(Taiwan, ROC) --- Komando Militer Timur Partai Komunis Tiongkok terus melangsungkan simulasi militer di perairan sekitar Taiwan. Pesawat dan kapal militer Tiongkok melintasi garis tengah Selat Taiwan, serta terbang dari segala penjuru arah.
Menurut pengawasan dari otoritas Taiwan, ada sekitar 70 pesawat militer Tiongkok yang terbang dari arah barat daya melintasi garis tengah Selat Taiwan. Di antaranya ada 35 unit pesawat militer Tiongkok yang terbang dari arah tenggara.
Selain mengerahkan pesawat, pihak Tiongkok juga mengirimkan kapal militer mereka. Diberitakan kapal milik Tiongkok sempat berhadap-hadapan dengan kapal milik armada Angkatan Laut Taiwan, yang hanya berjarak kurang dari 3 mil.
Sistem rudal anti kapal HF-2 dan HF-3 milik otoritas Taiwan juga telah terpasang di kawasan Semenanjung Hengchun, guna mengantisipasi situasi terburuk.
Peneliti ADIZ Taiwan Hsu Geng-rui (許耿睿) mengatakan, “HF-2 dan HF-3 juga sudah kami letakkan di posisinya.”
Sistem rudal anti kapal disamarkan dengan rumput-rumput di sekitarnya, muncul di kawasan Semenanjung Hengchun, Pintung. Ada 5 unit yang sengaja diparkir dan dipersiapkan di tempatnya, guna mengantisipasi kemungkinan terburuk.
Hsu Geng-rui menambahkan, “Selongsong rudal sudah mengarah ke atas. Atas nama pos komando Hengshan untuk menekan tombol, maka (rudal) ini bisa langsung ditembakkan.”
Sistem rudal anti kapal HF-2 terpasang di dua unit kendaraan. Sedangkan sistem rudal anti kapal HF-3 terpasang di 3 unit kendaraan.
Sistem HF-2 dapat berfungsi sebagai senjata untuk menyerang rudal yang dilepas oleh kapal militer. Selain itu, HF-2 dapat diletakkan di basis kapal militer atau di basis pesisir pantai, untuk menjadi media serangan.
Sedangkan HF-3 memiliki fungsi untuk memperpendek waktu kapal musuh saat bereaksi. HF-3 yang mendapat julukan sebagai “pembunuh kapal militer” tersebut, banyak dipergunakan oleh Angkatan Laut Taiwan.
Kemunculan dua sistem rudal di atas dan kapal militer Taiwan di Semenanjung Hengchun, serta merta menarik perhatian masyarakat, khususnya mereka pencinta dunia militer.
Menghadapi sikap provokatif yang dilancarkan oleh militer Partai Komunis Tiongkok, otoritas Taiwan tidak akan tinggal diam dan akan terus melindungi pertahanan wilayah. Otoritas berwenang meletakkan sistem rudal anti-kapal di Semenanjung Hengchun, yang terletak paling dekat dengan Selat Taiwan, untuk membela kedaulatan negara.