Kawasan pusat kota Taipei mendadak semarak dan penuh warna pada Minggu, 13 September 2026, saat ratusan diaspora bersama masyarakat lokal tumpah ruah merayakan gelaran akbar Festival Budaya Pejuang Formosa III. Mengusung pesan mendalam bertajuk "Hilang Budaya, Hilang Entitas Bangsa", perhelatan ini secara resmi dibuka melalui aksi pawai budaya bertema The Beauty of Nusantara yang menempuh rute berjalan kaki dari Taipei Main Station menuju ke alun-alun National Taiwan Museum di kawasan Taman 228 Kota Taipei. Iring-iringan peserta yang mengenakan aneka ragam pakaian adat daerah sukses mencuri perhatian publik, mengubah jalur protokol kota menjadi etalase hidup pesona tradisi Indonesia.
Setibanya rombongan di pelataran museum, agenda dilanjutkan dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat melalui lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama, yang segera disambut penampilan anggun Tari Rejang Anyar persembahan Pramhita. Dukungan nyata terhadap penguatan diplomasi budaya ini tampak dari hadirnya sambutan perwakilan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, yang disempurnakan lewat tradisi pemotongan tumpeng dan sesi foto bersama seluruh tamu kehormatan.
Panggung kesenian kemudian bergulir dinamis menampilkan kekayaan seni pertunjukan Nusantara secara bergantian. Mulai dari kebersamaan flashmob Wonderland oleh peserta program latihan The Beauty of Nusantara, harmoni musik Gema Angklung, Tari Kreasi Prau Layar oleh Kirana Indonesia Dance, hingga keluwesan gerak Tari Gandrung Banyuwangi. Tak ketinggalan, kemeriahan panggung turut diwarnai oleh kompetisi peragaan busana etnik atau fashion show yang memamerkan bakat dan kreativitas para perantau.
Suasana kebersamaan akhirnya memuncak saat pengumuman para juara lomba dilanjutkan dengan panggung hiburan dangdut dari Mletre Music yang menyatukan penonton dalam goyangan ceria, sebelum seluruh rangkaian acara ditutup menjelang petang dengan meninggalkan kesan mendalam akan eratnya tali persaudaraan dan pelestarian jati diri bangsa di perantauan.