Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Ternyata Bukan Minyaknya, tetapi Cara Kita Memasaknya

07/09/2026 Jurnal Maria

JURNAL MARIA – Episode 4

Ternyata Bukan Minyaknya, tetapi Cara Kita Memasaknya

 

Selama tiga episode terakhir, kita telah berbincang tentang minyak goreng. Kita membahas mengapa suatu minyak dapat mengandung benzopyrene, bagaimana memilih minyak yang sesuai dengan kebutuhan memasak, hingga berbagai mitos yang sering beredar di media sosial.

Namun setelah mempelajari semua itu, saya justru sampai pada sebuah kesimpulan yang sederhana.

Mungkin selama ini saya terlalu sibuk mencari minyak yang paling sehat, tetapi kurang memperhatikan cara saya menggunakannya.

Padahal, bisa jadi bukan minyaknya yang menjadi masalah, melainkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan hampir setiap hari di dapur.

Hari ini, mari kita membicarakan kebiasaan-kebiasaan tersebut dan menjadi penutup dari tema minyak yang berlangsung selama 4 episode. Mungkin ada yang selama ini kita anggap biasa, tetapi ternyata cukup berpengaruh terhadap kualitas makanan yang kita sajikan untuk keluarga.

 

Kesalahan Pertama

Menunggu minyak sampai berasap

Saya masih ingat ketika belajar memasak dulu. Ada yang berkata kepada saya, "Tunggu saja sampai minyak berasap, berarti sudah cukup panas."

Kalimat itu terdengar masuk akal.

Namun setelah membaca lebih banyak tentang ilmu memasak, saya baru mengetahui bahwa ketika minyak mulai mengeluarkan asap, sebagian komponen di dalamnya mulai mengalami kerusakan.

Setiap minyak memiliki batas suhu yang berbeda. Ketika batas itu terlampaui, rasa, aroma, dan kualitas minyak akan mulai berubah.

Artinya, kita tidak perlu menunggu sampai dapur dipenuhi asap baru mulai memasak.

Sering kali api sedang dengan minyak yang cukup panas justru memberikan hasil yang lebih baik.

Bukan hanya lebih sehat, tetapi juga membuat rasa makanan lebih terjaga.

 

Kesalahan Kedua

Menggunakan minyak goreng berulang kali

Ini mungkin kebiasaan yang masih banyak dijumpai.

Setelah selesai menggoreng ayam atau ikan, minyak disaring, disimpan, lalu digunakan lagi beberapa hari kemudian.

Memang terasa sayang jika langsung dibuang.

Namun kita juga perlu memperhatikan kondisinya.

Jika warna minyak sudah berubah menjadi cokelat tua, baunya mulai tengik, muncul banyak busa saat dipanaskan, atau cepat mengeluarkan asap, itu tanda bahwa kualitasnya sudah menurun.

Kadang-kadang kita terlalu fokus menghemat uang, tetapi lupa bahwa kesehatan keluarga juga memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Menggunakan minyak satu kali untuk memasak dalam kondisi tertentu mungkin masih dapat dilakukan. Namun semakin sering minyak dipanaskan berulang kali, kualitasnya akan semakin menurun.

Kesalahan Ketiga

Mengira api besar selalu lebih baik

Dalam kehidupan modern, kita sering ingin semuanya selesai dengan cepat.

Begitu pula saat memasak.

Api besar dianggap bisa mempercepat pekerjaan.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Api yang terlalu besar sering membuat bagian luar makanan cepat gosong, sementara bagian dalamnya belum matang sempurna.

Selain itu, panas yang terlalu tinggi juga dapat mempercepat kerusakan minyak dan mengurangi kualitas beberapa zat gizi pada makanan.

Saya mulai belajar bahwa memasak bukan soal seberapa cepat selesai, melainkan bagaimana memberikan panas yang tepat sesuai dengan jenis makanan yang sedang dimasak.

Terkadang, api sedang justru menghasilkan masakan yang lebih lezat.

 

Kesalahan Keempat

Menyimpan minyak di tempat yang kurang tepat

Pernahkah Anda memperhatikan di mana botol minyak biasanya diletakkan?

Banyak dapur menyimpannya tepat di samping kompor karena mudah dijangkau.

Saya juga pernah melakukannya.

Padahal minyak tidak menyukai panas, cahaya matahari langsung, maupun udara yang terlalu lama masuk ke dalam botol.

Semua itu dapat mempercepat proses oksidasi.

Sekarang saya mencoba menyimpan minyak di tempat yang lebih sejuk, menutup botol rapat setelah digunakan, dan membeli dalam ukuran yang sesuai kebutuhan agar tidak terlalu lama disimpan.

Kebiasaan kecil seperti ini ternyata cukup membantu menjaga kualitas minyak.

 

Kesalahan Kelima

Menganggap semua wajan sama

Ketika berbicara tentang memasak, ternyata bukan hanya minyak yang berperan.

Peralatan memasak juga ikut menentukan hasil akhirnya.

Wajan stainless steel sangat baik untuk menumis dan tahan lama, tetapi membutuhkan teknik pemanasan yang benar agar makanan tidak mudah lengket.

Wajan besi atau cast iron mampu mempertahankan panas dengan sangat baik sehingga cocok untuk memanggang atau memasak daging.

Wajan anti lengket memudahkan kita memasak dengan sedikit minyak. Namun lapisannya perlu dijaga agar tidak tergores dan sebaiknya diganti jika sudah rusak.

Sementara wajan keramik cukup nyaman digunakan untuk memasak ringan, meskipun daya tahannya biasanya tidak selama stainless steel.

Tidak ada wajan yang sempurna.

Sama seperti minyak goreng, semuanya memiliki fungsi masing-masing.

Yang penting adalah memahami kapan dan bagaimana menggunakannya.

 

Kesalahan Keenam

Terlalu fokus pada satu bahan makanan

Setelah mempelajari banyak hal tentang minyak, saya justru menyadari sesuatu yang cukup lucu.

Kadang-kadang kita menghabiskan banyak waktu memilih minyak terbaik, tetapi kemudian makan sayur hanya sedikit.

Kita mencari minyak yang paling sehat, tetapi masih sering mengonsumsi minuman yang tinggi gula.

Kita membaca label minyak dengan sangat teliti, tetapi lupa memperhatikan apakah menu kita sudah cukup mengandung protein, serat, buah, dan sayuran.

Pada akhirnya, kesehatan tidak ditentukan oleh satu botol minyak.

Kesehatan dibangun dari keseluruhan pola makan.

Dari kebiasaan kita setiap hari.

Dari keseimbangan.

 

We use cookies to provide you with a better browsing experience.

By continuing to browse this site, you agree to our Cookie Policy. Learn more about our Privacy Policy

I understand
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x