Seorang pekerja konstruksi di Changhua bermarga Ko, berstatus cerai dengan istrinya dan 2 anak di bawah umur menjadi hak asuh istri, namun ketika dia mengunjungi anak-anaknya, sering mengalami konflik dengan ibu mertuanya. Ibu mertua di depan umum, mengumpatnya dengan kata-kata yang tidak enak didengar seperti “sampah masyarakat”, bahkan melempar beras dengan maksud mengutuknya, membuatnya tidak tahan dan menuntut ke jalur hukum.
Dalam sidang pengadilan, Mr. Ko merasa dirinya dihina di depan umum dan mencemarkan nama baik serta meminta ganti rugi sebesar NT$300.000, namun akhir persidangan, pengadilan memutuskan mantan ibu mertuanya harus membayar ganti rugi sebesar NT$6.000.-