EPISODE 1
台灣諺語Pepatah Taiwan
蔡伯喈,拜別人的墓
Tshua Peh-kai, pai pat lang ê bōng
Arti Pepatah
Pepatah Taiwan ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melupakan asal-usulnya, melupakan orang-orang yang pernah membesarkannya, atau melupakan akar kehidupannya setelah memperoleh kedudukan, kekayaan, atau kesuksesan.
Dalam bahasa Indonesia, maknanya mirip dengan:
"Kacang lupa kulitnya."
蔡伯喈 (Tshua Peh-kai) adalah nama lain dari 蔡邕 (Cai Yong), seorang sastrawan dan cendekiawan terkenal pada akhir Dinasti Han Timur.
Ketika kedua orang tuanya meninggal dunia, Cai Yong sudah berhasil meraih ketenaran dan jabatan. Namun karena berbagai keadaan, ia tidak dapat pulang untuk mengurus pemakaman orang tuanya. Semua urusan pemakaman bergantung pada istrinya, Zhao Wuniang (趙五娘), yang bahkan harus memotong dan menjual rambutnya sendiri agar dapat membeli peti mati dan menyelenggarakan pemakaman yang layak.
Beberapa waktu kemudian, Cai Yong akhirnya kembali ke kampung halamannya untuk berziarah kepada orang tuanya. Namun karena khawatir orang lain mengetahui bahwa keluarganya dahulu hidup dalam kemiskinan, ia sengaja memilih makam lain yang tampak lebih megah untuk dijadikan tempat bersembahyang.
Tindakan ini kemudian dianggap oleh masyarakat sebagai contoh seseorang yang melupakan asal-usulnya dan merasa malu terhadap latar belakang keluarganya sendiri.
Karena itulah lahirlah pepatah:
「蔡伯喈,拜別人的墓」
yang digunakan untuk menyindir orang yang lupa akar kehidupannya.
Kata dan Frasa:
(台語)蔡伯喈:(中文) 即蔡邕,東漢末著名文人。Cai Yong, sastrawan Dinasti Han Timur
(台語) 拜:(中文) 祭拜bersembahyang, berziarah
(台語) 別人:(中文) 別人,他人orang lain
(台語) 墓:(中文) 墳墓makam
中文諺語Padanan Pepatah Mandarin:
叛祖忘宗Pàn zǔ wàng zōng
Mengkhianati leluhur dan melupakan asal-usul keluarga.
數典忘祖Shǔ diǎn wàng zǔ
Melupakan akar sejarah dan leluhur sendiri.
有奶便是娘Yǒu nǎi biàn shì niáng
Secara harfiah berarti "siapa yang memberi susu, dialah ibu." Digunakan untuk menggambarkan orang yang hanya mementingkan keuntungan dan mudah berpindah kesetiaan demi kepentingan pribadi.