(Taiwan, ROC) --- Menteri Luar Negeri (MOFA), Joseph Wu kembali dikritik oleh partai oposisi karena dinilai salah berbicara. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Australia, Menteri Joseph Wu secara terbuka meminta pemerintah Australia untuk mengirim atase pertahanan mereka ke Taiwan. Dengan demikian Australia dengan Taiwan dapat saling berbagi informasi.
Menurut pemahaman yang ada, selain negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, maka belum ada pihak yang mengirimkan atase pertahanan mereka.
Anggota legislator dari Partai Kuomintang (KMT) menganggap bahwa Menteri Joseph Wu telah berbicara seenaknya tanpa dipikir terlebih dahulu.
Di lain pihak, Partai Progresif Demokratik (DPP) menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang layak dan tidak layak untuk disampaikan kepada pihak luar.
Menanggapi pernyataan dari Menteri MOFA di atas, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) menyampaikan bahwa pihaknya akan aktif bertindak dan hati-hati.
Media The Australian beberapa hari lalu mewartakan hasil wawancara mereka dengan Menteri MOFA, Joseph Wu. Pemberitaan tersebut mengangkat judul “Taiwan Mengimbau Australia untuk Mengirimkan Atase Pertahanan ke Taiwan sebagai Tanggapan Terhadap Ancaman Tiongkok”. Hal ini sontak saja memicuk diskusi hangat di tengah masyarakat.
Anggota legislator Partai KMT, Chen I-hsin (陳以信) mengatakan, “Dalam hal ini, Anda bukan seorang Menteri Pertahanan. Ia bermulut besar, banyak masalah yang terkuak tapi tidak terselesaikan. Banyak persoalan, yang ternyata tidak bisa terealisasi.”
The Australian juga menyebutkan kalau Kantor Perwakilan Australia telah memulai komunikasi dengan pejabat di Taiwan. Perwakilan Australia memandang penting isu perihal Taiwan.
Menteri Joseph Wu beranggapan, melalui penempatan atase pertahanan, maka kedua belah pihak dapat saling berbagi informasi. Dalam mengevaluasi situasi yang berkembang saat ini, maka Taiwan dan Australia harus mendiskusikannya dengan saksama. Taiwan di lain pihak tentu akan menghormati seluruh keputusan yang akan diambil oleh Australia.
Anggota legislator Partai DPP, Hsu Chih-chieh (許智傑) mengatakan, “Arah ini mendapat dukungan dari pejabat terkait. Membuat dunia internasional kian paham akan posisi Taiwan. Lalu ada beberapa persoalan yang mungkin tidak layak diperbincangkan. Kami percaya bahwa MOFA dan MND akan menemukan konsensus.”
Menurut pemahaman yang ada, bahwa hanya ada negara yang menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan, yang bisa menempatkan atase pertahanan mereka di Taiwan.
Dari seluruh negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan, hanya Guatemala dan Paraguay yang menempatkan atase pertahanan mereka di Taiwan.
Sedangkan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, maka tidak bisa mengirimkan atase pertahanan mereka di Taiwan.
Perwira Riset Intelijen MND, Luo Cheng-yu (羅正宇) mengatakan, “Pertukaran militer dengan negara saya. MND menjunjung tinggi kesetaraan dan saling menguntungkan. MND akan optimis dan hati-hati, akan terus mempromosikan kerja sama dan pertukaran militer asing.”