(Taiwan, ROC) --- Miliarder AS, Elon Musk dan lebih dari seribu pakar Kecerdasan Buatan (AI) secara terbuka menyerukan penghentian pengembangan inovasi di bidang AI, dengan alasan bahwa kehidupan umat manusia dapat terancam.
Namun demikian, banyak pihak yang ternyata menolak seruan terbuka di atas. AI dianggap sebagai salah satu inovasi yang bisa mendatangkan efisiensi dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi di lain pihak beberapa orang malah merasakan kepanikan dari penyebaran kemajuan inovasi ini.
Bagaimana umat manusia merespons dalam menghadapi perkembangan pesat teknologi yang ada saat ini, kian mendapatkan perhatian dari komunitas para pelajar atau peneliti dunia.
Elon Musk dan Pakar Lainnya Menyerukan Penundaan AI
Pada tanggal 22 Maret 2023, orang terkaya di dunia yang juga adalah pendiri kendaraan listrik Tesla, Elon Musk dan salah satu pendiri perusahaan Apple, Steve Wozniak, serta beberapa ahli AI dunia menyampaikan surat terbuka menangguhkan pengembangan mekanisme GPT-4(Generative Pre-trained Transformer) yang disinyalir lebih mutakhir untuk periode enam bulan mendatang.
Surat terbuka tersebut dilayangkan karena pengembangan GPT-4 dianggap bisa mendatangkan potensi risiko besar bagi kehidupan masyarakat dunia.
GPT-4 adalah model yang menganut mekanisme pemrosesan bahasa secara alami. Secara umum diyakini bahwa GPT-4 akan lebih pintar dari inovasi ChatGpt yang ada saat ini. Selain bisa mengenali dan memproses seluruh input gambar atau teks, GPT-4 juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana Multimodality (multimodalitas).
Multimodalitas mengacu pada penyediaan sumber belajar berbagai modalitas kepada para pelajar di kelas. Yang disebut modalitas adalah cara informasi disajikan kepada pelajar di kelas, yang mencakup berbagai mode seperti penglihatan, pendengaran dan kinestetik.
Dalam penerapannya, multimodalitas mampu menggunakan setidaknya dua metode pada saat yang bersamaan, baik input atau output. Misal, seorang guru menggunakan presentasi untuk menyampaikan isi pembelajaran (visual), kemudian pada saat yang sama ia menjelaskannya secara lisan.
Ada kecemasan, “perlombaan” mengembangkan inovasi AI dapat menimbulkan konsekuensi berbahaya, jika dibiarkan begitu saja. Salah satunya adalah menyebarkan informasi yang tidak benar atau mengancam kelangsungan dari mata pencaharian umat manusia.
Italia telah menjadi negara pertama yang melarang penggunaan ChatGpt, dikarenakan alasan serangan terhadap informasi pribadi. Namun demikian, suara yang mendukung pengembangan AI juga tidak sedikit. Mereka yang bergelut di bidang teknologi, jelas-jelas menentang pernyataan Elon Musk dan pakar lainnya.
Bill Gates: Menunda Pengembangan Tidak Akan Menyelesaikan Masalah
Kepada media Reuters, pendiri Microsoft, Bill Gates menyampaikan, “Tidak pernah terlintas di benak saya untuk meminta kelompok tertentu menunda pengembangan AI, dengan alih-alih untuk menyelesaikan tantangan yang ada saat ini.”
Ia percaya bahwa untuk sementara waktu menunda pengembangan industri AI di sektor global, tidaklah mudah dilakukan saat ini.
Bill Gates yang saat ini fokus di bidang filantropi (kedermawanan) menuturkan, dirinya selalu optimis dengan perkembangan AI, serta menggambarkan AI sebagai revolusi besar, seperti penemuan internet dan ponsel cerdas.
Dalam sebuah postingan blog yang berjudul “The Age of AI has begun”, Bill Gates menyampaikan, dirinya yakin bahwa AI harus digunakan untuk membantu mengurangi beberapa ketidakadilan yang terjadi paling serius di dunia.