Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Jiwa Muda - Gen Z Kesulitan untuk Berkomunikasi di Tempat Kerja?

Ilustrasi pekerja kantoran (foto: Rti)
Ilustrasi pekerja kantoran (foto: Rti)

Tainan telah Membuka Taman Perlindungan Binatang Pertama di Taiwan

Tainan telah meresmikan taman perlindungan dan pendidikan binatang baru pada hari Minggu lalu. Taman ini menggabungkan perawatan hewan, layanan adopsi, pendidikan publik, dan ruang rekreasi.

Walikota Tainan Huang Wei-che (黃偉哲) memimpin peresmian Taman Pendidikan Multifungsi Xuejia, sebuah proyek senilai NT$403 juta yang dibangun di lokasi bekas Pemakaman Keenam Xuejia. Fasilitas ini dapat menampung sekitar 400 anjing dan 40 kucing.

Dalam siaran pers terkait, Wali Kota Huang menyampaikan, taman ini dikembangkan terutama untuk mengatasi masalah anjing liar di Xuejia dan wilayah utara Tainan yang lebih luas. Ia berterima kasih kepada Kementerian Pertanian atas dukungan dan pendanaannya, dan mencatat bahwa proyek ini telah melalui beberapa putaran konsultasi dan koordinasi dengan warga sebelum pembangunan selesai.

Ia pun mengutarakan, peresmian ini menandai langkah lain dalam upaya kota untuk meningkatkan perlindungan hewan dan menciptakan lingkungan yang lebih komprehensif di mana manusia dan hewan dapat hidup berdampingan. Taman ini akan memberikan penekanan khusus pada kesejahteraan dan pendidikan hewan.

Dilansir dari CNA, Huang menyatakan, bahwa kasus-kasus kekerasan terhadap hewan yang terjadi sesekali menyoroti pentingnya mengajarkan rasa hormat terhadap kehidupan dan perlakuan yang bertanggung jawab terhadap hewan. Ia berharap siswa sekolah dasar dan menengah pertama dari seluruh Tainan akan mengunjungi taman tersebut untuk kegiatan pendidikan di luar ruangan.

Pemerintah kota menggambarkan fasilitas tersebut sebagai pusat perlindungan hewan bergaya taman pertama di Taiwan. Fasilitas ini memiliki empat komponen inti: tempat penampungan hewan, pusat pendidikan, taman hewan peliharaan, dan jalur rekreasi. Lansekapnya mencakup kolam penampungan ekologis yang bertujuan untuk mendekatkan warga dengan hewan dan meningkatkan peluang adopsi.

Fasilitas ini memiliki empat bangunan penampungan yang dirancang untuk menekankan ventilasi dan cahaya alami. Sistem drainase dan pembersihan khusus dimaksudkan untuk meningkatkan kebersihan dan kondisi hidup hewan.

Kantor Inspeksi dan Perlindungan Kesehatan Hewan Tainan menyampaikan, taman tersebut akan beroperasi di bawah standar kebersihan, pencegahan penyakit, dan pemeliharaan lingkungan yang ketat. Kota ini juga berencana untuk menggunakan taman tersebut untuk upaya sterilisasi dan bekerja sama dengan sekolah dan organisasi lain dalam program yang mempromosikan kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab dan rasa hormat terhadap hewan.

Dilansir dari UDN, lokasi seluas 1,91 hektar ini membutuhkan waktu sekitar dua setengah tahun untuk dibangun. Konstruksi dimulai pada Desember 2023, dan fasilitas tersebut selesai pada bulan Maret lalu.

Adapun kegiatan yang direncanakan dari September hingga Desember meliputi demonstrasi pelatihan dan perawatan hewan peliharaan, permainan interaktif, kegiatan swakarya, pasar, dan acara bertema binatang peliharaan.

