana-mana.
Bukan hanya karena pidatonya.
Bukan hanya karena pertemuannya dengan para pemimpin industri teknologi.
Tetapi juga karena satu pertanyaan yang terdengar sangat sederhana.
"Hari ini Jensen Huang makan di mana?"
Aneh ya?
Di saat dunia membicarakan chip AI, superkomputer, dan masa depan teknologi, banyak orang Taiwan justru sibuk mencari tahu restoran mana yang ia kunjungi.
Dan dari sekian banyak tempat makan favoritnya, ada satu restoran yang hampir selalu disebut.
Namanya 花娘小館.
Sebuah restoran yang hangat.
Tidak mewah.
Tidak penuh dekorasi berlebihan.
Bukan restoran bintang Michelin.
Tetapi justru tempat seperti inilah yang berkali-kali didatangi oleh seorang miliarder teknologi.
Dan salah satu hidanganyang selalu dipesan Jensen Huang adalah
ebuah hidangan yang namanya mungkin membuat sebagian orang terkejut. 蒼蠅頭. jika diterjemahkan secara harfiah.
"Kepala Lalat."
Tenang saja.
Tidak ada lalat dalam masakan ini.
Saya ulangi.
Tidak ada lalat sama sekali.
Nama itu muncul karena butiran kecil daging cincang dan tauco atau tausi hitam yang tersebar di antara daun kucai terlihat seperti titik-titik hitam kecil.
Seseorang pernah bercanda bahwa bentuknya mirip kepala lalat.
Nama itu kemudian melekat.
Dan justru menjadi terkenal.
Kadang-kadang dunia kuliner memang lucu.
Beberapa makanan memiliki nama yang sangat indah.
Tetapi ada juga makanan yang justru terkenal karena namanya yang aneh.
Dan 蒼蠅頭 termasuk salah satunya.