Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Yushan Xiao Fei Xia (玉山小飛俠)

27/06/2026 Feng Shui
Yushan (CWA)
Yushan (CWA)

Banyak orang mengira puncak tertinggi Taiwan adalah Alishan, Guanyinshan, atau Yangmingshan. Faktanya, Yushan, dengan ketinggian 3.952 meter di atas permukaan laut, adalah gunung tertinggi di Taiwan, sekaligus salah satu destinasi pendakian paling bergengsi di Asia Timur. 

Setiap tahun, lebih dari 500.000 orang mendaftarkan diri dalam sistem undian resmi untuk mendapat izin mendaki, namun hanya 50.000 orang yang terpilih. Persaingan yang ketat ini melahirkan ungkapan populer di kalangan pendaki Taiwan, yaitu bagian tersulit dari mendaki Yushan bukanlah medannya, melainkan lolos dari undian.

Namun jangan salah, medan Yushan sama sekali tidak bisa diremehkan. Banyak pendaki berpengalaman terlebih dahulu melatih fisik dengan mendaki gunung-gunung yang lebih rendah sebelum berani menaklukkan Yushan. Di balik keindahan dan tantangan fisiknya, Yushan menyimpan kisah urban legend yang telah beredar selama puluhan tahun dan hingga kini belum terkuak asal-usulnya, kisah tentang sosok misterius berjas hujan kuning yang dikenal warga Taiwan sebagai Yushan Xiao Fei Xia (玉山小飛俠)

Sebelum mencapai puncak utama Yushan, para pendaki wajib singgah di sebuah penginapan milik pemerintah yang berdiri di ketinggian 3.402 meter, bernama Paiyun Lodge (排雲山莊). Bangunan ini awalnya adalah asrama sederhana berbahan papan kayu yang diperuntukkan bagi para pekerja. Pada 1965, pihak kehutanan merenovasi dan membangunnya kembali menjadi penginapan resmi seperti yang dikenal saat ini.

未提供相片說明。

Paiyun Lodge (排雲山莊). Ilustrasi: AI Generated

Selain sebagai titik pemberhentian wajib, Paiyun Lodge juga berfungsi sebagai pos istirahat strategis sebelum pendaki melanjutkan rute menuju puncak. Setelah renovasi selesai, pihak berwenang menunjuk dua orang sebagai penanggung jawab penginapan ini, yakni Mr. Hu dan Mr. Zhu. Dari sinilah kisah mistis Yushan yang paling terkenal bermula.

Pada 1975, Mr. Hu telah mengabdikan diri selama satu dekade di Paiyun Lodge. Ia sudah sangat akrab dengan kondisi dan suasana di ketinggian lebih dari 3.000 meter itu. Pada era 1970 hingga 1980-an, Yushan belum seramai sekarang, pendaki hanya berdatangan pada akhir pekan, sehingga di hari-hari biasa penginapan ini kerap kosong tanpa tamu. Pada suatu malam yang dingin, ketika salju turun lebat dan Mr. Hu bertugas sendirian, ia memutuskan untuk beristirahat setelah memastikan seluruh jendela dan pintu terkunci. Tengah malam, sekitar pukul setengah tiga dini hari, ia terbangun oleh suara ketukan keras dan tergesa-gesa di pintu utama. Mr. Hu mengenakan mantel, turun, dan membuka pintu, namun tidak ada seorang pun di luar.

Yang lebih mengejutkan, tidak ada satu pun jejak kaki yang tercetak di lapisan salju yang menutupi tanah. Mr. Hu kembali ke kamarnya dengan perasaan tidak menentu, mencoba meyakinkan diri bahwa ia mungkin hanya mengalami halusinasi akibat kelelahan.

Beberapa hari kemudian, giliran jaga berganti ke tangan Mr. Zhu. Mr. Hu sempat menceritakan pengalamannya, namun Mr. Zhu tidak terlalu menganggap serius, ia menduga rekannya itu hanya terlalu lelah. Namun pada suatu malam, Mr. Zhu mengalami hal serupa. Saat hendak terlelap, terdengar ketukan di pintu utama.

Sebelum membuka pintu, Mr. Zhu menyempatkan diri melongok dari jendela, dan ia melihat tiga sosok berdiri di luar, masing-masing mengenakan jas hujan berwarna kuning. Mr. Zhu segera membuka pintu dan mempersilakan ketiganya masuk. Wajah mereka tampak pucat dan datar tanpa ekspresi. Mr. Zhu bergegas ke dapur untuk menyiapkan air jahe hangat.