 

Festival Seni Zha Mei 2026 akan Berlangsung selama 5 Hari, Termasuk Acara Bando

Festival Seni Zha Mei untuk tahun 2026 akan diadakan di Anping, Tainan tanggal 18-22 September, selama 5 hari berturut-turut, tepatnya di Tempat Parkir Anyi. Untuk tanggal 18 dan 19 September, acara ini mengkhususkan sebagai “Hari Piknik dan Teater”, sementara 20-22 September akan menampilkan “Hari Perjamuan dan Teater”, mengundang masyarakat berkumpul dan menyaksikan pertunjukan di Anping.

Panitia penyelenggara menyatakan bahwa acara pemanasan di Yanshui telah berakhir dengan sukses beberapa waktu lalu, memungkinkan masyarakat untuk menikmati pesona wayang potehi yang tradisional melalui gong, gendang, dan wayang. Acara utama akan berlangsung di Anping, dengan waktu 5 hari dan seluruh kegiatan diadakan di lokasi yang sama. Informasi program terperinci dan cara partisipasi akan diumumkan kemudian.

"Hari Piknik" akan memungkinkan masyarakat untuk menikmati pertunjukan di luar ruangan dalam suasana yang lebih santai. "Hari Perjamuan" akan menggabungkan budaya perjamuan tradisional dengan pertunjukan wayang; jumlah meja masih dalam tahap finalisasi, dan waktu serta metode pendaftaran akan diumumkan secara terpisah setelah konfirmasi.

Penyelenggara juga mengingatkan masyarakat bahwa tempat parkir An-Yi akan digunakan sebagai tempat pertunjukan selama acara dan tidak akan tersedia untuk parkir penonton. Informasi mengenai lokasi parkir di sekitarnya, pengaturan lalu lintas, dan rute masuk akan dikumpulkan dan diumumkan secara terpisah; harap ikuti rambu-rambu di lokasi untuk masuk.

Penyelenggara menyatakan bahwa mereka berharap dapat membawa pertunjukan wayang tradisional ke ruang publik perkotaan melalui "Festival Seni Zha Mei," memungkinkan masyarakat untuk merasakan sentuhan manusia dan suasana budaya Tainan yang unik sambil menikmati pertunjukan. Pengaturan lalu lintas, pengaturan tempat, dan metode partisipasi akan ditentukan kemudian melalui pengumuman resmi.

 

Topik Utama: Ketika Gen Z Kesulitan untuk Berkomunikasi di Tempat Kerja

Generasi Z (Gen Z) kini telah memasuki usia matang untuk masuk ke dunia kerja. Para pemula yang tidak berpengalaman tentu dapat mempelajari bagaimana bos mereka menulis email atau kapan seorang rekan kerja beralih dari pesan singkat ke pesan yang lebih formal. Namun, banyak dari Gen Z yang memasuki dunia kerja di mana sebagian besar pembelajaran itu dapat terjadi melalui layar, di mana bahasa di kedua sisi layar tidak selalu diterjemahkan.

Mengetahui cara "berbicara di kantor" tidak hanya tentang memahami kata-kata yang digunakan rekan kerja Anda. Tempat kerja memiliki aturan tak tertulis tentang cara menyapa seseorang secara formal, apa yang seharusnya ada dalam email dan bukan pesan Slack, dan bahkan seberapa akrab Anda dengan seseorang yang baru Anda temui. Generasi Z mulai mempelajari aturan-aturan itu ketika pandemi dan kerja jarak jauh mengacaukan cara-cara tradisional mereka mempelajarinya, sementara media sosial dan pesan instan membawa kebiasaan komunikasi yang berbeda ke tempat kerja. Dan kemudian, kecerdasan buatan (AI) telah "masuk ke dalam percakapan" sebagai cara lain untuk belajar juga.

Lalu bagaimana perbedaan bahasa antara generasi dan aturan di tempat kerja ini mempengaruhi generasi kerja pemula, dan bagaimana orang memperhatikan hal-hal yang terdengar pantas atau tidak? Yuk kita dengarkan langsung di acara ini.

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x