Taipei Guest House atau Rumah Tamu Taipei merupakan gedung milik pemerintah Republik Tiongkok yang terletak di Jalan Ketagalan No.1, Distrik Bo’ai, Kota Taipei.
Sejarah dari Taipei Guest House
Seperti berbagai gedung atau bangunan pemerintah Jepang lainnya di Taiwan, Taipei Guest House merupakan salah satu karya representatif Taiwan di bawah pemerintahan Jepang, ala barat, tapi ada gaya Asia di beberapa bagiannya. Setelah pembangunan terakhir, bangunan ini memiliki atap bergaya Mansard dan pilar Romawi yang modelnya mengikuti gaya bangunan istana Kekaisaran Prancis Kedua dengan bagian interior yang memiliki detail daun emas bergaya barok serta bunga berlapis emas, sementara bagian luarnya ada taman yang bergaya Jepang modern.
Bangunan ini didesain dengan gaya Baroque (Barok) oleh 2 orang arsitek Jepang, Dogo Fukuda dan Ichiro Nomura dengan strukturnya yang dibangun pada tahun 1899 hingga 1901. Di masa awal, bangunan ini mengikuti gaya Renaissance Revival, tapi kemudian dibangun ulang oleh Matsunosuke Moriyama pada tahun 1911. Di tahun 1911 inilah strukturnya dibuat lebih banyak mengikuti gaya Barok.
Setelah bangunan berdiri hingga tahun 1920, Taipei Guest House menjadi kediaman Gubernur Jenderal Taiwan selama masa pendudukan Jepang, dengan jarak sekitar 100 meter dari Kantor Gubernur Jenderal Taiwan di masa itu (kini menjadi Kantor Kepresidenan). Anggota kekaisaran Jepang di masa lalu dan kepala politik sering berkunjung ke tempat ini, bahkan Kaisar Showa (Putra Mahkota Hirohito) juga pernah menginap di tempat ini ketika berkunjung ke Taiwan.
Bagaimana bangunan ini kemudian beralih?
Pada tahun 1945, Jepang mengembalikan Taiwan kepada pemerintah nasionalis Republik Tiongkok, tepatnya pada 28 November 1945 dan kemudian bangunan ini diserahkan ke Kementerian Umum Administratif Propinsi Taiwan. Nama awalnya bukanlah Taipei Guest House, tapi memang tamu-tamunya adalah keluarga kerajaan Jepang serta para tamu penting lain. Pada 1 Februari 1946, kediaman ini diberikan nama baru yaitu Taipei Guest House, dengan peruntukan yang masih mirip seperti pendahulunya, yaitu menerima pengunjung penting bagi pemerintah, baik lokal maupun asing.
Setelah masa peralihan, ada beberapa hal penting terkait dengan pemerintahan yang terjadi di dalam bangunan ini, salah satunya adalah penandatangan Perjanjian Taipei pada 1952 oleh Menteri Luar Negeri Republik Tiongkok saat itu, George Yeh dan Menteri Luar Negeri Jepang Isao Kawada.
Setelah beberapa waktu berlalu, karena peran dan sejarahnya, Taipei Guest House pun dideklarasi sebagai bangunan bersejarah nasional milik Republik Tiongkok (Taiwan) oleh Kementerian Dalam Negeri, tepatnya pada 16 Agustus 1998. Saat itu, usianya sudah menjelang 1 abad, sehingga membutuhkan berbagai perbaikan (restorasi) agar tetap awet. Karena pemerintah berpikir, peran atau peruntukan bangunan ini ke depannya lebih banyak untuk tamu pemerintah dari luar negeri, maka pengelolaan pun dialihkan ke Kementerian Luar Negeri.
Setelah status baru dan restorasi, Taipei Guest House tetap menjadi bangunan khusus untuk menerima tamu negara atau kegiatan perayaan, bahkan sempat digunakan sebagai tempat upacara penghormatan mendiang mantan presiden Republik Tiongkok, Lee Teng-hui pada 1-16 Agustus di tahun 2020.
Setelah kegiatan restorasi selesai, komplek bangunan Taipei Guest House mulai dibuka untuk publik sejak 4 Juni 2006, tapi tidak berarti Anda setiap hari dapat berkunjung ke tempat ini.
Taipei Guest House hanya buka 1 kali dalam 1 bulan, biasanya setiap awal bulan di Hari Sabtu mulai pukul 09:00 - 16:00 (waktu terakhir masuk 15:30), tapi kadang-kadang ada pengumuman tambahan untuk Waktu berkunjung lainnya. Jika berkunjung di Waktu tersebut, juga ada petugas yang akan memberikan penjelasan mengenai detail arsitektur, dekorasi, sejarah, serta penggunaannya.
Jika ingin berkunjung, sila cek dulu jadwalnya di websitwe khusus MOFA atau cari nama "Taipei Guest House" agar tidak kecewa jika tempat tersebut sedang ditutup untuk umum.