Namun ketika ia kembali ke ruang tamu membawa tiga gelas minuman, ketiga sosok berjas hujan kuning itu telah lenyap tanpa jejak. Pintu utama masih terkunci dari dalam, dan kuncinya masih ada di saku celana Mr. Zhu. Tidak ada jalan keluar yang bisa digunakan, namun ketiga tamu misterius itu menghilang begitu saja.

Kejadian ini menyebar dengan cepat. Pihak pengelola Paiyun Lodge akhirnya membangun altar Dewi Kwan Im di dalam bangunan sebagai upaya perlindungan, sementara Mr. Hu dan Mr. Zhu membawa seekor anjing, yang kemudian dipanggil Blacky, dari kaki gunung untuk ditempatkan di penginapan. Namun gangguan tidak berhenti. Blacky kerap menggonggong di tengah malam, terkadang bersamaan dengan suara gedoran keras di pintu utama.

未提供相片說明。

Kisah urban legend mengenai Yushan Xiao Fei Xia. Ilustrasi: AI Generated

Kisah sosok berjas hujan kuning tidak hanya terjadi di lingkungan penginapan. Di jalur pendakian antara Paiyun Lodge dan puncak Yushan, terdapat sebuah persimpangan yang sejak lama dikenal rawan menyesatkan pendaki, terutama di era ketika rambu-rambu jalur pendakian belum terpasang dengan jelas.

Cuaca di Yushan bisa berubah sangat cepat, kabut tebal kerap menyelimuti jalur pendakian pada siang atau sore hari, dan medan yang berat kerap membuat anggota tim terpencar.

Dalam satu kisah yang banyak beredar, dua pendaki yang tertinggal dari rombongannya, sebut saja Mr. A dan Mr. B, tiba di persimpangan tersebut dan melihat tiga sosok berpakaian kuning berjalan di depan mereka. Keduanya memutuskan mengikuti ketiga sosok itu sebagai penunjuk arah.

Selama hampir dua jam berjalan, jarak antara mereka dengan ketiga sosok itu selalu sama, tidak pernah mendekat meski mereka mempercepat langkah. Ketiga sosok itu tidak pernah berbicara, hanya terus berjalan dengan kepala menunduk. Tiba-tiba ketiganya bergerak sangat cepat, hampir seperti melayang, memaksa Mr. A dan Mr. B berlari untuk mengimbangi.

Saat kabut tebal datang dan keduanya memutuskan berhenti untuk beristirahat, kabut perlahan menghilang. Mereka baru menyadari bahwa mereka berdiri di tepi jurang, satu langkah lagi, dan keduanya akan jatuh ke dasar jurang. Belakangan, sejumlah pendaki yang tersesat di Yushan dan berhasil ditemukan tim penyelamat memberikan keterangan serupa, yaitu mereka mengikuti tiga sosok berpakaian kuning dan akhirnya kehilangan arah.

Insiden yang paling banyak dibicarakan terjadi pada 1987, ketika seorang pendaki bernama Zhou Chong-kun (周聰坤) menghilang di kawasan puncak timur Yushan. Menurut kesaksian rekan satu timnya, Zhou terlihat terus berjalan ke arah yang salah di sebuah persimpangan. Meski dipanggil berulang kali, ia tidak merespons dan terus melangkah hingga menghilang dari pandangan.

Tim penyelamat dikerahkan dan melakukan penyisiran selama berhari-hari di seluruh kawasan, termasuk di area puncak timur, namun Zhou tidak ditemukan. Sekitar dua tahun kemudian, jasadnya ditemukan tergeletak di puncak timur Yushan, di lokasi yang sebelumnya telah disisir berulang kali oleh tim pencari.

未提供相片說明。

Kisah pendaki Zhou Chong-kun. Ilustrasi: AI Generated

Bagaimana jasad itu bisa luput dari seluruh proses pencarian sebelumnya hingga kini tetap menjadi pertanyaan yang tidak terjawab. Sosok Yushan Xiao Fei Xia, makhluk halus penghuni Yushan yang konon selalu menampakkan diri dalam wujud berjas hujan kuning, terus menjadi bagian dari kisah urban legend pendakian Taiwan yang paling bertahan hingga hari ini. Asal-usulnya tetap misterius, namun kisahnya terus diceritakan dari generasi ke generasi di antara para pendaki yang pernah menginjakkan kaki di puncak tertinggi Taiwan itu.

Ikuti Program & Podcast
Fengshui dan Mitos
Feng Shui
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Sabtu

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解