Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Українська Panduan website

Hanlu (寒露)

03/10/2026 Feng Shui
Hanlu (寒露) (Foto: CNA)
Hanlu (寒露) (Foto: CNA)

Di antara dua puluh empat posisi matahari (二十四節氣) yang telah memandu ritme kehidupan agraris masyarakat Tionghoa selama ribuan tahun, tibanya Hanlu (寒露) menandai salah satu transisi paling nyata dalam pergantian musim.

Secara harfiah diterjemahkan sebagai Embun Dingin, Hanlu merupakan posisi matahari ketujuh belas dalam penanggalan tradisional atau posisi kelima pada musim gugur. Fenomena ini biasanya jatuh setiap tahun sekitar tanggal 8 atau 9 Oktober, saat matahari mencapai bujur langit 195 derajat.

Jika pada periode sebelumnya, yakni Bailu (白露) atau Embun Putih, tetesan air yang menempel di pucuk-pucuk dedaunan masih mencerminkan sisa kehangatan akhir musim panas yang menyegarkan, maka pada masa Hanlu udara telah berubah drastis menjadi jauh lebih menusuk, dan embun yang terbentuk di pagi hari terasa kian dingin hingga nyaris membeku.

Secara klimatologis, peralihan ini mencerminkan mundurnya pengaruh massa udara hangat dan lembap dari Samudra Pasifik, yang kemudian digantikan oleh serbuan udara kering dan dingin bertekanan tinggi dari daratan Siberia dan Mongolia.

Wilayah belahan bumi utara mengalami penurunan suhu yang kian tajam, siang hari terasa semakin singkat, dan malam hari membentang lebih panjang. Di berbagai bentang alam Tiongkok, khususnya di lembah Sungai Kuning dan kawasan utara, dedaunan mulai luruh dengan cepat menyisakan dahan-dahan yang meranggas, sementara di kawasan perbukitan dan pegunungan, hamparan daun mapel perlahan berubah menjadi merah membara, menyajikan pemandangan musim gugur yang paling matang dan megah sebelum datangnya musim dingin.

result image

Hanlu merupakan posisi matahari ketujuh belas dalam penanggalan tradisional atau posisi kelima pada musim gugur. Foto: AI Generated

Masyarakat Tiongkok kuno mengamati perubahan alam ini secara sangat terperinci dan membaginya ke dalam tiga fenomena alam atau Hou (候) yang masing-masing berlangsung selama lima hari.

Periode pertama disebut Hongyan lai bin (鴻雁來賓), yang menggambarkan kawanan angsa liar dan burung migran berbondong-bondong terbang menuju selatan dalam formasi teratur untuk menghindari hawa dingin yang kian menusuk.

Penggunaan kata bin (賓) yang berarti tamu mencerminkan filosofi penghormatan terhadap makhluk hidup yang singgah melintasi wilayah manusia.

Periode kedua ditandai dengan fenomena Que ru da shui wei ge (雀入大水為蛤), sebuah metafora puitis kuno yang mencatat bahwa burung-burung kecil mulai jarang terlihat di pepohonan, sementara di tepi-tepi perairan banyak ditemukan kerang bergaris yang warnanya menyerupai bulu burung gereja, orang dahulu secara imajinatif menganggap burung-burung tersebut menyelam ke dalam air dan bertransformasi menjadi kerang.

Periode ketiga adalah Ju you huanghua (菊有黃華), yakni saat bunga krisan mulai bermekaran dengan indahnya di tengah udara dingin, menjadi simbol keteguhan, kemurnian, dan daya tahan hidup di saat vegetasi lain mulai layu.

result image

Masyarakat Tiongkok kuno mengamati perubahan alam ini secara sangat terperinci dan membaginya ke dalam tiga fenomena alam atau Hou (候). Foto: AI Generated

Dalam tatanan agraris tradisional, Hanlu memegang peranan krusial sebagai penanda batas akhir panen raya sekaligus awal persiapan menghadapi musim tanam berikutnya. Pepatah tani kerap mengingatkan agar para petani tidak menunda pekerjaan, sebab begitu hawa dingin menyentuh tanah secara mendalam, tanaman akan sulit berkembang.

Di kawasan utara, para petani bergegas menuntaskan penanaman gandum musim dingin, sementara di wilayah selatan yang lebih hangat di sekitar lembah Sungai Yangtze, para petani sibuk memanen padi larut dan memetik tanaman kapas yang merekah putih.

Pada masa ini pula, para nelayan di kawasan danau dan pesisir mulai sibuk menangkap kepiting berbulu (大閘蟹), yang mencapai puncak kelezatannya dengan daging yang padat serta lemak kepiting yang gurih keemasan berkat pengaruh penurunan suhu air.

