Setelah hujan lebat berhari-hari, pemandangan menakjubkan muncul di Museum Chimei, Tainan! Dari lima patung kuda nil yang awalnya dipamerkan di padang rumput luar ruangan, satu yang berukuran paling besar secara mengejutkan berpindah tempat sejauh 40 meter, mengapung dari daratan ke atas air seolah sedang berendam.
Banyak warga yang mendengar kabar ini berbondong-bondong datang untuk mengambil selfie. Mereka bercanda bahwa kuda nil tersebut hidup kembali, persis seperti kisah dalam film Night at the Museum. Setelah ditelusuri, diduga hujan yang terlalu deras saat itu menyebabkan genangan air tinggi, sehingga kuda nil tersebut seolah-olah memiliki kaki, melompati jalur kayu, dan pindah rumah dengan sendirinya.
Patung kuda nil dengan mulut terbuka lebar tampak mengapung di atas air. Anda mungkin tidak menyangka, rumah aslinya ternyata berada di hamparan rumput yang berjarak sekitar 40 meter dari posisinya saat ini.
"Mungkin ini seperti Night at the Museum ya," ujar seorang warga.
Saat ditanya lebih lanjut oleh wartawan, warga tersebut menimpali dengan jenaka, "Kuda nilnya seolah hidup kembali."
Warga lainnya menambahkan, "Patung itu sangat berat, sepertinya tidak mungkin mengapung sejauh itu. Tapi ya, anggap saja kami datang untuk menengoknya."
Masyarakat tak henti-hentinya menyebut kejadian ini sangat ajaib, seolah film Night at the Museum benar-benar terjadi di dunia nyata. Baik orang dewasa maupun anak-anak, begitu mendengar kabar ini, langsung bergegas menuju Museum Chimei di Tainan untuk memastikan sendiri apakah kuda nil ini benar-benar tumbuh kaki.
"Adik, kamu percaya tidak kalau kuda nil itu bisa mengapung sejauh ini?" tanya seorang wartawan kepada seorang anak kecil, yang langsung dijawab dengan singkat, "Tidak percaya."
Seorang warga lain turut berkomentar, "Meskipun hujan, seharusnya patung itu tidak berpindah atau mengapung sampai sejauh ini. Sangat sulit dipercaya. Airnya harus menggenang sangat tinggi, dan itu butuh hujan yang luar biasa deras."
Kuda nil yang kabur dari rumah ini kebetulan adalah yang paling berat di antara kelompoknya. Awalnya, ia bersama empat rekannya dipamerkan dengan tenang di atas rumput luar ruangan. Tak disangka, setelah hujan deras yang mengguyur berhari-hari, ia malah pindah rumah sendiri, bergerak sejauh 40 meter dan mengapung di air untuk berendam.
Humas Media Museum Chimei, Chung Chia-hsin (鍾佳欣), menjelaskan, "Ini adalah karya dari Pameran Desain Seni Let’s Dance Animals di Museum Chimei pada tahun 2016. Setelah pameran berakhir, kami memindahkan semua patung kuda nil ke padang rumput di sebelahnya. Kali ini, karena curah hujan yang terlalu besar sehingga debit air naik, kuda nil yang paling besar pun mengapung hingga ke permukaan danau."
Peristiwa kaburnya kuda nil ini tidak hanya membutuhkan genangan air yang cukup tinggi. Bagaimana patung bertubuh raksasa itu bisa melewati jalur pejalan kaki dari kayu dan mengapung hingga ke seberang, hingga kini masih menjadi misteri. Kisah petualangan kuda nil yang hanyut ini tak pelak menambah topik perbincangan hangat bagi museum, sekaligus menjadikannya sebagai spot foto viral yang diburu banyak orang.