Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

Dashu (大署)

18/07/2026 Feng Shui
Dashu (大署). (Foto: CNA)
Dashu (大署). (Foto: CNA)

Dashu (大署) atau Panas Besar merupakan salah satu dari dua puluh empat istilah matahari dalam kalender tradisional Tiongkok yang menandai puncak dari musim panas. Jatuh pada sekitar tanggal 22 atau 23 Juli setiap tahunnya, Dashu bukan sekadar penanda astronomis, melainkan sebuah periode di mana intensitas sinar matahari mencapai titik tertingginya, suhu udara melonjak, dan kelembapan mencapai level yang menantang bagi kehidupan manusia.

Di Taiwan, yang secara geografis terletak di wilayah subtropis, Dashu dirasakan dengan sangat nyata. Panas yang menyengat dan cuaca yang sering kali tidak menentu membuat masyarakat setempat sejak dahulu kala mengembangkan berbagai kearifan lokal yang unik untuk menyiasati kondisi alam yang ekstrem ini.

Secara historis, Dashu dianggap sebagai masa di mana energi Yang () sedang berada di puncak kekuatannya. Dalam filosofi Tiongkok, keseimbangan antara Yin () dan Yang () adalah kunci kesehatan, sehingga ketika panas matahari mendominasi, masyarakat dituntut untuk melakukan penyesuaian gaya hidup agar tubuh tetap harmonis. 

result image

Foto: AI GENERATED

Di Taiwan, tradisi yang paling melekat dengan Dashu adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang dianggap mampu menetralkan suhu tubuh. Salah satu yang paling populer adalah tradisi memakan nanas. Masyarakat Taiwan memiliki pepatah yang mengatakan bahwa nanas yang dipanen saat Dashu adalah yang paling manis dan berair. Nanas tidak hanya dianggap sebagai buah penyegar, tetapi juga sebagai simbol keberuntungan karena dalam dialek Hokkien, pengucapan nanas (ong-lai) terdengar seperti keberuntungan yang datang. Oleh karena itu, menyantap nanas saat Dashu bukan hanya soal mendinginkan tubuh, tetapi juga ritual untuk mengundang rezeki.

Selain nanas, masyarakat Taiwan juga memiliki tradisi unik memakan cincau hitam (仙草). Cincau hitam yang kenyal ini diolah dari tanaman Mesona chinensis dan dipercaya memiliki khasiat mendinginkan yang luar biasa. Di banyak pasar tradisional di Taiwan, pedagang akan menyajikan cincau hitam yang dicampur dengan susu atau gula merah sebagai hidangan penutup wajib saat Dashu.

Ada pula kepercayaan bahwa memakan ayam yang direbus dengan akar tanaman tertentu dapat memberikan energi tambahan bagi tubuh untuk melawan kelelahan akibat panas yang berkepanjangan. Tradisi kuliner ini menunjukkan bagaimana masyarakat Taiwan menggabungkan pengetahuan botani tradisional dengan kebutuhan praktis untuk bertahan hidup di tengah terik matahari.

Di balik tradisi kuliner tersebut, terdapat pula mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat Taiwan. Salah satu mitos yang cukup menarik adalah tentang menjemur barang. Masyarakat percaya bahwa pada hari Dashu, sinar matahari memiliki kekuatan pembersihan yang paling kuat. Oleh karena itu, banyak orang akan menjemur pakaian, buku, atau barang-barang berharga di bawah terik matahari untuk mengusir energi negatif atau serangga yang merusak.

Selain itu, terdapat tradisi mengirim perahu Wang Ye di beberapa wilayah pesisir Taiwan. Perahu-perahu kecil yang dihias dengan indah akan dilarung ke laut sebagai simbol pembuangan penyakit dan nasib buruk. Tentunya ini menjadi ritual yang sangat kental dengan pengaruh kepercayaan lokal dan penghormatan kepada dewa-dewa pelindung laut yang diyakini sangat aktif selama bulan-bulan panas.

Jika kita menengok ke luar Taiwan, pengaruh Dashu juga terasa di daratan Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, meskipun dengan nuansa yang sedikit berbeda. Di Tiongkok, Dashu sering kali dikaitkan dengan masa panen gandum musim panas dan persiapan untuk menanam padi tahap kedua.

Ada tradisi di beberapa wilayah Tiongkok untuk meminum sup jahe, karena menurut pengobatan tradisional Tiongkok, makan panas untuk melawan panas dapat membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui keringat.

Di Jepang, periode yang berdekatan dengan Dashu sering dikaitkan dengan tradisi Doyo no Ushi no Hi (土用の丑の日), di mana masyarakat Jepang sangat dianjurkan untuk mengonsumsi belut (unagi) untuk menjaga stamina di tengah musim panas yang melelahkan.

Sementara itu, di Korea Selatan, periode panas yang intens ini dikenal dengan istilah Sambok, di mana masyarakat secara tradisional akan mengonsumsi Samgyetang atau sup ayam ginseng untuk memulihkan energi yang terkuras oleh panas.

result image

Di Taiwan, tradisi yang paling melekat dengan Dashu adalah kebiasaan mengonsumsi makanan yang dianggap mampu menetralkan suhu tubuh. Foto: AI Generated

Persamaan dari semua tradisi di Asia Timur ini adalah penghormatan terhadap ritme alam. Masyarakat di Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan semuanya sepakat bahwa Dashu adalah masa yang menuntut kewaspadaan. Panas yang ekstrem tidak hanya dipandang sebagai fenomena cuaca, tetapi sebagai tantangan fisik dan spiritual.

Di Taiwan, tradisi-tradisi ini tetap bertahan meski modernisasi telah mengubah cara hidup masyarakat. Penggunaan pendingin ruangan mungkin sudah menggantikan banyak fungsi tradisional, namun ritual memakan nanas atau cincau hitam tetap menjadi bagian dari identitas budaya yang menghubungkan generasi muda dengan kearifan nenek moyang mereka.

Mitos-mitos yang menyertai Dashu juga mencerminkan ketakutan sekaligus harapan manusia terhadap alam. Di masa lalu, ketika teknologi belum ada, panas yang berlebihan bisa berarti kekeringan dan kegagalan panen. Oleh karena itu, ritual-ritual yang dilakukan saat Dashu sebenarnya adalah bentuk doa dan usaha kolektif untuk memohon perlindungan dari kekuatan alam yang maha dahsyat.

Di Taiwan, semangat gotong royong dalam menghadapi panas ini terlihat dari bagaimana komunitas saling berbagi makanan atau mengadakan festival kecil di kuil-kuil setempat. Hal ini menciptakan ikatan sosial yang kuat, di mana panas matahari tidak lagi menjadi beban individu, melainkan momen untuk mempererat kebersamaan.

Dashu di Taiwan adalah perpaduan yang indah antara sains kuno dan kehangatan budaya. Ia mengajarkan kita bahwa manusia adalah bagian tak terpisahkan dari siklus alam. Dengan memahami kapan matahari berada di titik tertingginya, masyarakat tidak hanya belajar untuk bertahan hidup, tetapi juga belajar untuk merayakan kehidupan itu sendiri.

Tradisi-tradisi yang tampak sederhana, seperti memakan buah-buahan lokal atau menjemur barang-barang di bawah sinar matahari, mengandung filosofi mendalam tentang keseimbangan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap lingkungan.

 

Ikuti Program & Podcast
Fengshui dan Mitos
Feng Shui
Penyiar: Yunus Hendry
Waktu Siar: Sabtu
Informasi Terkait Program Ini

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解