Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Jiwa Muda - Kenapa Kamu Jomblo?

Ilustrasi sendirian (foto: 李珮菁攝)
Ilustrasi sendirian (foto: 李珮菁攝)

Maskapai Penerbangan Taiwan Mempertimbangkan Penghapusan Nama pada Lencana Staf

Beberapa maskapai penerbangan Taiwan kini sedang mempertimbangkan untuk menghapus nama mandarin lengkap dari lencana nama staf layanan garis depan untuk melindungi privasi para petugas terkait, sementara China Airlines telah menyampaikan akan menghapusnya segera.

Dilansir dari Taiwan News dan UDN, Kepala Maskapai China Airlines, Kao Shing-hwang (高星潢) telah memberikan janji tersebut kepada perwakilan serikat pekerja beberapa waktu lalu dan pejabat serikat pekerja menyampaikan, perubahan tersebut merupakan tanda bahwa maskapai menghargai privasi dan keselamatan para staf di garis depan.

Alasan pertimbangan ini, menurut serikat pekerja karena penumpang dapat menggunakan nama lengkap karyawan dalam bahasa Mandari untuk melacak mereka di media sosial dan aplikasi pesan, bahkan untuk melecehkan atau menguntit mereka. Serikat pekerja pun menginginkan hanya nama keluarga Mandarin yang ditampilkan pada lencana nama.

China Airlines akan memperkenalkan lencana baru pada Maret 2027 dengan menampilkan nama keluarga Mandarin dan Inggris bersama dengan nama Inggris yang disingkat atau nama samaran dalam bahasa asing. Sementara anak perusahaan China Airlines, Tigerair Taiwan telah menyampaikan, pihaknya akan menghapus nama keluarga Mandarin dari lencana mereka dan Mandarin Airlines juga akan mengikuti contoh dari perusahaan induk.

Maskapai penerbangan Eva Air masih mempertimbangkan opsi untuk kebijakan lencana nama mereka. Starlux Airlines mengatakan menampilkan nama lengkap dalam bahasa Mandarin dan Inggris membantu penumpang dari berbagai negara untuk mengidentifikasi dan berkomunikasi dengan staf. Selama acara hubungan masyarakat dan pengambilan gambar, lencana tersebut ditutupi untuk melindungi privasi dan keselamatan karyawan.

 

Penipuan Sewa Rumah di Tahun Ini telah Mencapai 119 Kasus, Seorang Korban bahkan Kehilangan Tabungan hingga NT$350.000

Dengan adanya tahun ajaran baru perguruan tinggi dan musim pencarian kerja, permintaan akan sewa rumah pun meningkat, menarik para penipu yang juga menargetkan mahasiwa atau calon penyewa yang membutuhkan tempat tinggal. Berdasarkan data statistik dari Biro Investigasi Kriminal Kota Taichung, 119 kasus penipuan sewa rumah palsu telah ditangani mulai dari Januari hingga Agustus tahun ini. Metode penipuan juga telah berkembang, dari sekedar mengambil uang jaminan menjadi serangkaian penipuan yang melibatkan pemilik rumah palsu, platform palsu, dan perwakilan layanan pelanggan palsu. Pada bulan Juli, seorang mahasiswa laki-laki berusia 21 tahun di Kota Taichung kehilangan lebih dari NT$350.000 dari tabungannya bahkan sebelum melihat apartemen tersebut. Polisi mengingatkan para mahasiswa muda untuk selalu waspada.

Divisi Investigasi Kriminal Kota Taichung menunjukkan bahwa aspek yang paling menakutkan dari penipuan sewa palsu baru-baru ini bukan lagi hanya tentang mencuri uang jaminan, tetapi tentang membujuk korban untuk menyerahkan uang secara bertahap.

Pihak kepolisian menyatakan, kelompok penipu pertama kali memasang iklan apartemen menarik di platform media sosial, menawarkan harga jauh di bawah harga pasar. Mereka menarik penyewa dengan janji "cahaya alami yang bagus, berperabot lengkap, dan sangat terjangkau". Para pemilik palsu kemudian menggunakan alasan seperti "sedang di luar negeri" atau "terlalu sibuk untuk menunjukkan apartemen" untuk menghindari kehadiran langsung, secara palsu mengklaim bahwa mereka dapat mengirimkan kunci melalui platform pihak ketiga untuk menurunkan kewaspadaan korban.

Setelah korban mengikuti instruksi, seorang "perwakilan layanan pelanggan" palsu muncul, menuntut "autentikasi nama asli" di situs web palsu. Mereka kemudian menggunakan alasan seperti "autentikasi gagal" atau "akun macet" untuk menipu korban agar melakukan transfer perbankan online atau bahkan penarikan ATM tanpa kartu.

Divisi Investigasi Kriminal Kota Taichung menyatakan bahwa mulai dari menemukan apartemen, mengirimkan kunci, autentikasi nama asli hingga transaksi keuangan, setiap langkah tampak masuk akal, tetapi pada kenyataannya, semuanya adalah jebakan yang saling terkait dan dirancang dengan cermat oleh kelompok penipu tersebut. Prosedur penyewaan normal tidak akan pernah mengharuskan orang untuk melakukan transaksi perbankan online dengan dalih "autentikasi nama asli," dan juga tidak akan meminta perwakilan layanan pelanggan yang tidak dikenal untuk mentransfer uang atau melakukan penarikan tanpa kartu. Penyewa dihimbau untuk waspada dan memverifikasi informasi sebelum menandatangani kontrak dan melakukan transfer untuk menghindari jebakan penipuan.

 

Topik utama: Kenapa Kamu Jomblo? Melihat Kasus Para Jomblo di Taiwan dan Dunia Berdasarkan Studi

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x