ketika seseorang menyajikan semangkuk misoa kaki bb 豬腳麵線, ia sebenarnya tidak hanya menyajikan makanan.
Ia juga menyajikan doa.
Harapan.
Dan kasih sayang.
Teman-teman Jmers, di Jurnal hari ini saya mengangkat tema yang di awal mungkin Anda mengira saya salah ucap, dan ini pasti untuk Jelajah Kuliner dan tadi salah ucap. Hahaha…. Meskipun kita membicarakan kuliner, tetapi di jurnal, arah pembicaraan bukan tentang dapur melainkan ada apa gerangan kok orang Taiwan begitu menyukai kaki babi.
Hari ini saya ingin memulai dengan sebuah pertanyaan sederhana.
Mengapa orang Taiwan begitu menyukai kaki babi?
Jika Anda berasal dari Indonesia, mungkin pertanyaan ini terdengar agak aneh.
Karena di banyak tempat, kaki babi sering dianggap sebagai bagian yang kurang menarik.
Ada yang menganggapnya terlalu berlemak.
Ada yang merasa teksturnya terlalu lengket.
Ada pula yang lebih memilih bagian daging yang lebih besar dan lebih mudah dimakan.
Namun di Taiwan, ceritanya berbeda.
Sangat berbeda.
Di sini, kaki babi bukan sekadar bahan makanan.
Ia adalah bagian dari budaya.
Bagian dari tradisi.
Bagian dari kenangan keluarga.
Dan mungkin juga bagian dari identitas kuliner Taiwan itu sendiri.
Jika suatu sore Anda berjalan di jalan-jalan Taipei, Kaohsiung, Taichung, atau Tainan, kemungkinan besar Anda akan menemukan restoran yang menjual 豬腳. Dan beda bagian beda harganya lho. Misalnya kaki bagian bawah yang ada jemarinya, itu satu bagian, lalu bagian tengah, itu bagian yang paling disukai, karena lemak sedikit, tulang sedikit, dan lebih banyak kikilnya dan kulit. Dan bagian teratas, merupakan bagian yang mahal, bahkan sering dimasak kecap secara utuh dan menjadi menu mewah di restoran berkelas.
Tetapi hidangan cu jiao juga bisa muncul di pedagang asongan, street food, di pasar malam,
ada yang berupa restoran kecil keluarga.
Ada yang berupa kedai tradisional yang sudah berdiri puluhan tahun.
Ada pula yang menjadi tujuan wisata kuliner. Semua sering hanya satu menu utama yaitu cu jiao kaki babi dengan olahan resep rahasia masing-masing koki atau keluarga. dan biasanya resep diturunkan dari generasi ke generasi.
Yang menarik, pelanggan mereka datang dari berbagai usia dan profesi. Ada:
Mahasiswa.
Pegawai kantor.
Keluarga muda.
Pensiunan.
Turis lokal dan asing yang tertarik ketika membaca ceritanya di buku wisata.
Semuanya duduk menikmati makanan yang sama.
Semangkuk nasi hangat.
Sepotong kaki babi yang direbus perlahan selama berjam-jam. Sausnya sampai kental, lengkep, bagi yang belum pernah mencoba, mengira dikentalkan oleh air tepung kanji. Bukan, itu adalah kandungan kolagen.
Dan semangkuk sup sederhana di sampingnya. Sup ini biasanya berupa sup sayuran musim, jadi kadang sup lobak putih yang dimasak lama dengan tulang iga, dan kadang sup rebung jika sedang panen rebung. Semua sup direbus lama dalam api kecil bersama tulang belulang, memberikan rasa umami.
Saya sering berpikir bahwa kecintaan orang Taiwan terhadap kaki babi sebenarnya bukan hanya soal rasa.
Melainkan soal cara pandang terhadap makanan.
Dalam banyak tradisi Tionghoa, hampir setiap bagian bahan makanan dihargai.
Bukan hanya bagian yang paling mahal.
Bukan hanya bagian yang paling populer.
Tetapi seluruh bagian.
Ada penghormatan terhadap bahan makanan.
Ada keyakinan bahwa dengan teknik yang tepat, hampir setiap bagian dapat diubah menjadi sesuatu yang lezat.
Dan kaki babi adalah contoh yang sangat baik.
Ketika dimasak dengan benar, kaki babi mengalami perubahan yang luar biasa.
Kulit yang awalnya keras menjadi lembut.
Jaringan kolagen perlahan mencair.
Lemak dan daging menyatu dengan bumbu.
Hasil akhirnya bukan sekadar daging.
Melainkan tekstur yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Lembut.
Lengket.
Kaya rasa.
Dan hampir meleleh di mulut.
Mungkin karena itulah banyak orang Taiwan begitu menyukainya.
Karena tidak ada bagian lain yang memberikan pengalaman seperti itu.
Namun ada alasan lain yang lebih dalam.
Dalam budaya Taiwan, kaki babi sering hadir pada momen-momen penting kehidupan.
Salah satu yang paling terkenal adalah 豬腳麵線.
Kaki babi dengan mie panjang umur.
Hidangan ini sering muncul saat ulang tahun.
Perayaan.
Atau ketika seseorang melewati masa sulit dan ingin memulai babak baru dalam hidupnya.
Juga seseorang yang baru dibebaskan dari tahanan, juga segera diajak makan mioa kaki babi sebuah hidangan rakyat Taiwan. Maksud dari tindakan makan mi kaki baru bagi seseorang yang baru dibebaskan, mengartikan menghilangkan bala dari dirinya. Dan menunjukkan reborn. Menyongsong kehidupan baru baginya.
Selain itu juga mi melambangkan umur panjang.
Sedangkan kaki babi melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Jadi ketika seseorang menyajikan semangkuk 豬腳麵線, ia sebenarnya tidak hanya menyajikan makanan.
Ia juga menyajikan doa.
Harapan.
Dan kasih sayang.