Seorang pria di Kotamadya Beigang, Kabupaten Yunlin baru-baru ini meninggal setelah mendapatkan bantuan dari ratusan sukarelawan yang membantunya mewujudkan impian sang kakek.
Dilansir dari SETN, pria tua berusia 78 tahun bermarga Tsai (蔡) ini memiliki 2 orang putra yang mengalami disabilitas, baik fisik maupun mental. Ia tetap berusaha mengurus kedua putranya dengan baik, meskipun hanya bekerja dengan mengumpulkan barang-barang daur ulang. Rumah Kakek Tsai yang terus menerus bocor dan kondisi keuangannya yang kurang baik membuat para sukarelawan dari New Taiwan Volunteer Group tergerak.
Menurut keterangan, Kakek Tsai memiliki 2 orang putra berusia 42 tahun dan 39 tahun yang mengalami keterbelakangan mental sehingga keduanya tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Sementara sang istri, setelah melahirkan anak keduanya, tak lama kemudian pergi dari rumah dan tidak diketahui lagi keberadaannya.
Kondisi rumahnya yang sudah kurang layak tinggal, tentu membuat Kakek Tsai berharap agar rumahnya dapat diperbaiki sehingga ia dan kedua putranya dapat hidup dengan lebih layak.
Mengetahui hal tersebut, para sukarelawan pun dengan sigap segera membantu dan melakukan renovasi. Dengan bantuan ratusan sukarelawan, pada 21 Mei 2023 rumah itu akhirnya selesai diperbaiki dan mereka pun dapat tinggal dengan layak. Kakek Tsai saat itu sangat tersentuh sebab impiannya telah tercapai. Berkat bantuan para sukarelawan juga, putra tertuanya kini dirawat di pusat perawatan dan sesekali dapat kembali ke rumah baru mereka, sementara putra bungsunya dibantu oleh teman-teman dan para tetangga.
Tak disangka, 4 bulan setelah impiannya terwujud, Kakek Tsai meninggal dalam tidur di tanggal 30 September 2023. Saat itu, adiknya berniat membangunkannya, tapi ia telah pergi untuk selamanya. Kepala desa membagikan kabar duka tersebut melalui laman Facebook, seraya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu Kakek Tsai dan mendoakan Kakek Tsai beristirahat dengan tenang.