Skip to the main content block
::: Home| Panduan Website| Podcasts|
|
Language

Formosa Dream Chasers - Programs - RTI Radio Taiwan International-logo

Acara
| Ikhtisar
Kategori
Penyiar Pedoman Acara
Berita Terpopuler
繁體中文 简体中文 English Français Deutsch Indonesian 日本語 한국어 Русский Español ภาษาไทย Tiếng Việt Tagalog Bahasa Melayu Українська Panduan website

(Part 2) Apakah Perkembangan AI Begitu Mengerikan Seperti yang Dicemaskan Elon Musk?

05/05/2023 Perspektif

(Taiwan, ROC) --- Anthropic, sebuah perusahaan start-up yang bergerak di bidang penelitian AI menyampaikan, perkembangan teknologi yang ada saat ini belum bisa memunculkan permasalahan-permasalahan, seperti yang dicemaskan banyak pihak.

Perusahaan Anthropic menerima investasi sebanyak US$ 400 juta dari perusahaan induk Google, Alphabet, serta memiliki mesin ChatBot AI sendiri.

Anthropic menyampaikan, dalam satu dekade mendatang, sistem AI akan menjadi kian tangguh. Pagar pembatas yang dibangun saat ini mungkin bisa membantu mengurangi risiko yang ada, tetapi masalahnya tidak ada pihak yang bisa memastikan seperti apa model pagar pembatas yang dibutuhkan.

CEO OpenAI, Sam Altman sebelumnya mengunggah cuitan menyampaikan, kerangka peraturan global yang efektif, termasuk tata kelola demokratis dan koordinasi yang efektif antara perusahaan AGI (Kecerdasan Umum Buatan), memiliki dampak positif bagi kemajuan perkembangan AI di masa mendatang.

Namun, beberapa peneliti mengemukakan kekhawatiran lainnya, yakni penangguhan penelitian dapat menghambat perkembangan pesat dari perindustrian yang ada, bahkan memungkinkan rezim otoritarianisme mengembangkan sistem AI mereka lebih awal dibandingkan negara-negara lain.

 

Ketakutan yang Berlebihan

Kepala Eksekutif search engine “You.com”, Richard Socher menyampaikan, penekanan berlebihan terhadap risiko ancaman AI bisa mendorong oknum tertentu menggunakan teknologi tersebut untuk tujuan yang tidak pantas.

Ia menuturkan, ancaman dan histeria adalah hal yang sebenarnya tidak perlu dicemaskan secara berlebih-lebihan. Ia berargumen, proposal surat terbuka yang ada, kecil kemungkinan untuk benar-benar bisa diterapkan dan malah dapat meningkatkan kesulitan guna menuntaskan persoalan yang sudah ada.

Martha Lane Fox, pendiri situs travel lastminute.com sebelumnya telah merilis peringatan agar tidak terlalu histeris atau berlebihan tentang AI. Ia mengimbau kepada semua pihak untuk bisa menggunakan kepala lebih dingin saat mendiskusikan AI.

Kepada media BBC, Martha Lane Fox menyampaikan, seharusnya ada kerangka jelas yang mengatur AI. Di samping itu, para pebisnis juga harus lebih hati-hati dalam menggunakan inovasi AI.

Ia mengatakan, “Langkah teknologi tidak akan berhenti, malah itu akan dipercepat dengan adanya digitalisasi saat ini. Jadi, kita harus memutuskan apakah ingin mendigitalkan teknologi ini dengan cara yang lebih etis, inklusif dan berkelanjutan.”

 

Kunci Utama Terletak Pada Bagaimana Cara Kita Mengaplikasikannya

Di tengah meningkatnya kekhawatiran umat manusia bahwa AI dapat merebut ladang pekerjaan mereka, kolumnis di media Financial Post, Howard Levitt menyampaikan, bahwa banyak karyawan yang telah merasakan kalau AI bisa membuat pekerjaan mereka menjadi lebih mudah.

Para progammer bisa meminta AI untuk menghasilkan kode scripting dalam fungsi sederhana, kemudian memprogramkannya ke dalam fitur akhir dari produk mereka.

Howard Levitt menuturkan, penggunaan AI telah diterapkan oleh perusahaan badan atau firma hukum selama beberapa tahun belakangan. AI dimanfaatkan untuk meninjau dokumen hukum yang melibatkan ratusan lembar, serta untuk mengevaluasi konten yang terdapat di dalamnya.

Menurut Howard Levitt, AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi atau pekerjaan manusia, melainkan dapat berfungsi sebagai peran yang melengkapi. Kunci utamanya terdapat pada bagaimana manusia bekerja sama dengan AI secara tepat dan benar

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, satu hal yang dirasa mendapat persetujuan semua pihak adalah umat manusia sudah saatnya mempersiapkan langkah penanggulangan untuk menanggapi segala kemungkinan terburuk yang akan didatangkan oleh AI.

Dalam jangka pendek, AI harus dilengkapi fitur yang transparan dan bisa digunakan untuk melindungi para pengguna dari aksi penipuan.

Sedangkan untuk jangka panjang, arah dari perkembangan inovasi ini adalah memastikan jika sistem AI tidak akan lebih pintar dari kecerdasan manusia, serta secara efektif mempertahankan kendali manusia atas AI itu sendiri.

Seperti yang pernah disebutkan oleh Bill Gates pada tahun 2015 silam, “Begitu Anda mulai membuat mesin yang bisa menyaingi atau dapat mengungguli manusia dalam hal kecerdasan, maka itu akan meningkatkan kesulitan manusia untuk bisa bertahan hidup.”

為提供您更好的網站服務,本網站使用cookies。

若您繼續瀏覽網頁即表示您同意我們的cookies政策,進一步了解隱私權政策。 

我了解