Selain kesibukan di ladang dan perairan, tibanya periode ini membawa implikasi besar dalam ranah pemeliharaan kesehatan (養生) menurut prinsip pengobatan tradisional Tionghoa.

Karakteristik utama dari cuaca pada masa ini adalah perpaduan antara hawa dingin  dan kekeringan. Hawa kering musim gugur dinilai paling rentan melukai organ paru-paru, yang menguasai sistem pernapasan dan kulit. Oleh karena itu, terdapat anjuran ketat untuk menjaga hidrasi tubuh, merawat kelembapan organ dalam, dan membatasi konsumsi makanan yang bersifat pedas, panas, atau digoreng kering yang dapat memicu panas dalam.

Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang berkhasiat melembapkan paru-paru dan memelihara cairan tubuh, seperti buah pir salju yang direbus dengan gula batu, biji wijen, kacang berangan, jamur kuping putih, ubi, serta madu.

Pepatah tradisional Jiuyue jiu, chi yali (九月九,吃鴨梨) mencerminkan kebiasaan menyantap buah pir pada bulan kesembilan penanggalan imlek guna menangkal batuk kering dan radang tenggorokan.

Perhatian terhadap kondisi fisik selama Hanlu juga melahirkan ungkapan populer Bailu shen bu lu, Hanlu jiao bu lu (白露身不露,寒露腳不露), yang berarti saat Embun Putih tiba seseorang sebaiknya tidak lagi membiarkan tubuhnya terbuka, dan saat Embun Dingin tiba seseorang tidak boleh lagi membiarkan kakinya kedinginan.

Dalam pandangan medis tradisional, telapak kaki memiliki lapisan lemak yang tipis dan merupakan titik awal dari banyak meridian penting, terutama meridian ginjal. Membiarkan kaki terpapar lantai dingin atau angin malam dapat dengan mudah mengundang hawa dingin masuk ke dalam tubuh dan menurunkan sistem kekebalan.

Oleh sebab itu, tradisi merendam kaki dengan air hangat sebelum tidur menjadi kebiasaan yang sangat dianjurkan untuk melancarkan sirkulasi darah, menenangkan saraf, serta menjaga kehangatan organ vital.

result image

Tradisi saat menyambut Hanlu tiba telah ada semenjak zaman Tiongkok kuno. Foto: AI Generated

Secara kultural, masa Hanlu kerap berdekatan atau bahkan bertepatan dengan perayaan Festival Chongyang (重陽節) yang jatuh pada tanggal sembilan bulan sembilan penanggalan imlek. Kedua momen ini berpadu dalam serangkaian tradisi yang kaya akan makna filosofis dan penghormatan terhadap alam serta leluhur.

Salah satu kegiatan paling populer adalah mendaki gunung atau dataran tinggi yang dikenal dengan istilah Denggao (登高). Di tengah udara musim gugur yang cerah dan sejuk, mendaki bukit tidak hanya menjadi sarana olah fisik untuk memperkuat paru-paru, melainkan juga simbol harapan untuk mencapai kedudukan yang lebih luhur, terhindar dari bencana, serta memperpanjang usia.

Saat berada di ketinggian, orang-orang menikmati pemandangan daun-daun yang memerah sembari menikmati arak krisan (菊花酒), minuman fermentasi tradisional yang diyakini berkhasiat mendinginkan liver, menjernihkan pandangan mata, dan menolak hawa jahat.

Tidak ketinggalan, seni dan sastra klasik Tiongkok menempatkan masa peralihan ini dalam ruang perenungan yang mendalam. Banyak penyair dinasti kuno, seperti Du Fu (杜甫) dan Bai Juyi (白居易), menggubah bait-bait puisi yang terinspirasi oleh beningnya embun di dedaunan dan sejuknya angin malam pada masa Hanlu.

Keindahan musim ini kerap diiringi oleh rasa haru akan berlalunya waktu, mengingatkan manusia akan siklus fana kehidupan yang terus berputar dari mekarnya musim semi hingga keheningan musim dingin.

Secara keseluruhan, Hanlu bukanlah sekadar penunjuk waktu di atas kalender cuaca, melainkan jembatan alami yang menghubungkan dinamisme kehangatan dengan keheningan hawa dingin.

Fenomena ini mengajarkan manusia untuk menyelaraskan diri dengan alam semesta, memperlambat ritme yang terburu-buru, merapikan hasil jerih payah, memelihara kehangatan batin dan raga, serta bersiap menyambut ketenangan musim dingin yang kian mendekat di ambang pintu.

We use cookies to provide you with a better browsing experience.

By continuing to browse this site, you agree to our Cookie Policy. Learn more about our Privacy Policy

I understand
00:00
00:00
0.5x 1x 1.5x 2x